Juruketik.com – Kabupaten Bogor bakal memiliki embarkasi haji dan umrah sendiri. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyiapkan anggaran Rp142 miliar untuk membangun gedung tujuh lantai dengan desain yang menyerupai Menara Zamzam di kawasan Masjid Raya Nurul Wathon, Cibinong.
Pembangunan embarkasi tersebut ditujukan untuk memudahkan jemaah asal Kabupaten Bogor sebelum berangkat ke Tanah Suci, sehingga nantinya mereka tidak perlu lagi singgah di Embarkasi Haji Pondok Gede.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyebutkan, dengan jumlah penduduk lebih dari 5,6 juta jiwa, Kabupaten Bogor selalu mendapatkan kuota haji terbanyak di Indonesia setiap musim haji. Pada tahun ini, Kabupaten Bogor mendapatkan kuota haji sebanyak 3.450 jemaah.
Baca Juga: Kabar Baik! Kabupaten Bogor Bakal Bangun Pusat Layanan Haji Terpadu Lengkap dengan Hotel Syariah
Atas dasar itu, Rudy mendorong percepatan pembangunan embarkasi haji di Kabupaten Bogor yang berada di sekitar kawasan Masjid Raya Nurul Wathon.
Dengan demikian, calon jemaah haji asal Kabupaten Bogor tidak perlu lagi singgah di Embarkasi Haji Pondok Gede.
“Insya Allah nanti tahun 2027-2028, kita melihat kemampuan keuangan daerah. Jika memungkinkan dan syukur-syukur pemerintah pusat membantu, kita ingin Kabupaten Bogor memiliki embarkasi haji sendiri,” ujar Rudy Susmanto.
Proses lelang atau tender pembangunan embarkasi haji dan umrah rencana tersebut dilakukan pada Desember 2026 sehingga pembangunan fisik dapat dimulai pada awal 2027.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto mengatakan, bangunan tujuh lantai tersebut akan dibangun menggunakan APBD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp142 miliar.
Menurut Eko, proyek tersebut sebelumnya direncanakan dilaksanakan pada anggaran tahun berjalan. Namun, keterbatasan waktu pelaksanaan membuat pembangunan tertunda hingga tahun depan.
“Faktor waktu yang tidak cukup untuk membuat hotel. Karena kita proses lelang dan tahapan lainnya, waktunya tinggal sekitar enam bulan,” kata Eko.
Ia menjelaskan, tahapan pembangunan akan dimulai melalui proses lelang pada Desember 2026 sehingga pekerjaan fisik dapat dimulai pada awal 2027.
“Rencananya Desember sudah mulai proses lelang, sehingga Januari sudah bisa mulai pembangunan,” ujar Eko.
Eko mengatakan, bangunan embarkasi haji dan umrah tersebut dirancang dengan konsep yang menyerupai Menara Zamzam di Mekkah untuk mendukung pelayanan jemaah haji dan umrah di Kabupaten Bogor.
Menurutnya, tertundanya pembangunan dilakukan agar proses pekerjaan dapat berlangsung lebih optimal dan tidak dikerjakan secara tergesa-gesa.
“Kalau dipaksakan sekarang, khawatir tidak maksimal. Jadi kita mundur tahun depan supaya waktu pengerjaannya lebih cukup,” katanya.
Sekadar diketahui, Masjid Raya Nurul Wathon yang menjadi lokasi pembangunan embarkasi haji tersebut berdiri di atas lahan seluas 2,6 hektare dengan anggaran Rp112 miliar.
Masjid tersebut nantinya dilengkapi Menara Tauhid setinggi 99 meter, miniatur Ka’bah untuk manasik haji, serta sejumlah ornamen yang berkaitan dengan Ka’bah sebagai penunjang kegiatan keagamaan di kawasan Pakansari. (*)













