Juruketik.com – Laboratorium keamanan pangan setinggi 18 lantai tengah dibangun di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Gedung milik PT Saraswanti Indogenetech bernama SIG Tower ini diproyeksikan mampu menampung sekitar 800 karyawan setelah beroperasi, sekaligus meningkatkan kapasitas layanan pengujian di bidang pangan, kesehatan, farmasi, hingga kosmetik.
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim yang hadir dalam kegiatan tersebut menyebut, pembangunan SIG Tower menjadi bagian dari perkembangan industri berbasis sains di Kota Bogor.
Baca Juga: Pemkot Bogor Latih 30 Calon Pekerja Migran, Siap Diberangkatkan ke Kuwait, Turki hingga Montenegro
Kehadiran fasilitas ini juga dinilai memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja lokal, termasuk lulusan perguruan tinggi.
Menurut Dedie Rachim, Saraswanti Group merupakan perusahaan yang tumbuh dari Bogor sejak 2001. Pengembangan laboratorium tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Kota Bogor sebagai Kota Sains Kreatif yang maju dan berkelanjutan.
Dedie juga menyampaikan bahwa SIG Tower nantinya akan melengkapi fasilitas penelitian dan pengujian yang telah ada.
Baca Juga: EIGER Adventure Land Gelar Rekrutmen Massal, Lebih dari 600 Warga Megamendung Ikut Seleksi
Selain laboratorium keamanan pangan di Tanah Sareal, Kota Bogor juga tengah mengembangkan fasilitas gen bank atau genom lab di kawasan Merdeka.
Sementara itu, Direktur Teknis PT Saraswanti Indogenetech sekaligus pimpinan proyek, Dwi Yulianto Laksono mengatakan, pembangunan gedung dimulai melalui peletakan batu pertama pada Juni 2025. Setelah sekitar 16 bulan pengerjaan, proyek tersebut kini memasuki tahap penutupan atap.
Dwi menargetkan pembangunan SIG Tower dapat diselesaikan sepenuhnya pada awal Januari 2028. Gedung ini menjadi fasilitas ketiga milik Saraswanti dan dibangun untuk meningkatkan kapasitas laboratorium yang saat ini beroperasi di kawasan Rasamala.
Fasilitas baru tersebut akan difokuskan pada pengujian kimia dan instrumen untuk kebutuhan analisis keamanan pangan, kesehatan, farmasi, obat tradisional, hingga kosmetik. Perusahaan memperkirakan gedung itu dapat menampung sekitar 800 karyawan setelah beroperasi.
Selain membuka peluang bagi tenaga profesional, Saraswanti juga menyediakan program praktik kerja lapangan dan magang bagi pelajar SMK serta mahasiswa jenjang D3 hingga S1. Program tersebut menjadi salah satu jalur bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman di bidang laboratorium.
Dari sisi layanan, Dwi menjelaskan bahwa sekitar 90 persen klien perusahaan merupakan produsen dan importir. Sebanyak 65 persen di antaranya bergerak di industri makanan dan minuman, sedangkan sisanya berasal dari sektor obat tradisional, kosmetik, dan alat kesehatan.
Layanan pengujian tersebut mendukung kebutuhan pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan peredaran produk, termasuk pengurusan izin edar MD untuk produk pangan olahan dalam negeri dan ML untuk produk impor.
Dwi menambahkan, pemilihan lokasi di Tanah Sareal didasarkan pada kemudahan akses bagi pelanggan yang sebagian besar berada di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Menariknya, lahan tersebut semula direncanakan untuk pembangunan hotel sebelum akhirnya dialihkan menjadi fasilitas laboratorium.
“Pembangunan SIG Tower, Saraswanti berharap kapasitas layanan pengujian semakin meningkat seiring kebutuhan industri,” katanya.
“Di sisi lain, keberadaan gedung tersebut diharapkan memperluas kesempatan kerja dan mendukung pengembangan ekosistem sains di Kota Bogor,” ujar dia. (3RY)











