Juruketik.com – Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor menemukan sejumlah hewan kurban mengalami kelelahan akibat perjalanan jauh menjelang Idul Adha 1447 Hijriah atau 2026.
Meski begitu, hingga saat ini petugas belum menemukan adanya kasus penyakit mulut dan kaki (PMK) maupun penyakit berbahaya lainnya pada hewan kurban yang diperiksa.
Ketua Tim Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Diskanak Kabupaten Bogor, Siswiyani mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan hewan kurban sejak H-45 atau 13 April 2026.
Baca Juga: Kebutuhan Hewan Kurban Bogor Belum Mandiri, 60 Persen Datang dari Luar Provinsi
“Kita sudah membentuk posko dan pengamanan hewan daging kurban itu ada di tujuh posko, di dinas dan enam posko di puskeswan yakni puskeswan UPTD Cibinong, Babakan Madang, Cileungsi, Laladon, Pamijahan, dan Jasinga,” ujar Siswiyani kepada wartawan, Jumat, 15 Mei 2026.
Siswi menjelaskan, belakangan ini sudah banyak lapak-lapak yang terbangun atau terisi hewan ternak untuk kurban dari jauh-jauh hari.
Oleh karena itu, lanjut dia, pihaknya rutin melakukan pemeriksaan ke sejumlah lapak untuk mengantisipasi penyakit-penyakit yang dapat menyerang hewan, seperti penyakit kaki dan mulut (PMK) serta antraks.
Baca Juga: Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei? Ini Penjelasan Lengkap dan Maknanya
“Dari beberapa hasil peninjauan itu penyakit yang berat gak ada, paling cuma sebatas kelelahan di perjalanan seperti penyakit-penyakit ringan. Belum ada laporan seperti penyakit PMK,” ucapnya.
Selain fokus ke sisi pemeriksaan sebelum Idul Adha 1447 Hijriah, Siswi juga mengaku akan terus melakukan pengawasan saat pemotongan hewan kurbannya.
“Itu H-1 sampai H+3, nah H-1 itu pemeriksaan untuk antemortem atau pemeriksaan hewan dalam keadaan hidup untuk memastikan bahwa hewan yang akan disembelih dalam kondisi sehat. Lalu postmortemnya dari hari H sampai hari tasyrik 4 hari, itu tujuannya memastikan daging dari hewan kurban ini layak dan dikonsumsi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Siswi meminta kepada para pelapak untuk selalu memperhatikan kebersihan dari lapaknya hingga Idul Adha 1447 Hijriah tiba.
“Kita selalu memberikan sosialisasi kepada pelapak juga supaya tetap menjaga kebersihan lingkungan, limbahnya ditangani dengan baik supaya tidak menimbulkan pencemaran,” pungkasnya. (Kha)







