Juruketik.com – Rencana pembangunan Pembangkit atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor memasuki babak baru.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor resmi menerima hibah lahan seluas lima hektare dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD sebagai lokasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern tersebut.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, selain menghasilkan energi listrik, kawasan PSEL Galuga juga dirancang untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif atau waste to fuel, seperti biogas, biodiesel, hingga bahan bakar minyak cair.
Baca Juga: Begini Cara Kerja PSEL di Bogor dan Dampaknya bagi Lingkungan
“Kami menerima hibah lahan dari TNI yakni milik Kopassus. Lahan ini digunakan untuk pengolahan sampah energi listrik dan waste to fuel,” kata Rudy belum lama ini.
Dalam posisi tersebut, lanjutnya, Pemkab Bogor juga memberikan hibah kepada TNI dengan luasan yang sama, yakni lima hektare.
Lahan tersebut, kata Rudy, berada di wilayah Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.
“Pemerintah Kabupaten Bogor menghibahkan kepada TNI, lahan yang sama sebagai pengganti. Peruntukannya adalah untuk perumahan prajurit. Kita hibahnya tanah yang di Desa Tajur, Kecamatan Citeureup,” jelasnya.
Rudy mengungkap total lahan yang dihibahkan TNI untuk pembangunan PSEL Galuga yakni seluas 10 hektare. Namun itu dibagi merata dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
“Dari Kopassus totalnya 10 hektare, 5 hektare ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, 5 hektarnya oleh Pemerintah Kota Bogor,” tandasnya. (Kha)















