Juruketik.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengaku masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Salah satunya adalah pendidikan.
Rudy menyebut, Malasari dengan sejarahnya, belum sepenuhnya merdeka dalam sektor pendidikan. Bahkan, ia masih mendapati ada sekolah satu atap di sini.
Padahal, lanjut Rudy, wilayah perjuangan Bupati Bogor pertama, Raden Ipik Gandamana ini memiliki potensi yang luar biasa.
Baca Juga: Ketua DPRD Sastra Winara Dorong Pemkab Bogor Bangun Puskesmas Pembantu di Malasari
Seperti mengandung mineral emas, panas bumi. Lalu di kawasannya ada hamparan kebun teh, Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang masih terpelihara asri hingga hari ini.
“Tapi kenapa pada saat Bogor berkembang dan maju, emas, panas bumi dan asri lingkungan dan potensi ada di sini, sekolah SMP SMA masih satu atap. Kenapa Wilayah yang kaya, infrastruktur sekolah tertinggal, jalannya juga tertinggal,” jelas Rudy, Kamis 4 Juni 2026.
Ia mengaku sudah berkomunikasi langsung dengan sejumlah pihak perusahaan yang ada di Desa Malasari. Salah satunya PT Sumi Asih sebagai pengelola kebun teh di wilayah tersebut.
Baca Juga: Lewat Kirab Bendera dan Balap Sepeda, Bupati Rudy Susmanto Kenalkan Sejarah dan Wisata Malasari
Rudy mengatakan bahwa PT Sumi Asih siap menghibahkan lahannya yang sebagian besar merupakan perkebunan teh untuk dijadikan bangunan sekolah.
“Pihak swasta sudah memberikan jawaban bahwa akan memberikan lahan untuk dihibahkan bangun sekolah SMP dan SMA,” ujar Rudy.
Rudy menyebut, saat ini masih ada SMP dan SMA di kawasan Malasari yang beroperasi satu minggu dua kali karena harus berbagi ruang kelas.
“Kita butuh sekolah SMP dan SMA, bahkan SD pun kurang optimal baik seperti toiletnya,” tuturnya.
“Kalau membutuhkan anggarannya tidak terlalu besar dan dapat selesai dalam kurun waktu 4 sampai 5 bulan, dan di rencana kerja perangkat daerahnya ada, maka ini kami akan tindak lanjuti tahun ini,” pungkas Rudy. (Kha)




























