Juruketik.com – Guna menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah bulan Ramadan hingga hari raya Idul Fitri 2026, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di seluruh Jawa Barat.
Wakapolda Jawa Barat, Brigadir Jenderal Polisi Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, meninjau langsung pelaksanaan kegiatan GPM di Alun-Alun Kota Bogor pada Rabu 11 Maret 2026. Kedatangan Wakapolda disambut Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro dan Walikota Bogor Dedie A Rachim bersama Wakilnya Jenal Mutaqin, Dandim 0606 Kota Bogor, serta Danpom III/I Bogor, serta unsur Forkopimda Kota Bogor.
Selain memantau stand-stand beragam produk UMKM yang ada di alun-alun, Wakapolda juga memimpin Video Conference (Vicon) terkait GPM yang dilaksanakan serentak diseluruh Jawa Barat. Kegiatan yang diinisiasi oleh Polresta Bogor Kota ini menarik antusiasme ratusan warga. Berdasarkan pantauan di lapangan, masyarakat tampak memadati area Alun-Alun dengan membawa kupon antrean untuk mendapatkan paket sembako dengan harga yang jauh di bawah pasar.
Subsidi Lebih dari 50 Persen
Dalam program GPM ini, masyarakat hanya perlu membayar sebesar Rp100.000 untuk satu paket komoditas pangan yang nilai aslinya mencapai Rp215.700. Subsidi yang diberikan mencapai lebih dari 50 persen guna meringankan beban ekonomi warga Bogor.
Adapun tujuh item yang termuat dalam paket pangan murah tersebut meliputi, Beras 5 kg, Minyak Goreng 1 liter, Gula Pasir 1 kg, Telur Ayam 1/4 kg, Daging Sapi 1/4 kg, Daging Ayam 1 kg, Cabai Rawit 100 gram.
Wakapolda Jabar, Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam membantu ketersediaan pangan bagi masyarakat khususnya di bulan Ramadan.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dapat menjangkau kebutuhan pokok dengan harga yang sangat terjangkau, terutama di masa Ramadan ini. Ini adalah komitmen kami bersama jajaran daerah,” ujar Brigjen Pol Adi Vivid disela saat meninjau GPM.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini dilakukan secara terintegrasi. Usai meninjau lokasi, Wakapolda melakukan video konferensi (vicon) bersama tujuh Polres dan Polresta jajaran di Jawa Barat untuk memastikan GPM berjalan lancar di wilayah hukum masing-masing.
Kehadiran Forkopimda Kota Bogor menunjukkan sinergitas yang kuat dalam menjaga ketahanan pangan daerah di Kota Bogor.
Sementara, Walikota Bogor Dedie Rachim mengatakan, untuk kebutuhan dan stok pangan serta kebutuhan pokok lain di Kota Bogor, dalam kondisi aman, hingga Lebaran nanti. “Untuk di Kota Bogor, berdasarkan pantauan diseluruh pasar yang ada, kondisi stok pangan dan kebutuhan lain aman. Walaupun ada yang mengalami kenaikan harga, tetapi sampai Lebaran nanti, insyallah aman terkendali,” ucap Walikota.
Kehadiran GPM ini pun disambut baik oleh warga. Ibu Tetty, warga Kelurahan Cilendek Barat, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini. Menurutnya, selisih harga yang diberikan sangat berarti bagi ibu rumah tangga.
“Sangat bersyukur ada acara seperti ini. Harganya jauh sekali kalau dibanding pasar, cuma bayar 100 ribu sudah dapat daging dan beras juga,” kata Tetty sumringah.
Agenda Wakapolda Jabar dan jajaran Polresta Bogor Kota tidak berhenti pada urusan pangan murah saja. Setelah kegiatan di Alun-Alun selesai, rombongan bergerak menuju halaman pintu utama Mapolresta Bogor Kota.
Di sana, diagendakan pembagian ratusan paket takjil secara gratis kepada para pengguna jalan dan masyarakat yang melintas. Aksi berbagi ini menjadi penutup rangkaian kunjungan kerja Wakapolda di Kota Bogor, sekaligus mempererat hubungan humanis antara kepolisian dan masyarakat.(Red)










