Juruketik.com – Pemenuhan kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Bogor masih bergantung pada wilayah luar yang ada di berbagai provinsi di Indonesia.
Berdasarkan informasi dari Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor, sekitar 60 persen kebutuhan hewan seperti sapi di Kabupaten Bogor masih didatangkan dari luar daerah.
Dari data tersebut, Disanak Kabupaten Bogor mencatat hanya sekitar 40 persen para peternak lokal mampu memenuhi kebutuhan pasar.
Baca Juga: Kementan Turunkan Tim Pengawas Penyembelih Hewan Kurban di Bogor
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Diskanak Kabupaten Bogor, Hardy Hendriwan menyebut, kondisi itu sudah terjadi sejak beberapa tahun ke belakang.
“Ya seperti tahun-tahun kemarin, persediaannya kita stok hewan kurban untuk pemenuhannya itu tidak terpenuhi (maksimal),” kata Hardy kepada wartawan, Rabu 29 April 2026.
Adapun beberapa daerah yang memasok kebutuhan sapi kurban itu di antaranya Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Bali.
Baca Juga: Jelang Lebaran, DKPP Kota Bogor Cek Kesehatan Hewan Kurban Secara Maraton
Dengan kondisi tersebut, Hardy menegaskan, bahwa Pemkab Bogor terus mendorong peningkatan kapasitas peternak lokal agar ke depan ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat berkurang.
5.000 Ekor Hewan Diperiksa
Tingginya arus distribusi hewan kurban dari luar daerah, mengharuskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor lebih intens melakukan pengecekan kesehatan hewan.
Dari data Dinas Peternakan dan Perikanan (Diskanak) Kabupaten Bogor, sudah sekitar 5.000 ekor hewan yang kesehatannya telah diperiksa hingga akhir April 2026 atau menjelang Idul Adha.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Diskanak Kabupaten Bogor, Hardy Hendriwan menjelaskan, pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kelayakan dan keamanan konsumsi masyarakat.
Pemeriksaan dilakukan secara intensif melalui petugas dari enam Pusat Kesehatan Hewan (puskeswan) yang disebar ke berbagai titik penjualan.
“Jadi kita mengimbau kepada pedagang supaya sapi-sapi yang diperdagangkan itu sudah memenuhi standar kesehatan disertai dengan surat keterangan kesehatan dari daerah asal,” tegas Hardy kepada wartawan, Rabu 29 April 2026.
Selain aspek kesehatan hewan, Diskanak juga menyoroti pentingnya kebersihan kandang dan lingkungan penampungan. Hal itu dilakukan untuk mencegah potensi penyebaran penyakit hewan menjelang Iduladha.
“Jadi kita periksa dan tetap menjaga higienitas kandang dan juga kebersihan lingkungan, itu yang kita terus-menerus sosialisasikan ke pedagang,” kata Hardy.
Dengan pengawasan yang diperketat, Diskanak Kabupaten Bogor berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan aman, sehat, dan sesuai ketentuan. (*)








