Juruketik.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor baru merealisasikan penataan kabel udara semrawut sepanjang 9 kilometer dari target 20 kilometer pada tahun 2026.
Meski begitu, penataan terus dikebut dan akan berlanjut ke sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan Suryakencana yang direncanakan mulai dikerjakan dalam dua hingga tiga bulan ke depan.
Hal itu diketahui saat Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim meninjau dan turun langsung melakukan pemotongan kabel udara di Jalan Tentara Pelajar, Kota Bogor, Rabu (14/10/2026).
Baca Juga: Semrawut! Dedie Rachim Potong Kabel Internet di Sepanjang Jalan Sudirman Bogor
”Ini kelanjutan dari progres penurunan kabel udara yang semrawut dan tidak beraturan. Tahun ini target kita 20 kilometer, kemudian baru terealisasi sampai Oktober ini 9 kilometer,” kata Dedie Rachim kepada wartawan usai melakukan pemotongan kabel udara.
Menurutnya, penataan tersebut tidak hanya dilakukan di Jalan Tentara Pelajar, tetapi juga berlanjut ke Jalan RE Martadinata, Jalan R. Abdullah, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Veteran, Jalan Merdeka hingga Jalan Arya Surya Laga.
Pemkot Bogor juga berencana melanjutkan penataan kabel udara di Jalan Siliwangi dan Jalan Suryakencana. Khusus Jalan Suryakencana, pekerjaan penggalian untuk menanam kabel ke bawah tanah diperkirakan mulai dilakukan dalam dua hingga tiga bulan ke depan.
Baca Juga: Jalan Raya Jakarta-Bogor Mulai Ditata! Pemkab Bogor Tertibkan Trotoar, Sampah hingga Kabel Semrawut
Dedie meminta para pemilik toko di kawasan tersebut menyesuaikan diri dengan pelaksanaan pekerjaan. Ia memastikan penataan akan dikoordinasikan agar proses konstruksi berlangsung tertib, rapi, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
”Jadi kabel yang ditata merupakan kabel fiber optik (FO) milik sejumlah penyedia layanan atau provider, baik yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) maupun di luar asosiasi tersebut,” terangnya.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Bogor bekerja sama dengan Apjatel untuk menurunkan kabel udara ke dalam tanah. Dedie menyebut, kolaborasi tersebut dibangun sejak 2021–2022 dan ditujukan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperbaiki estetika kota.
Meski demikian, Dedie mengingatkan pelaksana pekerjaan agar memperhatikan kondisi di lapangan, terutama kebersihan area setelah penggalian. Ia meminta bekas galian dirapikan dan tanah sisa pekerjaan tidak dibiarkan berserakan.
Dedie juga mengakui terdapat sejumlah kendala yang membuat pekerjaan membutuhkan waktu lebih lama. “Jadi memang ada kebutuhan perizinan untuk pekerjaan yang melintasi jalan nasional dan jalan provinsi, serta lintasan sebidang,” ucapnya.
”Kita terus berikhtiar. Yang penting berproses, ada tindak lanjut dan hasilnya. Kita tetap konsisten dengan program beautifikasi kota, menurunkan kabel dari atas ke dalam tanah agar lebih teratur dan lebih baik,” tandasnya. (3RY)












