Juruketik.com – Solehudin, ayah dari MAS (9), bocah yang tewas diserang anjing pemburu di wilayah Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, masih tak menyangka anaknya bisa tewas dengan kondisi mengenaskan.
Ditemui di Mako Polres Bogor, Senin 9 Juni 2026, pria 40 tahun itu mengaku masih merasa seperti mimpi. Apalagi mendapati anaknya dengan luka yang begitu mengerikan.
“Lukanya itu di kepala, leher, wajah terkelupas, dan rambutnya pada botak rontok. Saya sekeluarga masih pada syok,” lirih Solehudin kepada wartawan.
Baca Juga: Tragis! Niat Mancing, Bocah 9 Tahun Tewas Diserang Puluhan Anjing Pemburu di Jasinga Bogor
Dengan kata yang terbata, ia menjelaskan saat-saat terakhir menemui anaknya dalam kondisi yang sehat dan bugar.
Pada Minggu 7 Juni 2026 sekitar pukul 09.00 WIB, kata Solehudin, anaknya tersebut meminta izin untuk bermain bersama temannya bernama Feri.
Tidak ada firasat akan hak buruk. Ia pun mengizinkannya. Namun yang tidak diketahuinya, saat itu anaknya tersebut ternyata pergi memancing, memasuki kawasan hutan dan persawahan.
Solehudin pun dikagetkan dengan kabar yang dibawa Feri, bahwa anaknya tersebut meninggal dunia akibat diserang anjing.
“Tapi tiba-tiba saya dapat kabar dari si Feri dan warga bahwa anak saya meninggal digigit anjing pemburu,” jelasnya.
Ia pun terkejut dengan kabar tersebut, kemudian bergegas menuju lokasi kejadian.
Di lokasi, Solehudin tidak bisa berbuat banyak. Ia hanya menangis dan meratapi nasib anaknya dalam kondisi terkapar tak bernyawa.
Kini, ia berharap pihak kepolisian menuntaskan kasus yang menimpa anaknya tersebut dengan peningkatan hukum yang adil.
“Saat ini saya minta diusut tuntas sama Polres Bogor, hukum harus ditegakkan,” pungkasnya. (Kha)





























