Juruketik.com – Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menegaskan akan menegur kontraktor proyek trase atau jalan baru Batutulis setelah masih ditemukan ceceran tanah di badan jalan yang dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
Selain menyoroti kondisi tersebut, Dedie Rachim juga mengingatkan pentingnya penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) selama pelaksanaan proyek agar keselamatan pekerja maupun masyarakat tetap terjaga.
Pantauan di lokasi pada Senin, 13 Juli 2026, menunjukkan masih banyak ceceran tanah di badan jalan sekitar proyek.
Padahal, pihak kontraktor mengklaim telah melakukan pembersihan dan penyemprotan air secara rutin mulai dari pintu masuk proyek hingga kawasan Museum Pajajaran atau Bale Ageung.
Namun, di lapangan kondisi jalan masih dipenuhi sisa tanah. Penyemprotan air justru membuat permukaan jalan menjadi basah tanpa menghilangkan seluruh material yang berserakan.
Situasi tersebut dikhawatirkan meningkatkan risiko kendaraan, terutama sepeda motor, tergelincir.
Baca Juga: Progres Baru 6 Persen, Dedie Rachim Ungkap Kendala dan Rencana Jalan Trase Baru Batutulis
”Nanti saya tegur kontraktor yang tidak menerapkan K3. Saya saja ke proyek mencontohkan menggunakan helm dan rompi. Masa mereka tidak menerapkan K3,” kata Dedie Rachim kepada wartawan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin turut menyoroti persoalan sisa tanah yang sempat menjadi perhatian masyarakat karena masih berserakan di badan jalan.
Ia meminta para pekerja lebih memperhatikan material hasil angkutan proyek agar tidak tercecer di jalur yang dilalui masyarakat.
Menurut Jenal, berdasarkan penjelasan kontraktor, pembersihan dilakukan setiap sore sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Pembersihan tidak dilakukan berulang kali pada siang hari karena dikhawatirkan memicu kemacetan serta genangan air yang dapat mengganggu arus lalu lintas.
”Oleh karena itu, pembersihan dilakukan setiap sore oleh para petugas yang ditunjuk pihak kontraktor. Setiap sore area disemprot menggunakan alat steam kendaraan. Sudah kami pastikan bahwa proses tersebut terus dilakukan sesuai dengan SOP,” ujarnya.
Di sisi lain, perwakilan PT Promix Prima Karya, Dudung Agus memastikan setiap kendaraan yang keluar dari area proyek terlebih dahulu dibersihkan. Selain itu, penyemprotan jalan dilakukan secara rutin tiga kali sehari.
”Kami semprot pagi, siang, sama menjelang magrib, Pak,” kata Dudung.
Ia menambahkan, selain penyemprotan, petugas juga melakukan penyapuan untuk mengurangi sisa tanah yang terbawa ke badan jalan.
”Dengan alat sapu diikuti alat siram steam mobil. Nanti alat semprotnya saya fotokan,” pungkasnya. (3RY)
















