Juruketik.com – Trase baru Jalan Batutulis, Kota Bogor, ditargetkan segera dibuka untuk masyarakat setelah seluruh pembangunan dan fasilitas pendukung dinyatakan siap. Sebelum digunakan secara penuh, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana akan melakukan uji coba jalur tersebut terlebih dahulu.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, progres pembangunan trase baru Jalan Batutulis saat ini telah mencapai 79 persen. Meski terdapat deviasi sekitar dua persen, ia optimistis pembangunan dapat rampung sesuai target pada akhir Oktober 2026.
”Capaian sudah di 79 persen, artinya deviasi dua persen. Alhamdulillah, mudah-mudahan sesuai dengan target di akhir bulan Oktober ini bisa selesai 100 persen,” kata Dedie kepada wartawan usai meninjau pembangunan trase baru Jalan Batutulis, Rabu 7 Oktober 2026.
Baca Juga: Kabar Terbaru Pembangunan Trase Jalan Baru Batutulis Bogor: Progres Hampir 45 Persen, Target Dibuka November
Dedie Rachim mengatakan, pembangunan trase baru Jalan Batutulis menjadi salah satu agenda yang tengah disiapkan untuk dibuka dan digunakan menjelang pelaksanaan Porprov Jawa Barat 2026.
Ia menyebut, Gubernur Jawa Barat juga telah menyampaikan rencana untuk hadir di Kota Bogor dalam sejumlah agenda, di antaranya penutupan Porprov, pembukaan trase baru Jalan Batutulis, serta rapat koordinasi terkait infrastruktur dan transportasi antarwilayah di Jawa Barat.
”Kemudian ada rencana untuk melaksanakan kegiatan rapat koordinasi terkait dengan infrastruktur dan transportasi daerah. Jadi artinya ada satu rangkaian acara Pak Gubernur hadir ke Kota Bogor untuk beberapa agenda,” ujarnya.
Baca Juga: Wali Kota Bogor Tegur Kontraktor Proyek Batutulis, Ceceran Tanah di Jalan Berpotensi Membahayakan Pemotor
Meski demikian, Dedie menegaskan trase baru tersebut tidak serta-merta langsung diresmikan. Sebelum digunakan secara penuh, jalur akan terlebih dahulu melalui tahap uji coba, termasuk melengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti rambu-rambu dan penerangan.
”Kalau dilalui kan kita ada semacam uji coba. Kemudian melengkapi rambu-rambu, lampu dan lain sebagainya. Ada beberapa proses, makanya tidak perlu langsung diresmikan, justru diuji cobakan dulu,” jelasnya.
Selain pembangunan jalan, Dedie juga meminta Dinas PUPR segera menangani bangunan yang berada di ujung trase baru untuk dibongkar. Area tersebut nantinya akan ditata menjadi taman yang terhubung dengan kawasan Leuweung Batutulis.
Menurutnya, penataan kawasan Leuweung Batutulis perlu dilakukan secara hati-hati karena kondisi lahannya berada di tebing dan memiliki riwayat longsor.
Dedie mengatakan, pemilihan jenis tanaman menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Penanaman pohon dengan akar yang terlalu kuat dikhawatirkan dapat memberikan tekanan terhadap struktur tebing maupun dinding konstruksi.
”Kalau ditanami dengan tanaman keras dengan akar yang menancap kemudian nanti mempengaruhi dinding TPT-nya underpass, kan ini juga risiko,” katanya.
Karena itu, Pemkot Bogor akan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk menentukan jenis pepohonan yang aman ditanam di kawasan tersebut. Sementara area yang berada di depan dan bersebelahan dengan Istana Batutulis nantinya dapat dibuat lebih hijau dan dipadatkan dengan pepohonan.
Dedie berharap, pembangunan trase baru dan penataan kawasan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi kawasan baru yang membanggakan bagi Kota Bogor.
”Jalan tembus lagi, kemudian juga kita sudah punya taman yang indah lagi di Bogor yang menjadi kebanggaan Kota Bogor, bersebelahan dengan Istana Batutulis, dengan Museum Pajajaran. Kemudian juga ada trase baru, pemandangannya indah. Ini anugerah buat Kota Bogor,” ucapnya.
Di sisi lain, Dedie juga telah berkomunikasi dengan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk memastikan kondisi underpass Batutulis dalam keadaan aman sebelum dibuka untuk masyarakat.
Ia menjelaskan, pengelolaan underpass tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian karena merupakan bagian dari proyek strategis nasional.
”Saya ingin memastikan nanti pas dibuka menjelang Porprov kondisinya sudah aman, sudah bisa dilalui, dan tentu juga bukan hanya untuk kegiatan Porprov saja, tetapi juga untuk masyarakat,”” tegasnya.
Dedie menambahkan, rencana pembukaan trase baru Batutulis masih menyesuaikan kesiapan seluruh infrastruktur pendukung serta agenda kedatangan Gubernur Jawa Barat ke Kota Bogor.
”Jadi ada beberapa agenda sekaligus ke Bogor untuk ini, kemudian juga ada tadi rapat koordinasi tentang infrastruktur dan transportasi antar wilayah di Jawa Barat, sekaligus juga satu lagi Penutupan Porprov, meresmikan tarse Batutulis dan juga tadi rapat koordinasi,” pungkasnya. (3RY)
















