Juruketik.com – Warga Kabupaten Bogor diminta mulai menghemat penggunaan air menyusul musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Bogor memprediksi kondisi tersebut akan berlangsung hingga Oktober 2026.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat mengatakan, pihaknya telah mengingatkan masyarakat terkait potensi datangnya musim kemarau sejak Februari lalu.
Baca Juga: 1.177 Warga Kabupaten Bogor Terdampak Krisis Air Bersih, Ini Wilayahnya
“Prediksi data dari BMKG itu kan dimulai pada Juni untuk Kabupaten Bogor dan puncaknya pada Agustus serta berakhir pada Oktober,” ujar Ade Hasrat kepada wartawan, Senin, 22 Juni 2026.
Ade menyebut, saat ini tercatat sudah ada tiga kecamatan yang terdampak kemarau dengan mengakibatkan krisis air bersih, yakni Kecamatan Citeureup, Babakan Madang, dan Nanggung.
“Meski baru tiga kecamatan, kami harus tetap bersiaga karena ini baru awal terjadinya kekeringan,” ucapnya.
Baca Juga: Kemarau Mulai Melanda Bogor, 517 Warga di Citeureup Kesulitan Air Bersih
Untuk menghadapi persoalan tersebut, kata Ade, 189 toren air telah dibangun oleh dinas terkait. Selain itu, upaya pengeboran sumur juga akan dilakukan jika terjadi kemarau berkepanjangan.
“Maka, saya menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan penghematan air karena kemarau diprediksi sampai Oktober,” pungkasnya. (Kha)



























