Writy.
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
No Result
View All Result
Writy.
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
No Result
View All Result
Writy.
No Result
View All Result
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK

Mengintip Hutan Organik Megamendung: Rimba yang Tersisa di Tengah Kepungan Vila dan Resort

8 Juli 2022
in BERITA TERKINI, BOGOR
237 13
0
Mengintip Hutan Organik Megamendung: Rimba yang Tersisa di Tengah Kepungan Vila dan Resort
Share on FacebookShare on WhatsappShare on TelegramShare on LineShare on Email

Juruketik.com – Kawasan puncak yang memiliki fungsi sebagai kawasan resapan air dan ruang terbuka hijau kini telah dipenuhi oleh berbagai bangunan, vila, resort bahkan unit usaha lainya.

Namun ditengah kepungan vila dan resort itu masih tersisa rimba yang hijau dan rimbun di kawasan Jalan Cipendawa Blok S, Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Rimba yang diberinama Hutan Organik Megamendung itu dirintis oleh pasangan suami istri almarhum Bambang Istiawan dan Rosita.

Ketua Yayasan Hutan Organik Megamendung, Rosita (60) menuturkan, saat itu almarhum suaminya berkeinginan tinggal di pinggiran hutan yang memiliki hawa yang sejuk dengan ditumbuhi berbagai pepohonan besar untuk menghabiskan masa pensiunnya

Namun ia yang sempat mencari tempat ke berbagai wilayah di Indonesia termasuk di Kalimantan tidak menemukan tempat yang bisa ditinggali lantaran alih fungsi hutan yang sudah menjadi perkebunan bahkan pertambangan.

Kemudian sang suami pun mengutarakan keinginannya untuk membuat hutan kepada sang istri.

“Suami saya bilang gini, Sayang aku ingin rumah pinggir hutan. Hutannya tidak ada. Sanggup nggak kamu bikin hutan,” ucap Rosita menirukan ucapan keinginan sang suami.

Mendengar permintaan sang suami, Rosita beserta anak dan cucu serta keluarga berkomitmen untuk membuat hutan.

Ketika itu ia pun memilih menjual aset-asetnya yang berada di kawasan Pondok Indah dan pindah ke wilayah Bogor.

Awalnya ia dan suami bersama anaknya menyewa rumah kontrakan dan vila di kawasan puncak untuk bermasyarakat dengan warga sambil mencari lokasi yang bisa untuk ditumbuhi pepohonan atau penghijauan.

Disaat bersamaan ia pun melihat ada sebuah lahan milik masyarakat sekitar yang sudah tidak terawat karena gersang, dan gundul serta rawan longsor.

Ketika itu ia pun mulai membeli lahan tersebut dan mulai penanaman sekitar tahun 2000 hingga 2001.

Dari lahan yang dibeli awalnya seluas sekitar 2 hektare kini sudah meluas menjadi sekitar 30 hektare.

“Jadi kita tidak membelinya sekaligus. Karena, belinya mencicil karena uangnya terbatas. Jadi itu hasil perminyakan karena bapakkan orang ISO dan Perminyakan, dan aset di Pondok Indah pun kita jual jadi kita beli ini (tanah di Megamendung),” katanya.

Dari luasan 30 hektare itu Rosita hanya menggunakan sekitar 5000 sampai 8000 meter untuk tempat tinggal, zona utility dan kawasan perternakan dan pertanian terintegrasi.

“Biar tidak mengganggu jalur resapan air, rumah yang kita bangun atau utulitas yang dibangun disini juga berbentuk rumah panggung, karena memang dasarnya pembuatan hutan organik ini adalah semangat konservasi,” ujarnya.

Hasil penghijauan yang dilakukan Rosita dan almarhum suaminya itu pun berbuah manis.

Dalam kurun waktu 21 tahun kerusakan lahan karena gersang dan gundul itu pun kini ditumbuhi pepohonan yang tinggi dan rimbun layaknya rimba belantara.

Dari total 40 ribu pohon, ada 140 jenis flora dan 142 fauna yang ada di dalam hutan organik.

Klasifikasi jenis flora dan fauna tersebut didapat dari hasil riset ataupun penelitian lembaga swadaya masyarakat (LSM) keaneka ragaman hayati dan para peneliti dari mahasiswa IPB University.

Dilihat dari data di IPB scientifik repository ada berbagai hasil penelitian di Hutan Organik Megamendung.

Diantaranya adalah penelitian tentang kesuburan lahan, jenis flora, fauna dan dugaan cadangan kardon dan serapan karbon dioksida CO2.

Dari data di IPB scientifik repository yang ditulis oleh Rijal, khairul dan dipublis oleh IPB University pada 14 Maret 2022 disebutkan bahwa Pemanasan global disebabkan oleh banyaknya emisi gas rumah kaca yang dilepaskkan ke atmosfer, termasuk karbon dioksida (CO2).

Penelitian yang dipublis pada Maret 2022 tersebut bertujuan menduga cadangan karbon dan potensi serapan CO2 pada Kawasan Hutan Rakyat “Organik” Megamendung.

Penelitian tersebut menggunakan metode stratified systematic sampling with random start dengan intensitas sampling 10 persen dan 35 plot contoh pengukuran tinggi serta diameter berukuran 0,04 ha. Cadangan karbon dan dan serapan CO2 ditentukan berdasarkan konversi 47 persen biomassa yang diperkirakan menggunakan persamaan alometrik.

Dalam penelitian tersebut diketahui hasil penelitian yang menunjukkan Kawasan Hutan Rakyat “Organik” Megamendung seluas 13,76 ha mampu menyimpan rata- rata cadangan karbon sebesar 24,14-43,18 ton/ha atau total cadangan karbon sebesar 469,25-481,88 ton (pada selang kepercayaan [SK] 95 persen).

Kawasan Hutan Rakyat “Organik” Megamendung pada tahun 2021 ini telah menyerap total CO2 dari atmosfer sebesar 1722,16-1768,51ton (pada SK 95 persen) dengan kesalahan pendugaan sebesar 24,59 persen.

Selain melakukan reboisasi, manfaat dari apa yang dilakukan oleh Bambang Rosita pun membuahkan hasil untuk mencegah terjadinya erosi.

Karena pepohonan yang ditanam ini memiliki akar yang kuat sehingga memiliki kemampuan mencengrakm tanah.

Diantaranya yakni pohon Agathis, Damar, Meranti, Afrika, Rasa mala dan sengon.

Selain itu juga ada beberapa tanaman buah buahan dan sayur yang ditanam dengan sistem tumpang sari.

Setelah pohon-pohon itu tumbuh besar, dikawasan hutan organik pun ditemukan sumber mata air.

“Jadi dari hasil penelitian anak anak dari IPB itu mata air disini bukan berasal dari urat mata air, melainkan murni karena adanya pohon. Jadi ketika pohon tumbuh muncul sumber air,” katanya.

Sebelum ditemukan sumber air kata Rosita Ia biasanya membawa air dari bawah dengan menngunakan drum atau jerigen dengan mobil offroad untuk menyiram tanaman.

Namun sejak ditemukan sumber air kini Ia pun tak lagi kesulitan untuk merawat pertanian yang berada di kawasan hutan organik.

Tags: Hutan OrganikKabupaten BogorMegamendung

BERITA LAINYA

Sastra Winara: Pendidikan di Kabupaten Bogor Harus Dibenahi, Ini Targetnya

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Desak Reformasi Perizinan, Target Dongkrak PAD dan Tarik Investor

by admin juruketik
4 Agustus 2026
0

Juruketik.com - Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melakukan reformasi menyeluruh terhadap sistem perizinan guna...

Pemkot Bogor Tegaskan Iuran 17 Agustus Sukarela, Penarikan Nominal Tetap Bisa Masuk Pungli

Pemkot Bogor Tegaskan Iuran 17 Agustus Sukarela, Penarikan Nominal Tetap Bisa Masuk Pungli

by admin juruketik
4 Agustus 2026
0

Juruketik.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menegaskan bahwa iuran untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia...

Kekeringan Meluas di Kabupaten Bogor, 28 Kecamatan Krisis Air Bersih

Kekeringan Meluas di Kabupaten Bogor, 28 Kecamatan Krisis Air Bersih

by admin juruketik
4 Agustus 2026
0

Juruketik.com - Kekeringan meluas di Kabupaten Bogor, 28 kecamatan kini mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Badan...

Jelang HUT RI ke-81, Rudy Susmanto Minta Warga Kabupaten Bogor Kibarkan Bendera Merah Putih Sepanjang Agustus

Jelang HUT RI ke-81, Rudy Susmanto Minta Warga Kabupaten Bogor Kibarkan Bendera Merah Putih Sepanjang Agustus

by admin juruketik
4 Agustus 2026
0

Juruketik.com - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengimbau seluruh warga Kabupaten...

Next Post
Waduh! Dua Pegawai BUMD di Kota Bogor Kegep Selingkuh, Salah Satunya Sampai Gugat Cerai Suami Sah

Waduh! Dua Pegawai BUMD di Kota Bogor Kegep Selingkuh, Salah Satunya Sampai Gugat Cerai Suami Sah

Waduh! Dua Pegawai BUMD di Kota Bogor Kegep Selingkuh, Salah Satunya Sampai Gugat Cerai Suami Sah

Dua Pegawai BUMD di Kota Bogor yang Kegep Selingkuh Terancam Dipidanakan

PPJ Kota Bogor Blusukan ke Pasar, Cek Harga Hingga Pastikan Daging Sehat

PPJ Kota Bogor Blusukan ke Pasar, Cek Harga Hingga Pastikan Daging Sehat

Gelar Solat Idul Adha di Masjid Raya Bogor, Ketua MUI Kota Bogor Sampaikan Point Penting

Gelar Solat Idul Adha di Masjid Raya Bogor, Ketua MUI Kota Bogor Sampaikan Point Penting

Pemkot Bogor Kurban 3 Ekor Sapi, Punya Dedie A Rachim Jenisnya Limosin

Pemkot Bogor Kurban 3 Ekor Sapi, Punya Dedie A Rachim Jenisnya Limosin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Jelang HUT RI ke-81, Rudy Susmanto Minta Warga Kabupaten Bogor Kibarkan Bendera Merah Putih Sepanjang Agustus

    Jelang HUT RI ke-81, Rudy Susmanto Minta Warga Kabupaten Bogor Kibarkan Bendera Merah Putih Sepanjang Agustus

    10 shares
    Share 4 Tweet 3
  • Pemkot Bogor Tegaskan Iuran 17 Agustus Sukarela, Penarikan Nominal Tetap Bisa Masuk Pungli

    8 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Kekeringan Meluas di Kabupaten Bogor, 28 Kecamatan Krisis Air Bersih

    8 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Kejar 100 Medali Emas di Porprov Jabar 2026, KONI Kota Bogor Gembleng Para Pelatih

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Pensiunan ASN Ditemukan Meninggal Membusuk di Rumah Dinas Ciawi, Berawal dari Bau Menyengat

    7 shares
    Share 3 Tweet 2

Rekomendasi

Dedie Rachim Larang Angkot Usia 20 Tahun Mengaspal di Kota Bogor

Disperumkim Kota Bogor Bakal Naik Status jadi Tipe A, Berikut Tujuannya

8 April 2026
89 Atlet Muda Bertanding di Wali Kota Cup 2026, Tarung Derajat Kota Bogor Siapkan Generasi Juara

89 Atlet Muda Bertanding di Wali Kota Cup 2026, Tarung Derajat Kota Bogor Siapkan Generasi Juara

6 Juni 2026
Bus KPK ‘Mangkal’ di Sempur Bogor, Edukasi dan Sosialisasi Anti Korupsi

Bus KPK ‘Mangkal’ di Sempur Bogor, Edukasi dan Sosialisasi Anti Korupsi

14 Mei 2023 - Updated on 18 Mei 2023
Jelang Peparda Jabar 2026, Kajari Bogor Suntik Semangat Atlet Disabilitas NPCI: Yakin jadi Juara Umum

Jelang Peparda Jabar 2026, Kajari Bogor Suntik Semangat Atlet Disabilitas NPCI: Yakin jadi Juara Umum

3 Agustus 2026
Prabowo Kurban Sapi Limosin 1,2 Ton untuk Warga Bogor, Total Ada 108 Ekor

Prabowo Kurban Sapi Limosin 1,2 Ton untuk Warga Bogor, Total Ada 108 Ekor

26 Mei 2026
Dedie Rachim: Pemkot Bogor Tak Keberatan RSUD Kota Bogor Diambil Alih Pemprov Jabar, Wacana Bangun RSUD Baru

Dedie Rachim: Pemkot Bogor Tak Keberatan RSUD Kota Bogor Diambil Alih Pemprov Jabar, Wacana Bangun RSUD Baru

11 September 2025
JURU KETIK

Selamat Datang di Juruketik.com
Portal Berita yang dikelola oleh PT JURUKETIK MEDIA DIGITAL - SK Kemenkumham : AHU-044948.AH.01.30.Tahun 2022

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • GALERI

© 2022 <a href="https://juruketik.com/" All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist