Juruketik.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berencana membangun mini gapura di pintu masuk gang sebagai upaya mempercantik kawasan permukiman sekaligus memperkuat identitas lingkungan.
Program yang diawali di wilayah Cibinong Raya ini nantinya akan diperluas secara bertahap hingga menjangkau 40 kecamatan di Kabupaten Bogor.
Mini gapura tersebut mengadopsi desain Gapura Tri Tangtu di Buana, gerbang utama menuju kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Bogor di Alun-Alun Tegar Beriman.
Baca Juga: JPO Tegar Beriman Siap jadi Spot Foto Baru Warga Bogor
Konsep itu dibuat dalam ukuran lebih kecil dengan tetap mempertahankan filosofi dan ciri khas desain gerbang utama.
“Bentuknya dibuat dalam versi yang lebih kecil tapi dengan tetap mempertahankan empat tingkatan seperti desain aslinya,” kata Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkim) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto kepada wartawan, Kamis 16 Juli 2026.
Untuk langkah awal, konsep mini gapura yang dirancang agar memiliki identitas yang selaras dengan gerbang kawasan pusat pemerintahan. Saat ini difokuskan di empat titik yang berada di sekitar kawasan Jalan Raya Jakarta-Bogor, tepatnya di simpang Jalan Tegar Beriman menuju Daralon.
“Saat ini pekerjaan sedang berlangsung di empat lokasi, terutama di kawasan pertigaan Jalan Tegar Beriman menuju Daralon,” terang Eko.
Menurut Eko, keberadaan mini gapura tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penanda pintu masuk lingkungan, tetapi juga menjadi elemen estetika yang memperkuat identitas kawasan.
“Tujuan utamanya sebagai ikon sekaligus memperindah lingkungan. Desainnya diselaraskan dengan gerbang pusat pemerintahan karena memiliki filosofi dan makna tersendiri bagi Kabupaten Bogor,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan mini gapura tidak akan berhenti di kawasan sekitar pusat pemerintahan.
Pemkab Bogor berencana memperluas konsep tersebut hingga ke berbagai wilayah di 40 kecamatan secara bertahap.
“Harapan Pak Bupati, nantinya setiap gang di Kabupaten Bogor memiliki konsep gapura yang seragam seperti ini. Namun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap karena harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran serta kondisi di masing-masing wilayah kecamatan,” pungkas Eko. (Kha)












