Juruketik.com – Sebanyak 954 atlet Kontingen Kabupaten Bogor wajib menjalani pemeriksaan kesehatan dan medical check-up (MCU) sebelum berlaga di Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat (Porprov Jabar) XV 2026.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kondisi fisik atlet prima sekaligus mendeteksi potensi gangguan kesehatan sebelum bertanding.
Pada hari kedua, Rabu (21/10/2026), pemeriksaan kesehatan tersebut diikuti 27 cabang olahraga (cabor) yang akan memperkuat Kontingen Kabupaten Bogor di ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Baca Juga: Kabupaten Bogor Siap Ulang Sejarah 2018, Turunkan 954 Atlet di Porprov Jabar 2026
Adapun, pemeriksaan kesehatan dan MCU ini meliputi catatan medis, fisik, kondisi tubuh hingga mendeteksi risiko cidera hingga menentukan kelayakan bertanding.
Pada hari kedua, cabor yang menjalani pemeriksaan kesehatan ini, antara lain atlet angkat besi, balap motor, futsal, dayung, basket dan balap sepeda.
Ketua Harian Kontingen Kabupaten Bogor, Sugiarto mengatakan, bahwa dalam kegiatan ini pihaknya menggandeng tim medis dari Rumah Sakit Sentra Medika.
Baca Juga: PSSI Kabupaten Bogor Bidik Sejarah di Porprov Jabar 2026, Target Bawa Pulang Medali Emas
“Pemeriksaan kesehatan dan MCU ini dipusatkan di ruang VVIP Stadion Pakansari, selama empat hari, 20 sampai 23 Oktober,” kata pria yang akrab disapa Otray.
Menurut Otray, data yang tercatat, ada 67 cabor dengan jumlah atlet sebanyak 954 orang wajib menjalani pemeriksaan kesehatan.
Hal ini dilakukan untik memastikan seluruh atlet yang akan bertanding di Porprov Jabar XV/2026 berada dalam kondisi fisik yang prima.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan ini sebagai langkah deteksi dini terhadap gangguan kesehatan.
“Pemeriksaan juga menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran dan kesiapan atlet sebelum bertanding,” imbuh Otray.
Sementara itu, Wakil Ketua II Kontingen Kabupaten Bogor, Arif Rahman yang turut hadir dalam kegiatan ini menyampaikan, pemeriksaan kesehatan dan MCU ini sangat penting untuk memastikan kesiapan atlet.
Menurut Arif, setiap atlet wajib menjalani tahapan ini agar pihaknya tahu, apakah ada gangguan kesehatan yang berpotensi atlet gagal bertanding.
“Tahapan ini wajib dilakukan oleh seluruh atlet,” singkat Arif yang juga Kepala Inspektorat Kabupaten Bogor ini. (*)












