Juruketik.com – Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor meluncurkan inovasi pelayanan publik bertajuk Sahabat Bosel atau Smart, Adaptif, Harmonis, Aman, Berdaya, Amanah, dan Tangguh Bogor Selatan.
Melalui inovasi ini, masyarakat nantinya bisa menyampaikan laporan terkait bencana, gangguan keamanan, hingga persoalan sampah melalui satu jalur pelayanan yang disiapkan pemerintah kecamatan.
Camat Bogor Selatan, Harry Cahyadi mengatakan, inovasi tersebut lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, adaptif, dan tetap berlandaskan regulasi.
“Forkopimcam Bogor Selatan ingin memberikan hadiah istimewa bagi masyarakat melalui inovasi Sahabat Bosel,” kata Harry kepada wartawan, 23 Juli 2026.
“Kami akan membangun sistem pelayanan berbasis platform digital dan regulasi, sehingga setiap langkah yang dilakukan tetap sesuai aturan, namun pelayanan kepada masyarakat semakin cepat dan mudah,” sambungnya.
Menurutnya, Sahabat Bosel bukan sekadar slogan, tetapi menjadi filosofi pelayanan yang menempatkan pemerintah sebagai sahabat masyarakat tanpa mengurangi kewajiban menjalankan aturan yang berlaku.
Baca Juga: Longsor Terjang Bogor Selatan, DPRD Dorong Penambahan Anggaran Darurat Bencana
Dikatakan Harry, selama enam bulan menjabat sebagai Camat Bogor Selatan, dirinya melakukan kajian terhadap kualitas pelayanan publik.
Hasilnya menunjukkan bahwa pelayanan administrasi seperti pengurusan KTP, KK, administrasi kependudukan hingga surat keterangan waris sudah berjalan baik. Namun, pelayanan nonadministrasi seperti penanganan aspirasi, pengaduan, hingga penyebarluasan informasi pemerintah masih perlu diperkuat.
“Masih banyak program pemerintah kota, provinsi maupun pusat yang belum tersampaikan secara maksimal kepada masyarakat. Karena itu, kami juga ingin memperkuat publikasi dan komunikasi agar masyarakat mengetahui berbagai program yang bisa dimanfaatkan,” ucap dia.
Sebagai langkah awal, Kecamatan Bogor Selatan akan menghadirkan hotline pengaduan terpadu yang menjadi pusat pelayanan masyarakat. Selama ini laporan warga tersebar di berbagai media, mulai dari akun Instagram kecamatan, kelurahan hingga nomor pribadi aparatur.
Melalui Sahabat Bosel, seluruh pengaduan akan difokuskan pada tiga isu prioritas. Yakni, pertama adalah kebencanaan.
Harry menjelaskan, kondisi geografis Bogor Selatan memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi dibandingkan wilayah lain. Dalam enam bulan terakhir saja tercatat sekitar 45 kejadian bencana, mulai dari longsor, banjir, hingga angin puting beliung.
“Kami ingin masyarakat lebih mudah melaporkan kejadian bencana sehingga penanganannya bisa dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi,” ungkapnya.
Prioritas kedua adalah keamanan dan ketertiban masyarakat. Kecamatan Bogor Selatan bersama Forkopimcam, Polsek, Koramil, serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan terus memperkuat edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai langkah pencegahan terhadap tawuran, penyalahgunaan minuman keras, dan berbagai gangguan kamtibmas lainnya.
“Kami lebih mengedepankan langkah preventif melalui edukasi agar masyarakat, khususnya anak-anak muda, tidak terjerumus dalam perilaku yang merugikan,” jelas Harry.
Sementara isu ketiga adalah kebersihan dan pengelolaan sampah, yang menjadi bagian dari dukungan terhadap pembangunan proyek strategis nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Harry mengatakan Pemerintah Kota Bogor menargetkan Kota Bogor bebas sampah pada 2027 hingga tahun-tahun berikutnya. Karena itu, seluruh kecamatan diminta aktif mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan serta mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik.
“Kami akan melakukan komunikasi, edukasi, mitigasi hingga pendampingan di lapangan agar masyarakat memahami bahwa sampah bukan hanya limbah, tetapi juga dapat menjadi bahan baku PSEL untuk menghasilkan energi listrik,” beber dia.
Saat ini, pemerintah pusat telah mendukung pembangunan dua fasilitas PSEL untuk wilayah Bogor, yakni di Galuga dan Kayumanis. Menurut Harry, keberhasilan proyek tersebut sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari lingkungan masing-masing.
“Dengan kolaborasi antara pemerintah, Forkopimcam, dan masyarakat, kami optimistis inovasi Sahabat Bosel mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih responsif sekaligus mendukung terwujudnya Bogor Selatan yang aman, tertib, tangguh, dan bersih,” pungkasnya. (3RY)









