Writy.
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • KILAS
    • WISATA
    • EKONOMI BISNIS
    • UMKM
    • AGROBISNIS
    • SELEBRITIS
    • GALERI
No Result
View All Result
Writy.
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • KILAS
    • WISATA
    • EKONOMI BISNIS
    • UMKM
    • AGROBISNIS
    • SELEBRITIS
    • GALERI
No Result
View All Result
Writy.
No Result
View All Result
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • KILAS

Mengintip Hutan Organik Megamendung: Rimba yang Tersisa di Tengah Kepungan Vila dan Resort

4 tahun ago
in BERITA TERKINI, BOGOR RAYA
237 12
0
Mengintip Hutan Organik Megamendung: Rimba yang Tersisa di Tengah Kepungan Vila dan Resort
Share on FacebookShare on WhatsappShare on TelegramShare on LineShare on Email

Juruketik.com – Kawasan puncak yang memiliki fungsi sebagai kawasan resapan air dan ruang terbuka hijau kini telah dipenuhi oleh berbagai bangunan, vila, resort bahkan unit usaha lainya.

Namun ditengah kepungan vila dan resort itu masih tersisa rimba yang hijau dan rimbun di kawasan Jalan Cipendawa Blok S, Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Rimba yang diberinama Hutan Organik Megamendung itu dirintis oleh pasangan suami istri almarhum Bambang Istiawan dan Rosita.

Ketua Yayasan Hutan Organik Megamendung, Rosita (60) menuturkan, saat itu almarhum suaminya berkeinginan tinggal di pinggiran hutan yang memiliki hawa yang sejuk dengan ditumbuhi berbagai pepohonan besar untuk menghabiskan masa pensiunnya

Namun ia yang sempat mencari tempat ke berbagai wilayah di Indonesia termasuk di Kalimantan tidak menemukan tempat yang bisa ditinggali lantaran alih fungsi hutan yang sudah menjadi perkebunan bahkan pertambangan.

Kemudian sang suami pun mengutarakan keinginannya untuk membuat hutan kepada sang istri.

“Suami saya bilang gini, Sayang aku ingin rumah pinggir hutan. Hutannya tidak ada. Sanggup nggak kamu bikin hutan,” ucap Rosita menirukan ucapan keinginan sang suami.

Mendengar permintaan sang suami, Rosita beserta anak dan cucu serta keluarga berkomitmen untuk membuat hutan.

Ketika itu ia pun memilih menjual aset-asetnya yang berada di kawasan Pondok Indah dan pindah ke wilayah Bogor.

Awalnya ia dan suami bersama anaknya menyewa rumah kontrakan dan vila di kawasan puncak untuk bermasyarakat dengan warga sambil mencari lokasi yang bisa untuk ditumbuhi pepohonan atau penghijauan.

Disaat bersamaan ia pun melihat ada sebuah lahan milik masyarakat sekitar yang sudah tidak terawat karena gersang, dan gundul serta rawan longsor.

Ketika itu ia pun mulai membeli lahan tersebut dan mulai penanaman sekitar tahun 2000 hingga 2001.

Dari lahan yang dibeli awalnya seluas sekitar 2 hektare kini sudah meluas menjadi sekitar 30 hektare.

“Jadi kita tidak membelinya sekaligus. Karena, belinya mencicil karena uangnya terbatas. Jadi itu hasil perminyakan karena bapakkan orang ISO dan Perminyakan, dan aset di Pondok Indah pun kita jual jadi kita beli ini (tanah di Megamendung),” katanya.

Dari luasan 30 hektare itu Rosita hanya menggunakan sekitar 5000 sampai 8000 meter untuk tempat tinggal, zona utility dan kawasan perternakan dan pertanian terintegrasi.

“Biar tidak mengganggu jalur resapan air, rumah yang kita bangun atau utulitas yang dibangun disini juga berbentuk rumah panggung, karena memang dasarnya pembuatan hutan organik ini adalah semangat konservasi,” ujarnya.

Hasil penghijauan yang dilakukan Rosita dan almarhum suaminya itu pun berbuah manis.

Dalam kurun waktu 21 tahun kerusakan lahan karena gersang dan gundul itu pun kini ditumbuhi pepohonan yang tinggi dan rimbun layaknya rimba belantara.

Dari total 40 ribu pohon, ada 140 jenis flora dan 142 fauna yang ada di dalam hutan organik.

Klasifikasi jenis flora dan fauna tersebut didapat dari hasil riset ataupun penelitian lembaga swadaya masyarakat (LSM) keaneka ragaman hayati dan para peneliti dari mahasiswa IPB University.

Dilihat dari data di IPB scientifik repository ada berbagai hasil penelitian di Hutan Organik Megamendung.

Diantaranya adalah penelitian tentang kesuburan lahan, jenis flora, fauna dan dugaan cadangan kardon dan serapan karbon dioksida CO2.

Dari data di IPB scientifik repository yang ditulis oleh Rijal, khairul dan dipublis oleh IPB University pada 14 Maret 2022 disebutkan bahwa Pemanasan global disebabkan oleh banyaknya emisi gas rumah kaca yang dilepaskkan ke atmosfer, termasuk karbon dioksida (CO2).

Penelitian yang dipublis pada Maret 2022 tersebut bertujuan menduga cadangan karbon dan potensi serapan CO2 pada Kawasan Hutan Rakyat “Organik” Megamendung.

Penelitian tersebut menggunakan metode stratified systematic sampling with random start dengan intensitas sampling 10 persen dan 35 plot contoh pengukuran tinggi serta diameter berukuran 0,04 ha. Cadangan karbon dan dan serapan CO2 ditentukan berdasarkan konversi 47 persen biomassa yang diperkirakan menggunakan persamaan alometrik.

Dalam penelitian tersebut diketahui hasil penelitian yang menunjukkan Kawasan Hutan Rakyat “Organik” Megamendung seluas 13,76 ha mampu menyimpan rata- rata cadangan karbon sebesar 24,14-43,18 ton/ha atau total cadangan karbon sebesar 469,25-481,88 ton (pada selang kepercayaan [SK] 95 persen).

Kawasan Hutan Rakyat “Organik” Megamendung pada tahun 2021 ini telah menyerap total CO2 dari atmosfer sebesar 1722,16-1768,51ton (pada SK 95 persen) dengan kesalahan pendugaan sebesar 24,59 persen.

Selain melakukan reboisasi, manfaat dari apa yang dilakukan oleh Bambang Rosita pun membuahkan hasil untuk mencegah terjadinya erosi.

Karena pepohonan yang ditanam ini memiliki akar yang kuat sehingga memiliki kemampuan mencengrakm tanah.

Diantaranya yakni pohon Agathis, Damar, Meranti, Afrika, Rasa mala dan sengon.

Selain itu juga ada beberapa tanaman buah buahan dan sayur yang ditanam dengan sistem tumpang sari.

Setelah pohon-pohon itu tumbuh besar, dikawasan hutan organik pun ditemukan sumber mata air.

“Jadi dari hasil penelitian anak anak dari IPB itu mata air disini bukan berasal dari urat mata air, melainkan murni karena adanya pohon. Jadi ketika pohon tumbuh muncul sumber air,” katanya.

Sebelum ditemukan sumber air kata Rosita Ia biasanya membawa air dari bawah dengan menngunakan drum atau jerigen dengan mobil offroad untuk menyiram tanaman.

Namun sejak ditemukan sumber air kini Ia pun tak lagi kesulitan untuk merawat pertanian yang berada di kawasan hutan organik.

Tags: Hutan OrganikKabupaten BogorMegamendung

BERITA LAINYA

170 Pegolf Ramaikan Turnamen Golf HJB ke-544, Ada Hadiah Mobil hingga Moge

170 Pegolf Ramaikan Turnamen Golf HJB ke-544, Ada Hadiah Mobil hingga Moge

by admin juruketik
19 Juni 2026
0

Juruketik.com - Sebanyak 170 pegolf dari wilayah Jabodetabek ambil bagian dalam Turnamen Golf Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang digelar...

Kasus Bocah Tewas Diserang Anjing Pemburu di Jasinga Bogor Berujung Damai, Keluarga Korban Maafkan Pelaku

Kasus Bocah Tewas Diserang Anjing Pemburu di Jasinga Bogor Berujung Damai, Keluarga Korban Maafkan Pelaku

by admin juruketik
19 Juni 2026
0

Juruketik.com - Kasus tewasnya bocah berinisial MAS (9) setelah diserang anjing pemburu di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, berakhir dengan kesepakatan...

Demo Mahasiswa di DPRD Kota Bogor Memanas, GMKI-PMKRI Bawa 8 Tuntutan dan Desak Wakil Rakyat Bertindak

Demo Mahasiswa di DPRD Kota Bogor Memanas, GMKI-PMKRI Bawa 8 Tuntutan dan Desak Wakil Rakyat Bertindak

by admin juruketik
19 Juni 2026
0

Juruketik.com - Aksi unjuk rasa alias demo mahasiswa di Gedung DPRD Kota Bogor memanas pada Jumat (19/6/2026). Aliansi Gerakan Mahasiswa...

Rudy Susmanto Mutasi 32 Pejabat Pemkab Bogor, Kursi Kosong Bakal Dibuka Lewat Open Bidding

Rudy Susmanto Mutasi 32 Pejabat Pemkab Bogor, Kursi Kosong Bakal Dibuka Lewat Open Bidding

by admin juruketik
19 Juni 2026
0

Juruketik.com - Bupati Bogor, Rudy Susmanto melakukan rotasi dan mutasi terhadap 32 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Adapun,...

Next Post
Waduh! Dua Pegawai BUMD di Kota Bogor Kegep Selingkuh, Salah Satunya Sampai Gugat Cerai Suami Sah

Waduh! Dua Pegawai BUMD di Kota Bogor Kegep Selingkuh, Salah Satunya Sampai Gugat Cerai Suami Sah

Waduh! Dua Pegawai BUMD di Kota Bogor Kegep Selingkuh, Salah Satunya Sampai Gugat Cerai Suami Sah

Dua Pegawai BUMD di Kota Bogor yang Kegep Selingkuh Terancam Dipidanakan

PPJ Kota Bogor Blusukan ke Pasar, Cek Harga Hingga Pastikan Daging Sehat

PPJ Kota Bogor Blusukan ke Pasar, Cek Harga Hingga Pastikan Daging Sehat

Gelar Solat Idul Adha di Masjid Raya Bogor, Ketua MUI Kota Bogor Sampaikan Point Penting

Gelar Solat Idul Adha di Masjid Raya Bogor, Ketua MUI Kota Bogor Sampaikan Point Penting

Pemkot Bogor Kurban 3 Ekor Sapi, Punya Dedie A Rachim Jenisnya Limosin

Pemkot Bogor Kurban 3 Ekor Sapi, Punya Dedie A Rachim Jenisnya Limosin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Update Klasemen Medali POPWILDA Jabar 2026: Kabupaten Bogor Kantongi 5 Emas dan 2 Perak

    Update Klasemen Medali POPWILDA Jabar 2026: Kabupaten Bogor Kantongi 5 Emas dan 2 Perak

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Apa Kabar Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan ASN di Lingkungan Pemkab Bogor? Inspektorat Ungkap Fakta Terbaru

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • 6 Tim Asal Kabupaten Bogor Lolos ke Liga Jabar Istimewa 2026, Siap Berjuang di Pangandaran! Berikut Daftar Timnya

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Menang Sempurna! Tim Sepakbola Kota Bogor Tak Terkalahkan di POPWILDA Jabar 2026, Amankan Tiket ke POPDA 2027

    8 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Demo Mahasiswa di DPRD Kota Bogor Memanas, GMKI-PMKRI Bawa 8 Tuntutan dan Desak Wakil Rakyat Bertindak

    8 shares
    Share 3 Tweet 2

Rekomendasi

Bogor Raya FC Pasang Target Liga 1, Awali dengan Bangun Training Ground

Bogor Raya FC Pasang Target Liga 1, Awali dengan Bangun Training Ground

23 April 2026
DPRD Kota Bogor Terima Kunjungan MKD DPR RI, Bahas Tuposi dan Hak Dewan

DPRD Kota Bogor Terima Kunjungan MKD DPR RI, Bahas Tuposi dan Hak Dewan

19 April 2023 - Updated on 29 April 2023
Geger! Mayat Pria Berbaju TNI AL Ditemukan Telungkup di Kali Cikumpa Bogor

Geger! Mayat Pria Berbaju TNI AL Ditemukan Telungkup di Kali Cikumpa Bogor

19 April 2026
184 Ekor Sapi di Kota Bogor Terpapar PMK, 2 Mati

184 Ekor Sapi di Kota Bogor Terpapar PMK, 2 Mati

21 Juni 2022 - Updated on 10 Juni 2026
Komisi X DPR RI : Perpustakaan Kota Bogor Bisa Jadi Prototipe Perpustakaan Daerah

Komisi X DPR RI : Perpustakaan Kota Bogor Bisa Jadi Prototipe Perpustakaan Daerah

31 Maret 2023
Sepak Bola Usia Dini hingga Lisensi Pelatih dan Wasit di Bogor Kembali Bergulir

Sepak Bola Usia Dini hingga Lisensi Pelatih dan Wasit di Bogor Kembali Bergulir

10 April 2026
JURU KETIK

Selamat Datang di Juruketik.com
Portal Berita yang dikelola oleh PT JURUKETIK MEDIA DIGITAL - SK Kemenkumham : AHU-044948.AH.01.30.Tahun 2022

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • KILAS
    • WISATA
    • EKONOMI BISNIS
    • UMKM
    • AGROBISNIS
    • SELEBRITIS
    • GALERI

© 2022 <a href="https://juruketik.com/" All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist