Juruketik.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menargetkan pembangunan Jembatan Sitanggerang dan Jembatan Pesanggrahan di Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang) rampung pada Desember 2026.
Kedua jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya menuntaskan konektivitas Jalan Bomang menuju pusat pemerintahan Kabupaten Bogor di Cibinong.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, berdasarkan laporan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor, pembangunan kedua jembatan tersebut masih berjalan sesuai jadwal.
Baca Juga: Jembatan Situ Nanggerang Ditarget Rampung Desember, Rudy Susmanto Ingatkan Ancaman Cuaca
“Jalan dan jembatan, tahapannya masih on the track, masih sesuai jadwal,” kata Rudy kepada wartawan.
Ia ingin pekerjaan dipercepat. Sehingga seluruh pihak diharapkan mendukung pembangunan tersebut, termasuk memberikan kesempatan kepada penyedia jasa menambah jam kerja hingga malam hari.
Menurut Rudy, penambahan jam kerja diperlukan untuk mengantisipasi kondisi cuaca memasuki Oktober hingga Desember yang berpotensi menghambat pekerjaan konstruksi.
Baca Juga: Pemkab Bogor Target Flyover Bomang Dibangun 2027, Anggaran Capai Rp150 Miliar
“Kita hanya minta waktu tiga bulan supaya Desember tuntas. Izinkan penyedianya untuk bekerja melewati batas jam kerja yang sudah ditentukan, kalau bisa dilembur malam hari, biar dilembur malam hari,” jelasnya.
Diketahui, pembangunan Jembatan Sitanggerang dan Jembatan Pesanggrahan merupakan bagian dari penyelesaian Jalan Bomang yang menghubungkan kawasan Bojonggede, Kemang dan Parung menuju pusat pemerintahan Kabupaten Bogor di Cibinong.
Pemkab Bogor sebelumnya menyiapkan pembangunan secara bertahap untuk menuntaskan konektivitas Jalan Bomang.
Setelah pembangunan dua jembatan selesai, ruas tersebut akan disambungkan dengan Jalan Tegar Beriman melalui pembangunan jalan layang atau flyover.
Jalan layang tersebut diperlukan karena ujung Jalan Bomang menuju Jalan Tegar Beriman terhalang lintasan rel kereta api Bogor-Jakarta dan aliran sungai.
Berdasarkan detail engineering design (DED) yang telah disusun, pembangunan jalan layang Bomang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp150 miliar.
Pemkab Bogor menargetkan pembangunan jalan layang dilaksanakan pada 2027 sebagai kelanjutan penyelesaian dua jembatan pada tahun 2026.
“Tahun 2027, Flyover Bomang akan mulai dibangun sehingga terhubung sampai simpang empat Bomang,” kata Rudy.
Ia menjelaskan, flyover tersebut akan mengatasi keterpisahan jalur akibat lintasan rel KRL Bogor-Jakarta sekaligus membuka akses langsung dari kawasan Bojonggede-Kemang menuju Jalan Tegar Beriman.
Pemkab Bogor akan terlebih dahulu melaksanakan sejumlah tahapan, mulai dari penetapan lokasi, appraisal, hingga pembebasan lahan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
Jembatan Sitanggerang direncanakan menjadi jembatan terpanjang di jalur tersebut, sedangkan Jembatan Pesanggrahan disiapkan untuk memperkuat jaringan penghubung menuju kawasan pembangunan flyover.
Menurut Rudy, setelah seluruh jaringan tersebut tersambung, masyarakat dari Bojonggede, Kemang hingga Parung akan memiliki akses lebih langsung menuju Cibinong tanpa harus memutar melalui Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) maupun Sentul.
Pemkab Bogor juga akan melanjutkan penataan kawasan Parung setelah konektivitas tersebut terbuka, termasuk menata pedagang kaki lima (PKL) dengan menyediakan tempat relokasi yang layak.
Pemerintah telah menyiapkan lahan sekitar dua hektare di sekitar pasar sebagai alternatif lokasi penataan, sekaligus untuk rencana pembangunan pasar ikan yang terintegrasi dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami tidak ingin niat baik pemerintah membangun justru mematikan usaha yang sudah ada. Semua harus ditata bersama agar berdampak positif bagi ekonomi masyarakat,” tandas Rudy. (Kha)













