Juruketik.com – Kondisi Fiki Mutakin, Anak Buah Kapal (ABK) kargo MT Honour 25 asal Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, yang menjadi korban penyanderaan perompak Somalia, mulai membaik setelah menjalani operasi ulang luka tembak pada kaki kanannya di RS Bhayangkara TK I Polri, Rabu (14/10).
Hal itu seperti diungkapkan Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto dalam keterangannya, Kamis (15/10).
“Tindakan medis tersebut dilakukan oleh tim dokter spesialis bedah tulang dan dokter spesialis bedah plastik RS Bhayangkara TK I Polri sebagai bagian dari upaya pemulihan kondisi korban,” kata Wikha.
Baca Juga: Kisah Pilu ABK Asal Bogor, 6 Bulan Disandera Perompak Somalia hingga Nyaris Tewas
Setelah menjalani operasi tersebut, Wikha menyebut bahwa kondisi korban berusia 25 tahun itu perlahan mulai membaik. Hingga saat ini, pemulihan masih dalam pemantauan petugas.
“Melalui langkah ini diharapkan proses pemulihan korban dapat terus berjalan dengan baik hingga dapat kembali beraktivitas bersama keluarga,” tutur Wikha.
Diketahui, Fiki menjadi salah satu dari tiga ABK yang disandera perompak Somalia selama enam bulan di perairan Internasional sebelum akhirnya pulang ke kediamannya di wilayah Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor pada Jumat (9/10).
Baca Juga: 6 Bulan Disandera Perompak Somalia, Warga Tenjo Bogor Kini Dapat Bantuan Pemulihan
Fik mengaku bersyukur bisa pulang dengan selamat ke pelukan keluarganya.
Selama jadi sandera, ia bersama para korban sandera lainnya kerap mendapatkan penganiayaan yang dilakukan perompak Somalia.
“Dieksekusi di tempat dengan kondisi tangan terikat,” kata Fiki.
Bahkan, Fiki pun mengakui bahwa dirinya nyaris meregang nyawa saat masa kelam penyanderaan tersebut.
“Memang sudah niat untuk dibunuh,” pungkasnya. (Kha)















