Juruketik.com – Kisah pilu dialami Fiki Mutakin, Anak Buah Kapal (ABK) kargo MT Honour 25 asal Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, yang disandera perompak Somalia selama enam bulan di perairan internasional hingga nyaris kehilangan nyawa.
Pria berusia 25 tahun itu mengaku mengalami penganiayaan selama penyanderaan. Setelah berhasil diselamatkan oleh Pemerintah Republik Indonesia, Fiki akhirnya dipulangkan ke kediamannya di Tenjo, Kabupaten Bogor.
Kepulangan Fiki didampingi jajaran Polres Bogor yang dipimpin langsung Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto pada Jumat, 9 Oktober 2026 malam.
Baca Juga: Pernah jadi Kapolres Bogor, Ini Sosok Kapolri Suyudi Ario Seto di Mata Jaro Ade
“Kita melakukan pertolongan kepada salah satu ABK yang disandera perompak Somalia selama 6 bulan, alhamdulillah bisa diselamatkan oleh Pemerintah Republik Indonesia,” ujar Wikha saat menyambangi rumah korban.
Wikha menyebut, kondisi korban yang disandera bersama tiga Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya, yakni Ashari Samadikun asal Gowa, Adi Faizal asal Bulukumba, dan Wahudinanto asal Pemalang tersebut butuh penanganan medis lebih lanjut.
“Maka dari itu, kita lakukan evakuasi kepada yang bersangkutan (Fiki) untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut ke Rumah Sakit Kramat Jati di Jakarta,” ucapnya.
Baca Juga: Kapolda Jabar Minta Polres Bogor Persempit Ruang Kejahatan, Sasar Pembinaan Anak Muda
Selain membantu penanganan medis, Wikha juga memberikan sejumlah bantuan kepada korban asal Kabupaten Bogor tersebut berupa kursi roda dan tongkat.
Musabab, korban mengalami luka pada bagian kaki dan sulit berjalan usai mendapatkan penganiayaan selama 6 bulan di Somalia.
Sementara itu, Fiki yang disandera selama 6 bulan oleh perompak Somalia di perairan Internasional mengaku bersyukur bisa pulang dengan selamat ke pelukan keluarganya.
Pasalnya, kata Fiki, dirinya bersama para korban sandera lainnya kerap mendapatkan penganiayaan yang dilakukan perompak Somalia.
“Dieksekusi di tempat dengan kondisi tangan terikat,” kata Fiki.
Bahkan, Fiki pun mengakui bahwa dirinya nyaris meregang nyawa saat masa kelam penyanderaan tersebut.
“Memang sudah niat untuk dibunuh,” pungkasnya. (Kha)













