Juruketik.com – Debit Sungai Ciliwung yang surut dimanfaatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama ribuan warga untuk menggelar aksi gotong royong mengangkut sampah yang menumpuk di aliran sungai.
Kegiatan yang melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), serta berbagai komunitas itu dipusatkan di Kampung Bebek, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan bebersih Sungai Ciliwung yang dipimpin langsung Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin itu juga sekaligus dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (HKN) 2026 tingkat Kota Bogor.
Baca Juga: Bendung Katulampa Surut hingga 0 Cm! Begini Dampaknya bagi Bogor, Depok dan Jakarta
Pantauan di lokasi, para peserta bergotong royong mengangkat tumpukan sampah yang memenuhi Sungai Ciliwung.
Sampah yang berhasil dikumpulkan kemudian diangkut menggunakan kendaraan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga.
Jenal Mutaqin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan program Kota Bogor ASRI (Aman, Sejuk, Resik, dan Indah).
Baca Juga: Miris! Sungai Ciliwung Dipenuhi Popok, Kasur hingga Plastik, Bogor Angkut 1,2 Ton Sampah
Menurutnya, peringatan Hari Keluarga Nasional tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga harus menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia menjelaskan, pelaksanaan aksi bersih sungai merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), para camat, OPD, Forkopimda, serta berbagai elemen masyarakat.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi seremonial yang memberikan dampak positif. Kami ingin mengajak masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Bogor ASRI,” kata Jenal.
Menurutnya, persoalan sampah di sungai tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat maupun hanya mengandalkan pemerintah daerah. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan perubahan.
Ia menuturkan, kondisi debit air Sungai Ciliwung yang sedang surut membuat tumpukan sampah terlihat lebih jelas. Hal tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kesadaran menjaga kebersihan sungai masih perlu terus ditingkatkan.
Jenal mengapresiasi antusiasme generasi muda yang ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mulai dari kalangan remaja, komunitas Generasi Berencana (GenRe), milenial, hingga komunitas pesepeda bersama-sama terlibat membersihkan sungai.
“Persoalan sampah tidak mungkin selesai hanya dalam satu hari dan tidak mungkin hanya dikerjakan Pemkot. Karena itu kami melibatkan berbagai komunitas dan generasi muda yang ternyata sangat antusias,” ujarnya.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Bogor terus mendorong pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy. Fasilitas tersebut direncanakan dibangun di dua lokasi, yakni Galuga dan Kayumanis.
Jenal menyebut, berdasarkan informasi dari pemerintah pusat, peletakan batu pertama pembangunan PSEL Galuga ditargetkan dapat dilaksanakan pada awal Agustus 2026.
Selain aksi bersih Sungai Ciliwung, peringatan HKN 2026 di Kota Bogor juga diramaikan dengan berbagai kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan.
Salah satunya program percepatan penanganan stunting melalui pemeriksaan kesehatan gratis, penyediaan makanan bergizi, bantuan bagi balita, serta penyaluran 200 paket sembako kepada keluarga berisiko stunting.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, M Rusli Prihatevy mengapresiasi kolaborasi yang ditunjukkan seluruh pihak dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, OPD, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam membangun Kota Bogor.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan baik. Ini menunjukkan inisiatif dan kerja keras Pak Wakil Wali Kota beserta seluruh jajaran. Soliditas dan kolaborasi seperti ini menjadi inspirasi untuk terus membangun Kota Bogor bersama-sama,” ujar Rusli. (3RY)












