Juruketik.com – Wujud jalan baru di kawasan Batutulis, Kota Bogor, mulai terlihat seiring pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita yang terus dikebut.
Hingga Kamis (24/9/2026), progres pekerjaan telah mencapai sekitar 70 persen, meningkat dari sebelumnya 60,793 persen.
Percepatan pembangunan dilakukan untuk mengejar target penyelesaian proyek pada 21 Oktober 2026, dengan sejumlah pekerjaan seperti pengecoran badan jalan dan pembangunan dinding penahan tanah (DPT) masih terus berlangsung.
Perwakilan pelaksana proyek, Aditya mengatakan, salah satu pekerjaan yang terus digenjot adalah pengecoran badan jalan. Hingga Kamis pagi, pengecoran telah mencapai STA 220.
“Untuk badan jalan seluruhnya, Alhamdulillah, hari ini tadi subuh kami sudah selesai pengecoran sampai STA 220,” kata Aditya.
Untuk mempercepat pengerjaan, tim menggunakan metode beton fast track. Dengan metode tersebut, beton membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk mencapai tingkat pengerasan yang memungkinkan pekerjaan berikutnya dilanjutkan.
Baca Juga: Ono Surono Tinjau Pembangunan Jalan Baru Batutulis Bogor, Proyek Ditarget Rampung Oktober 2026
Selain badan jalan, pekerjaan Dinding Penahan Tanah (DPT) juga terus dikebut. Progres pengecorannya kini telah mencapai sekitar 75 persen.
Aditya menargetkan pengecoran DPT hingga bagian top rampung pada Jumat pekan ini. Setelah itu, pekerjaan akan dilanjutkan dengan tahapan subgrade yang direncanakan mulai dikerjakan pada pekan depan.
“Setelah DPT selesai, kami masuk ke subgrade. Kurang lebih pengerjaannya sekitar satu sampai satu setengah minggu,” jelasnya.
Di sisi lain, persiapan fasilitas pedestrian juga mulai dilakukan. Material paving berukuran 20×20 telah berada di lokasi proyek, sedangkan kanstin, paving 10×20 dan tactile untuk jalur pemandu penyandang disabilitas masih dalam proses pengadaan dan pengiriman.
Penataan kawasan di sekitar trase juga berjalan beriringan dengan pekerjaan utama. Di area Sumur 7, tim mulai mengerjakan lanskap, sementara perubahan desain di kawasan Lawang sesuai arahan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim juga telah mulai diterapkan.
“Untuk Sumur 7, kami juga sudah action untuk lanskapnya. Kemudian untuk Lawang, perubahan yang diminta Pak Wali juga sudah kami jalankan,” ujar Aditya.
Pengecoran material di kawasan Lawang saat ini telah mencapai sekitar 40 persen. Setelah material yang diperlukan lengkap, pekerjaan akan dilanjutkan dengan penanaman pohon.
Untuk mengejar target waktu, pelaksana juga menerapkan sistem kerja bergiliran hingga malam dan dini hari. Setelah pengecoran selesai pada pagi atau subuh, pekerja memanfaatkan waktu siang untuk beristirahat sekaligus menyiapkan bekisting.
Pekerjaan pengecoran kemudian kembali dilakukan pada malam hingga menjelang pagi.
“Setelah pengecoran selesai pagi atau subuh, dilanjutkan istirahat dan persiapan bekisting siang hari. Kemudian pengecoran kembali dilakukan malam hingga subuh,” ungkapnya.
Langkah percepatan tersebut dilakukan setelah Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meninjau langsung proyek trase Batutulis dan memberikan sejumlah arahan kepada pelaksana.
Meski bentuk trase baru kini mulai terlihat dari badan jalan yang telah dicor, ruas tersebut belum dapat dilalui masyarakat. Masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus dituntaskan sebelum jalan dinyatakan siap digunakan.
Pelaksana juga masih memastikan seluruh konstruksi memenuhi aspek kualitas dan keamanan sebelum trase baru tersebut dibuka untuk lalu lintas umum.
“Progres yang telah mencapai sekitar 70 persen, pekerjaan pembangunan trase baru ini masih terus dikebut untuk mengejar target penyelesaian pada 21 Oktober 2026,” pungkasnya. (3RY)













