Juruketik.com – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor melibatkan 70 pemuda untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.
Puluhan pemuda tersebut disiapkan menjadi penyuluh pemuda anti narkoba yang diharapkan mampu mengedukasi masyarakat, khususnya teman sebaya, mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.
Para pemuda yang tergabung dalam Pemuda Gema Keadilan itu mengikuti Kegiatan Pengaderan Penyuluh Pemuda Anti Narkoba Tahun 2026 Angkatan 1 yang digelar Dispora Kabupaten Bogor melalui Bidang Layanan Kepemudaan (LK).
Kegiatan berlangsung selama empat hari, 18-21 Agustus 2026, di Hotel Mega, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta strategi membangun lingkungan yang sehat melalui berbagai aktivitas positif.
Sejumlah narasumber turut dihadirkan, di antaranya dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan PT Fikar Edutama Manajemen.
Kepala Dispora Kabupaten Bogor, Asnan AP mengatakan, keterlibatan pemuda menjadi salah satu kekuatan penting dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, pemuda memiliki kedekatan dengan kelompok sebaya sehingga lebih mudah menyampaikan pesan edukasi secara langsung di lingkungannya.
“Pemuda memiliki peran penting dalam upaya pencegahan narkoba. Karena itu, kami berharap para kader yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadi agen perubahan dan memberikan pengaruh positif di lingkungan masing-masing,” kata Asnan AP.
Ia berharap pembekalan yang diberikan tidak berhenti pada pemahaman mengenai bahaya narkoba. Para peserta juga diharapkan mampu meneruskan informasi tersebut kepada masyarakat serta mendorong generasi muda untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang produktif.
Dengan demikian, keberadaan kader penyuluh pemuda anti narkoba diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menciptakan generasi muda Kabupaten Bogor yang sehat, produktif, dan berprestasi.
Sementara itu, Ketua Tim Substansi Pemberdayaan Pemuda Dispora Kabupaten Bogor, Laili Fikriyah mengatakan, pengaderan tersebut merupakan langkah untuk meningkatkan kapasitas pemuda agar tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menyebarkan edukasi di lingkungannya.
“Kami ingin para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang bahaya narkoba, tetapi juga mampu menjadi penyuluh di lingkungan masing-masing. Mereka diharapkan bisa mengedukasi teman sebaya dan masyarakat agar semakin sadar terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba,” ujar Laili.
Melalui pengaderan tersebut, Dispora Kabupaten Bogor mendorong terbentuknya jaringan pemuda yang aktif menyuarakan pencegahan narkoba sekaligus menjadi contoh dalam membangun pola pergaulan dan aktivitas yang lebih positif. (*)












