Juruketik.com – Cabang olahraga (cabor) Petanque Kota Bogor membidik empat medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026.
Untuk mewujudkan target tersebut, sejumlah nomor pertandingan andalan telah dipetakan sebagai peluang meraih emas dalam ajang yang berlangsung pada 8-13 November 2026 di Hotel Green Forest, Kecamatan Bogor Selatan.
Ketua Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kota Bogor, Eka Wardhana mengatakan, target tersebut telah melalui pertimbangan berdasarkan kemampuan atlet dan hasil pembinaan yang selama ini dijalankan.
Baca Juga: 12 Atlet Selam Kota Bogor Siap Bersaing di Porprov Jabar 2026, Pede Lampaui Target 3 Emas
Ia menjelaskan, persiapan tim petanque Kota Bogor sudah dilakukan selama kurang lebih dua tahun melalui program latihan terpusat.
Dari 15 atlet yang mengikuti seleksi, sebanyak delapan atlet terbaik akhirnya dipilih untuk mewakili Kota Bogor pada 13 nomor pertandingan.
“Target kami empat medali emas, insyaallah mudah-mudahan tercapai. Kemampuan atlet di Jawa Barat ini cukup merata, sehingga kami menetapkan target yang realistis sesuai dengan hasil latihan dan potensi atlet,” ujar Eka, Selasa (3/11/2026).
Baca Juga: Hapkido Kota Bogor Bidik 3 Emas di Porprov Jabar 2026, 13 Atlet Mulai Dimatangkan
Untuk memenuhi target tersebut, FOPI Kota Bogor telah memetakan sejumlah nomor yang dinilai memiliki peluang besar menyumbangkan medali emas. Di antaranya nomor beregu putra dan beregu putri, serta nomor double men dan triple mix.
Meski demikian, Eka menilai persaingan di cabang olahraga petanque tidak bisa dianggap ringan. Sebab, kekuatan atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat relatif berimbang, sehingga setiap pertandingan membutuhkan kesiapan teknik, fisik, dan mental yang maksimal.
Kendati menghadapi persaingan ketat, peluang Kota Bogor untuk memperbaiki pencapaian pada Porprov kali ini dinilai lebih besar.
Pasalnya, jumlah atlet yang diturunkan mengalami peningkatan dibandingkan edisi sebelumnya, ketika Kota Bogor hanya mengirimkan tiga atlet dan meraih satu medali perunggu.
“Kalau Porprov sebelumnya kita cuma dapat satu perunggu karena keterbatasan atlet, kita hanya dikirimkan tiga atlet. Kalau sekarang hampir semua nomor kita ikuti, jadi kita semakin optimistis,” jelasnya.
Untuk menjaga konsistensi dan kemampuan atlet menjelang pertandingan, program latihan terus dimaksimalkan dengan frekuensi dua kali dalam sepekan.
Pelaksanaan persiapan tersebut juga dilakukan dengan mengikuti arahan teknis dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Eka berharap status Kota Bogor sebagai tuan rumah dapat memberikan motivasi tambahan bagi para atlet untuk tampil maksimal.
Persiapan yang telah dilakukan sejak jauh hari menjadi bekal untuk bersaing sekaligus mewujudkan target medali di hadapan pendukung sendiri.
“Dengan status sebagai tuan rumah yang telah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari, kita bertekad untuk menyapu bersih target dan menorehkan tinta emas di rumah sendiri,” ucapnya.
Selain kesiapan atlet, FOPI Kota Bogor juga terus mematangkan fasilitas pertandingan. Eka menyebut progres persiapan venue petanque saat ini telah mencapai sekitar 90 persen dan dinilai telah memenuhi standar nasional.
Kesiapan arena tersebut juga mendapat perhatian dari jajaran FOPI Jawa Barat yang telah melakukan kunjungan dan memberikan apresiasi.
Penilaian positif itu menjadi dorongan bagi pengurus untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung siap digunakan selama pelaksanaan Porprov.
“Alhamdulillah kami mendapat apresiasi bahwa venue kami selama ada Porprov, bahkan setingkat PON, ini bisa lebih representatif dibandingkan Porprov-porprov sebelumnya,” pungkasnya. (3RY)











