Writy.
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
No Result
View All Result
Writy.
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
No Result
View All Result
Writy.
No Result
View All Result
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK

Konsep Penataan Batutulis Bogor Berubah, dari Leuweung Kini jadi Taman

8 Oktober 2026
in BERITA UTAMA, BOGOR
3 1
0
Konsep Penataan Batutulis Bogor Berubah, dari Leuweung Kini jadi Taman

Penampakan Jalan Saleh Danasasmita yang ditata jadi taman oleh Pemkot Bogor.

Share on FacebookShare on WhatsappShare on TelegramShare on LineShare on Email

Juruketik.com – Konsep penataan kawasan Batutulis di Jalan Saleh Danasasmita, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, mengalami perubahan.

Kawasan yang sebelumnya disiapkan dengan konsep leuweung kini diarahkan menjadi taman dengan pemilihan vegetasi yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan setempat.

Perubahan konsep tersebut dilakukan setelah Pemerintah Kota Bogor memberikan masukan terhadap rencana penataan yang sebelumnya digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat atau Pemprov Jabar.

Baca Juga: Tinjau Pembangunan Leuweung Batutulis Bogor, Dedie Rachim Kecewa: Ini Harusnya Hutan Kota

Salah satu pertimbangan utama adalah kondisi lahan Batutulis yang berada di area tebing dan dinilai membutuhkan penataan vegetasi yang tidak mengganggu stabilitas lereng.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi mengatakan, karakteristik tanah di kawasan tersebut membuat pemilihan vegetasi tidak bisa dilakukan sembarangan.

Menurutnya, kondisi tebing relatif labil dan di bagian bawah kawasan masih terdapat sumber mata air. Karena itu, jenis tanaman yang nantinya menghiasi kawasan harus dipilih dengan mempertimbangkan faktor keamanan lereng.

Baca Juga: Trase Baru Jalan Batutulis Bogor Segera Dibuka, Pemkot Siapkan Uji Coba Sebelum Digunakan

“Ini kan tanah tebingan, kondisi labil. Artinya, di bawah juga masih ada sumber mata air. Nah, kondisi ini yang harus kita pilih, tanaman apa yang tepat di lereng yang tidak mengganggu kestabilan lereng,” kata Chusnul.

Ia menjelaskan, tanaman berukuran besar dengan akar yang kuat dan tajuk lebat berpotensi memberikan beban tambahan terhadap kawasan. Terlebih, tanaman dengan karakter seperti itu juga memiliki risiko ketika diterpa angin.

“Mungkin kalau yang akar tunggang ke bawah tapi lebat seperti pohon penebes, dia juga kalau kena angin dan segala macam juga akan mengangkat,” ujarnya.

Atas pertimbangan tersebut, Pemkot Bogor lebih mengarahkan penghijauan menggunakan tanaman yang tidak tumbuh terlalu besar. Tanaman perdu dan jenis teh-tehan menjadi beberapa pilihan yang dinilai lebih sesuai untuk kondisi kawasan.

“Mungkin semacam perdu ataupun taman-taman teh-tehan yang tidak terlalu besar. Seperti itu yang kita pilih nanti,” jelasnya.

Penataan juga akan memperhatikan vegetasi yang saat ini sudah berada di sekitar jalur pedestrian. Salah satunya tanaman kalatea yang dinilai lebih ringan dan dapat digunakan untuk memperkaya tampilan kawasan tanpa memberikan beban besar terhadap lereng.

“Kalau tanaman yang di atas pejalan kaki ini kalatea. Ini kan tidak ada apa pun, dia kan cuma tanaman hias saja,” kata Chusnul.

Ia menambahkan, kawasan tersebut tetap akan dibuat hijau dan dipenuhi tanaman. Namun, penghijauan dilakukan dengan memperhatikan kemampuan lahan dalam menopang vegetasi.

“Kalau lahan ini kita ramaikan nanti pohonnya seperti itu. Tidak yang berat-berat untuk menambah beban dari tebingan tadi,” ungkapnya.

Selain penghijauan, jalur pedestrian yang berada di kawasan tersebut juga mulai dapat dimanfaatkan masyarakat. Chusnul mengatakan warga sudah diperbolehkan menggunakan jalur tersebut untuk berjalan kaki, meski pekerjaan penataan kawasan secara keseluruhan belum sepenuhnya selesai.

“Sudah, bisa dipakai jalan. Tapi karena semuanya belum selesai, mungkin masih menunggu dulu. Tapi tidak bisa pakai motor,” tegasnya.

Menurutnya, penggunaan jalur pedestrian oleh masyarakat saat ini juga sudah terlihat, terutama warga yang berjalan kaki melintasi kawasan tersebut.

Sementara itu, rencana penggunaan pohon trembesi dipastikan tidak menjadi pilihan untuk penghijauan di area lereng. Jenis pohon tersebut dinilai tidak sesuai dengan karakteristik kawasan yang membutuhkan vegetasi dengan beban dan pertumbuhan yang lebih terkendali.

“Tidak, trembesi tidak akan kuat nanti di sini,” ujarnya.

Chusnul menegaskan, aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan jenis tanaman. Vegetasi yang dipilih harus mampu memperindah kawasan tanpa mengganggu struktur tebing atau meningkatkan risiko terjadinya longsor.

“Yang tadi, kita sifatnya tidak mengganggu struktur dari tebingan tadi. Tidak menjadikan tebingan tadi menjadi rawan untuk longsor,” jelasnya.

Untuk jumlah tanaman yang akan ditanam, Disperumkim belum menetapkan angka pasti. Jumlah tersebut nantinya disesuaikan dengan luas lahan, kondisi kawasan serta jenis tanaman yang dipilih.

“Belum tahu, nanti kita lihat. Kalau melihat sebelah sini banyak, bisa tanam tergantung pohonnya juga. Seperti itu, tidak bisa ditentukan begitu saja,” katanya.

Chusnul memperkirakan tanaman berukuran kecil seperti kalatea dapat ditanam dalam jumlah cukup banyak. Bahkan, pada area tertentu jumlahnya dapat mencapai ratusan tanaman.

“Luasan seperti ini tidak bisa. Di atas sedikit ini, seperti kalatea ini sudah bisa sampai 300-an tanaman yang ditanam,” tuturnya.

Ia memastikan konsep penghijauan kawasan tidak akan didominasi pohon-pohon hutan berukuran besar. Penataan lebih diarahkan pada tanaman perdu dan vegetasi yang sesuai dengan karakteristik lahan.

“Tidak. Cuma semacam, ya, ini saja. Tanaman perdu. Yang penting ramai, tapi tidak mengganggu kondisi stabilitas lereng tadi. Tapi akan tetap ada pohonnya,” pungkasnya. (3RY)

Tags: Bogor SelatanChusnul RozaqiDisperumkim Kota BogorJalan Saleh DanasasmitaLeuweung BatutulisPemkot BogorTaman Batutulis

BERITA LAINYA

Boris Derurasman Purna Bakti Setelah Hampir 39 Tahun Mengabdi di Pemkot Bogor, Ketua DPRD Sampaikan Apresiasi

Boris Derurasman Purna Bakti Setelah Hampir 39 Tahun Mengabdi di Pemkot Bogor, Ketua DPRD Sampaikan Apresiasi

by admin juruketik
8 Oktober 2026
0

Juruketik.com - Sekretaris DPRD Kota Bogor, Boris Derurasman resmi memasuki masa purna bakti setelah hampir 39 tahun mengabdi di lingkungan...

DPRD Kota Bogor Sahkan Perda Pasar Rakyat dan Adminduk, Apa Dampaknya bagi Warga?

DPRD Kota Bogor Sahkan Perda Pasar Rakyat dan Adminduk, Apa Dampaknya bagi Warga?

by admin juruketik
8 Oktober 2026
0

Juruketik.com - Warga Kota Bogor bakal memiliki landasan aturan baru terkait penyelenggaraan pasar rakyat dan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk). Foto...

Kemarau Panjang Tinggalkan Retakan Tanah, Pemkab Bogor Waspadai Ancaman Longsor

Kemarau Panjang Tinggalkan Retakan Tanah, Pemkab Bogor Waspadai Ancaman Longsor

by admin juruketik
8 Oktober 2026
0

Juruketik.com - Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bogor meninggalkan retakan tanah di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut kini menjadi perhatian Pemerintah...

Bacakan Pembukaan UUD 1945 di Hari Kesaktian Pancasila, Adityawarman Tegaskan Pentingnya Persatuan

Bacakan Pembukaan UUD 1945 di Hari Kesaktian Pancasila, Adityawarman Tegaskan Pentingnya Persatuan

by admin juruketik
8 Oktober 2026
0

Juruketik.com - Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan menjadikan nilai-nilai Pancasila serta konstitusi sebagai...

BERITA POPULER

  • Mengenal Sosok Ahmad Ridwan Priagoh, Pemuda Bogor yang Tembus Top 8 BSSN Cuma Modal HP Android

    Mengenal Sosok Ahmad Ridwan Priagoh, Pemuda Bogor yang Tembus Top 8 BSSN Cuma Modal HP Android

    11 shares
    Share 4 Tweet 3
  • Cek Revitalisasi Sekolah di Bogor, Menko Sugiono: Belum Semua Kebutuhan Tersentuh

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Rekomendasi 10 Tempat Wisata di Bogor Cocok Buat Liburan Bareng Anak, Lengkap dengan Harga Tiket Masuk

    133 shares
    Share 92 Tweet 58
  • Jelang Peparda Jabar 2026, Satgas Pelatcab NPCI Kabupaten Bogor Cek Kesiapan Atlet di Sejumlah Cabor

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Cekcok Berujung Penganiayaan di Pasar Griya Bukit Jaya Bogor, Ini Awal Masalahnya

    7 shares
    Share 3 Tweet 2

Rekomendasi

Hobi Belanja, Masyarakat Dibuat Praktis melalui Fitur Google Lens di HP

Hobi Belanja, Masyarakat Dibuat Praktis melalui Fitur Google Lens di HP

3 Juli 2022
Pemkot Bogor Terus Berupaya Mengoperasikan Lagi Biskita

Pemkot Bogor Terus Berupaya Mengoperasikan Lagi Biskita

30 Januari 2025
Terima Kasih ke PKB dan PDIP, Dokter Rayendra : Partai Lain Menyusul

Terima Kasih ke PKB dan PDIP, Dokter Rayendra : Partai Lain Menyusul

6 Juni 2024
DPRD Tetapkan Alat Kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bogor

DPRD Tetapkan Alat Kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bogor

26 September 2024
Polisi Ciduk Dua Pengedar Ganja di Bogor, 11 Paket Diamankan

Polisi Ciduk Dua Pengedar Ganja di Bogor, 11 Paket Diamankan

25 Juli 2022
Pemkab Bogor Pastikan Gaji ASN Tetap Aman Meski Dana Transfer Pusat Dipangkas Rp622 Miliar

Pemkab Bogor Pastikan Gaji ASN Tetap Aman Meski Dana Transfer Pusat Dipangkas Rp622 Miliar

2 Agustus 2026
JURU KETIK

Selamat Datang di Juruketik.com
Portal Berita yang dikelola oleh PT JURUKETIK MEDIA DIGITAL - SK Kemenkumham : AHU-044948.AH.01.30.Tahun 2022

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • GALERI

© 2022 <a href="https://juruketik.com/" All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist