Juruketik.com – Pelaksanaan Puncak Bhakti Lintas Agama yang berlangsung di MAN 1 Kota Bogor berlangsung meriah pada Senin, 12 Januari 2025.
Ada berbagai macam rangkaian kegiatan dalam event tersebut. Mulai dari donor darah, cek kesehatan gratis, bazar UMKM doa lintas agama hingga ceramah kebangsaan.
Ketua Pelaksana Bhakti Lintas Agama, Dede Supriatna mengatakan, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai lapisan masyarakat.
“Kegiatan Bhakti Lintas Agama ini sebagai simbol persatuan dan kesatuan, toleransi, dan solidaritas di tengah masyarakat,” kata Dede Supriatna.
Dede berpandangan, perbedaan keyakinan bukan satu alasan untuk bisa saling tolong menolong. Perbedaan hadir sebagi warna dalam kehidupan.
Bhakti Lintas Agama bukan hanya kegiatan seremonial belaka. Ini menjadi wujud nyata menjaga nilai-nilai kebhinekaan dan membangun solidaritas.
“Perbedaan bukanlah satu halangan untuk bisa saling tolong menolong. Bhakti lintas agama adalah simbol persatuan dan kebersamaan,” ujar dia.
Hal senada juga diutarakan Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim. Ia menegaskan persatuan dan kesatuan adalah kunci utama dalam pembangunan wilayah.
“Ini modalitas kita kedepan. Selama kompak insya allah semua bisa diatasi dan dicari solusinya. Alhamdulillah sekarang sudah tidak ada lagi isu sara yang beredar,” tegasnya.
Dedie berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara konsisten. Para pemuda dimintanya untuk mencontoh atas langkah yang telah dilakukan oleh para pendahulu.
“Ada generasi penerus yang melakukan hal serupa. Jadi bukan hanya kumpul-kumpul biasa tapi menjalin persahabatan. Inilah DNA Kota Bogor,” ucapnya.
Puncak Bhakti Lintas Agama ditutup dengan ceramah kebangsaan oleh ulama kharismatik, Habib Luthfi Bin Yahya. Persatuan dan kesatuan disebutnya terceemin dalam bendera merah putih.
Ada tiga makna dibalik bendera merah putih. Pertama yaitu kedaulatan bangsa. Kedua harga diri bangsa, dan yang ketiga yakni jati diri bangsa Indonesia.
“Jadi hormat kepada merah putih bukan cuma gerakan. Semua harus faham makna dibalik bendera kebangsaan kita,” tegas Luthfi dalam tausiahnya.
Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dipandang Luthfi merupakan kewajiban setiap individu. Bukan hanya satu kelompok atau pemerintah saja.
“Setiap individiu punya tanggung jawab terhadap tanah airnya. Kalau sudah punya sifat itu, maka akan melindungi semuanya dan mengharagi semua,” pungkasnya. (Adm)







