Juruketik.com – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Endang Setyawati Thohari kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas demokrasi di Indonesia.
Menurutnya, demokrasi yang sehat tidak boleh berhenti pada tataran prosedural semata, melainkan harus menyentuh aspek substansial melalui penyerapan aspirasi masyarakat yang konsisten dan berkelanjutan.
Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di wilayah Bogor dan Cianjur, Endang Thohari menyampaikan bahwa demokrasi substansial adalah kondisi di mana kebijakan pemerintah benar-benar mencerminkan kebutuhan dan kepentingan rakyat.
Baca Juga: Musrenbang Tingkat Kabupaten Bogor Bahas RKPD TA 2027, Sastra Winara: Aspirasi Rakyat Kita Kawal
Melampaui Demokrasi Prosedural
Endang menjelaskan bahwa seringkali demokrasi hanya dipandang sebagai rutinitas lima tahunan di bilik suara.
Namun, bagi Srikandi Gerindra ini, tugas sesungguhnya seorang wakil rakyat dimulai pasca-pemilu, yaitu dengan menjaga saluran komunikasi tetap terbuka lebar bagi konstituen.
“Demokrasi substansial berarti rakyat merasakan kehadiran negara dalam persoalan harian mereka. Penyerapan aspirasi secara konsisten adalah jembatan untuk memastikan tidak ada jarak antara kebijakan pusat dan kenyataan di akar rumput,” tegas Endang.
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Bareng Ketua BK Sampaikan Aspirasi Masyarakat Kota Bogor ke Pemerintah Pusat
Fokus Kedaulatan Rakyat
Sebagai anggota Komisi IV DPR RI, Endang secara konsisten mengawal aspirasi di sektor pertanian, pangan, dan lingkungan hidup. Beliau meyakini bahwa kedaulatan rakyat tidak mungkin terwujud tanpa adanya ketahanan dan kedaulatan pangan.
Beberapa poin utama dalam pengawalan aspirasi yang ia jalankan meliputi:
– Dialog Terbuka: Mengadakan pertemuan rutin dengan kelompok tani, pelaku UMKM, dan tokoh masyarakat untuk mendengar kendala teknis di lapangan.
– Transparansi Kebijakan: Memastikan bantuan pemerintah, seperti alat mesin pertanian (alsintan) dan program pemberdayaan, sampai ke tangan yang tepat sesuai aspirasi yang diterima.
– Advokasi Anggaran: Memperjuangkan alokasi anggaran yang berbasis pada kebutuhan riil masyarakat daerah pemilihan (dapil).
Konsistensi sebagai Kunci
Kehadiran Endang di tengah masyarakat Bogor bukan hanya dilakukan saat masa reses, melainkan telah menjadi agenda rutin. Konsistensi inilah yang menurutnya menjadi pembeda dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi legislatif.
“Kita ingin masyarakat berdaya. Aspirasi yang kami bawa ke Jakarta bukan sekadar catatan, tapi diperjuangkan menjadi program nyata. Inilah cara kita merawat demokrasi agar tetap berpihak pada rakyat kecil,” pungkasnya.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Endang Thohari berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia, sebuah demokrasi yang tidak hanya bicara angka, tapi bicara tentang kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. (*)







