Juruketik.com – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengingatkan potensi risiko dalam proyek pembangunan Jalan Baru Batutulis.
Ia menegaskan jangan sampai trase jalan rampung lebih dulu, sementara pembangunan turap underpass yang menjadi kewenangan PT KAI justru belum selesai karena dapat memicu persoalan baru.
Peringatan itu disampaikan Jenal saat meninjau langsung progres pembangunan trase Jalan Baru Batutulis di Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis (9/7/2026).
Dalam kunjungannya, ia juga menyoroti sejumlah persoalan di lapangan, mulai dari sisa tanah yang terbawa truk proyek hingga belum signifikannya progres pembangunan turap underpass PT KAI.
”Pertama menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dengan sisa tanah dari hasil angkutan truk proyek menuju pembuangan. Secara SOP itu memang dibersihkan setiap hari dan itu dilakukan pada sore hari,” katanya kepada wartawan usai meninjau pembangunan proyek Jalan Trase Baru Batutulis.
Ia menjelaskan, apabila setiap kendaraan proyek dibersihkan setiap kali keluar area proyek, justru akan menimbulkan persoalan baru.
Baca Juga: Jalan Sementara Batutulis Bogor Ditutup Permanen, Proyek Trase Baru Dikebut Rampung Oktober
”Namun ketika setiap keluar kendaraan proyek selalu dibersihkan setiap hari, pertama akan menjadi kemacetan, kedua akan terjadi genangan air. Sehingga pembersihan dilakukan oleh pegawai dari pihak kontraktor,” ucapnya.
“Jadi setiap sore disemprot menggunakan alat steam kendaraan. Dan itu menjadi perhatian khusus, khawatir menjadi dampak negatif sehingga tadi kita pastikan itu dilakukan terus sesuai SOP,” sambung dia.
Selain itu, Jenal juga kembali mengingatkan soal pembangunan turap underpass PT KAI yang hingga kini belum menunjukkan progres signifikan.
”Kedua, seperti saya ragukan di awal, saya khawatir trase Jalan Batutulis selesai, tetapi turap yang ada di underpass PT KAI belum terprogres,” ungkapnya.
Menurutnya, hingga saat ini informasi yang diterima Pemerintah Kota Bogor menyebutkan bahwa proyek tersebut masih berada pada tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED).
”Jadi saya datang ke sini sampai hari ini belum ada progres terkait turap underpass tersebut dan informasinya baru DED,” katanya.
Jenal menegaskan, Pemerintah Kota Bogor menginginkan pembangunan trase jalan baru dan turap underpass dapat selesai secara bersamaan.
”Kita pemerintah kota tidak mau tahu. Trase jalan baru selesai, turap pun sudah harus selesai. Karena kalau tidak simultan, kondisi hari ini saja turap pasangan yang menjadi kewenangan PT KAI sudah terlihat rembesan air, sudah terlihat juga konturnya sudah mengkhawatirkan,” tegasnya.
Ia menilai akan sia-sia apabila trase jalan baru selesai dibangun dengan anggaran besar namun masih menyisakan potensi bencana akibat kondisi turap.
”Jadi percuma trase jalan baru beres. Uang besar, menunggu lama, kita tidak mau ada bencana berikutnya,” ucap Jenal.
Karena itu, ia mengaku terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk DPR RI, Direktorat Jenderal PT KAI, hingga Kementerian Perhubungan.
”Itu sebabnya saya terus mendorong, termasuk bertemu DPR RI, bertemu Dirjen PT KAI, kemudian Kementerian Perhubungan di Stasiun Bogor. Saya sudah menyampaikan. Masyarakat ini sudah dua tahun menunggu lama. Dan saya berharap PT KAI gerak cepat untuk melakukan perbaikan turap underpass yang menjadi kewenangan PT KAI,” katanya.
Dalam rapat bersama PT KAI, lanjut Jenal, pihaknya memperoleh informasi bahwa penyusunan DED sedang berjalan dan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu minggu.
”Ketika rapat PT KAI, informasinya DED sedang berjalan. Katanya seminggu lagi DED selesai,” ujarnya.
Pemkot Bogor berharap setelah DED selesai, proses pembangunan fisik dapat segera dimulai agar target penyelesaian bisa berjalan beriringan dengan proyek trase jalan baru.
”Kami berharap ikhtiar positif thinking-nya selesai berbarengan. Karena target kita pembangunan trase Jalan Baru Batutulis ini Oktober 2026 sudah harus selesai. Mungkin mereka ada durasi waktu kurang lebih empat bulan untuk perbaikan turap underpass itu. Mudah-mudahan dari DED itu tidak terlalu lama,” katanya.
Jenal menambahkan, setelah DED selesai, Pemerintah Kota Bogor akan meminta PT KAI memaparkan hasil perencanaannya.
”Jadi kita pantau. DED seminggu beres, Pemerintah Kota Bogor akan meminta ekspose kepada Pemkot Bogor. Karena ini masalah serius. Akses jalan yang sangat penting,” jelasnya.
Menurutnya, penyelesaian proyek tersebut juga sangat penting karena Kota Bogor akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
”Dan yang paling penting lagi adalah Hotel Green Forest menjadi venue kegiatan Porprov 2026. Sebanyak 28 ribu atlet se-Jawa Barat akan datang ke Bogor. Salah satu venue-nya di Hotel Green Forest. Otomatis akses ini menjadi wajah tuan rumah Kota Bogor,” tuturnya.
”Kami berharap semua selesai, semua beres, aman, tidak ada hal-hal yang lain, karena Kota Bogor menjadi tuan rumah Porprov 2026,” sambungnya.
Dalam kesempatan itu, Jenal juga menyoroti kondisi drainase di sekitar trase jalan baru yang perlu mendapat perhatian agar mampu menampung limpasan air.
”Tadi eksisting drainase yang nanti limpahan dari trase baru memang perlu diperhatikan. Terjadi crossing dan penyempitan karena eksisting hari ini lebarnya di bawah satu meter, sementara yang akan dilalui debit airnya cukup tinggi,” katanya.
Menurutnya, solusi sementara yang disepakati adalah membagi aliran air menjadi dua jalur.
”Tadi kita diskusi untuk mencari crossing dan akhirnya nanti saluran air dibagi dua. Mudah-mudahan tidak ada kendala. Yang satu lurus melalui rel kereta api, yang satu lagi dibelokkan ke kanan di bawah underpass PT KAI,” jelasnya.
Sementara itu, progres pembangunan trase Jalan Baru Batutulis saat ini telah mencapai sekitar 22 persen.
”Faktor cuaca ternyata sangat mempengaruhi pekerjaan mereka. Alat berat ditambah menjadi tiga unit, truk pengangkut tanah pun bertambah sehingga pekerjaan menjadi lebih cepat,” ujar Jenal.
Meski dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) target penyelesaian proyek tercantum pada November 2026, Jenal berharap pekerjaan dapat selesai lebih cepat.
”Target memang bulan November 2026 kalau di RAB, tetapi mudah-mudahan akhir Oktober sudah selesai. Kita berharap semuanya lancar,” pungkasnya. (Kha)










