Juruketik.com – Bendung Katulampa di Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor mencatat tinggi muka air (TMA) 0 Cm pada Jumat (17/7/2026).
Kondisi ini menjadi dampak musim kemarau yang menyebabkan debit Sungai Ciliwung terus menyusut hingga berada di level terendah.
Meski demikian, kondisi tersebut masih tergolong normal dan tidak menunjukkan adanya potensi banjir kiriman ke wilayah hilir, seperti Kota Depok maupun DKI Jakarta.
Baca Juga: Warga Bogor Diminta Hemat Air, BPBD Sebut Kemarau Akan Berlangsung hingga Oktober
Petugas Bendung Katulampa, Muhamad Alwan mengatakan, penurunan tinggi muka air terjadi seiring berkurangnya pasokan air dari kawasan hulu Ciliwung akibat minimnya curah hujan selama musim kemarau.
“TMA Bendung Katulampa 0 Cm, mulai surut,” kata Alwan.
Hasil pemantauan tersebut juga sesuai dengan data Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta yang mencatat tinggi muka air Bendung Katulampa berada di angka 0 sentimeter pada waktu yang sama.
Surutnya debit Sungai Ciliwung dipengaruhi kondisi cuaca di wilayah Puncak, Kabupaten Bogor, yang dalam beberapa waktu terakhir didominasi hari tanpa hujan.
Berkurangnya aliran dari daerah hulu menyebabkan volume air yang masuk ke Bendung Katulampa terus menurun.
Meski demikian, aktivitas pemantauan di Bendung Katulampa tetap berlangsung selama 24 jam. Petugas secara berkala mengawasi perubahan tinggi muka air untuk mengantisipasi kemungkinan hujan yang dapat terjadi secara tiba-tiba di kawasan hulu.
Jika hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Puncak dan Bogor, debit Sungai Ciliwung berpotensi meningkat dalam waktu singkat.
Apabila terjadi kenaikan status tinggi muka air, informasi akan segera diteruskan kepada pemerintah daerah, BPBD, serta instansi terkait sebagai bagian dari sistem peringatan dini banjir.
Sebagai salah satu titik pemantauan utama di Sungai Ciliwung, Bendung Katulampa memiliki peran penting dalam memberikan informasi awal terkait potensi banjir bagi wilayah hilir. Data tinggi muka air menjadi acuan bagi pemerintah untuk menentukan langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan debit air.
Masyarakat yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung diimbau tetap memantau informasi resmi mengenai perkembangan cuaca dan kondisi tinggi muka air.
Walaupun saat ini situasi masih aman, kewaspadaan tetap diperlukan karena perubahan cuaca dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama pada masa peralihan musim. (3RY)













