Juruketik.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TB) dengan melibatkan masyarakat melalui program Desa Siaga TB.
Program ini menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan deteksi dini, edukasi kesehatan, hingga pendampingan pasien TB sampai tingkat desa dan kelurahan.
Diketahui, pada tahun 2025, Pemkab Bogor telah menganggarkan dana sekitar Rp16 miliar untuk penanganan TB tersebut.
Baca Juga: Kasus Anak Naik 300 Persen, DPRD Dorong Percepatan Eliminasi Tuberculosis di Kota Bogor
Anggaran itu didukung oleh jaringan layanan kesehatan yang cukup luas, mulai RSUD, Rumah Sakit Paru di kawasan Puncak, 101 puskesmas, 93 puskesmas pembantu, sekitar 26 rumah sakit swasta, hingga 150 klinik yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengklaim, bahwa pada tahun 2025 program Desa Siaga TB telah diterapkan di sekitar 103 desa dengan jumlah penanganan kasus TB mendekati 100 persen.
“Hasilnya, capaian target penemuan dan penanganan kasus TB mendekati 100 persen karena adanya keterlibatan aktif masyarakat dalam proses deteksi dini, edukasi, hingga pendampingan pasien,” kata Ajat, Kamis (18/6/2026).
Baca Juga: Peringatan HKPS, Dorong Keamanan Pangan Cegah Potensi Penyebaran Penyakit
Dengan capaian yang diklaim berhasil itu, Pemkab Bogor berencana menambah jumlah Desa Siaga TB pada tahun 2026. Targetnya, seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Bogor telah memiliki Desa atau Kelurahan Siaga TB pada tahun 2027.
Ajat menyebut, bahwa luas wilayah Kabupaten Bogor yang hampir lima kali lebih besar dari DKI Jakarta menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pengendalian TB. Kondisi tersebut menuntut strategi yang lebih masif dan melibatkan berbagai pihak hingga tingkat desa.
“Karena wilayah Kabupaten Bogor sangat luas, kami membutuhkan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan Desa Siaga TB yang terbukti mampu meningkatkan capaian penemuan dan penanganan kasus,” pungkasnya. (*)





























