Juruketik.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah menyiapkan sejumlah proyek pembangunan strategis di wilayah Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, pada tahun 2026.
Salah satu yang menjadi prioritas adalah pembangunan SMA Negeri baru atau tepatnya SMAN 11 Kota Bogor yang ditargetkan mulai dikerjakan pada Juni 2026.
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menyampaikan bahwa meski pembangunan sekolah tersebut baru dimulai tahun ini dan diperkirakan memakan waktu sekitar 9 hingga 10 bulan, proses penerimaan siswa baru tetap akan dilaksanakan pada 2026.
“Penerimaan siswa tetap berjalan tahun ini. Namun, selama proses pembangunan, siswa akan dititipkan sementara di SMAN 2 Kota Bogor,” ujar Dedie Rachim.
Selain pembangunan SMAN 11, Pemkot Bogor juga tengah mempersiapkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) yang berlokasi di RW 11 Kelurahan Kayumanis. Fasilitas ini akan berdampingan dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) skala kota.
Dedie menjelaskan, kedua proyek tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada pertengahan tahun ini sebagai bagian dari upaya pengembangan kawasan Kayumanis menjadi wilayah terpadu.
Tak hanya itu, Pemkot juga melihat potensi lahan seluas kurang lebih 5.000 meter persegi di sekitar lokasi pembangunan SMAN 11. Lahan tersebut direncanakan untuk pengembangan fasilitas publik seperti lapangan mini soccer, taman, dan jogging track.
“Saya sudah minta Disperumkim untuk menyiapkan desainnya. Harapannya kawasan ini bisa menjadi ruang publik yang menunjang aktivitas masyarakat,” tambahnya.
Di sisi lain, Pemkot Bogor juga merespons permintaan pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk menyiapkan lahan gudang Bulog sebagai pusat distribusi wilayah Kota Bogor. Lokasi yang diusulkan berada di kawasan Kayumanis, tepatnya di belakang kantor PUPR.
Seiring dengan berbagai rencana pembangunan tersebut, Dedie turut meminta dinas terkait, seperti PUPR dan Dinas Perhubungan, untuk segera menyusun perencanaan infrastruktur pendukung. Mulai dari rekayasa lalu lintas, sistem drainase, hingga penataan pedestrian.
Ia juga menyoroti kondisi kawasan yang saat ini masih dipenuhi pedagang kaki lima (PKL) dan persoalan sampah yang belum tertata dengan baik.
“Ke depan ini harus dibenahi. Karena kawasan ini akan menjadi pusat aktivitas, berdampingan dengan PSEL, IPAL, sekolah, dan fasilitas olahraga,” tegasnya.
Pemkot pun meminta aparat wilayah untuk mulai menata keberadaan PKL, baik dengan relokasi ke tempat yang lebih representatif maupun penertiban sementara selama proses pembangunan berlangsung. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menampung PKL di kantin sekolah nantinya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II, Erwin Aulia Rachman, mengungkapkan bahwa anggaran pembangunan awal SMAN 11 diperkirakan mencapai Rp7 miliar, termasuk perencanaan dan pengawasan.
“Untuk tahap awal, pembangunan baru mencakup 3 hingga 4 ruang kelas. Selama pembangunan, siswa akan belajar di SMAN 2, namun nantinya seluruh kegiatan akan dipusatkan di Kayumanis,” jelasnya.
Terkait proses pendaftaran, Erwin menyebutkan bahwa sistem dilakukan secara online. Namun demikian, pihaknya juga mempertimbangkan penyediaan lokasi pendaftaran yang representatif dengan berkoordinasi bersama kecamatan atau kelurahan setempat.
Saat ini, proyek SMAN 11 masih dalam tahap persiapan dan perencanaan, termasuk menunggu penyelesaian site plan. Pemkot Bogor menargetkan pembangunan fisik dapat mulai dilaksanakan pada Juni 2026. (3RY)










