Juruketik.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai mengubah wajah pelaksanaan Car Free Day (CFD) Tegar Beriman di Cibinong dengan menghadirkan nuansa budaya Sunda.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengajak para pedagang mengenakan pakaian adat Sunda saat berjualan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, kebijakan tersebut merupakan upaya memperkuat identitas budaya lokal, sekaligus menciptakan daya tarik baru bagi masyarakat yang berkunjung ke kawasan CFD.
Baca Juga: CFD Tegar Beriman jadi Magnet Ekonomi Baru di Bogor, Omzet Pedagang Tembus Rp90,7 Juta
“Pak Bupati selalu mengingatkan bahwa identitas itu penting. Karena itu kami mengajak para pedagang mengenakan pakaian adat Sunda saat berjualan di CFD,” kata Ajat kepada wartawan.
Diketahui, dari sekitar 256 pedagang di CFD, sebagian di antaranya telah mengenakan busana khas Sunda, seperti pangsi, totopong, hingga kebaya bernuansa modern.
Ajat mengaku berbincang langsung dengan para pedagang. Dimana. Mereka tidak merasa keberatan dan nyaman saat menggunakan pakaian adat tersebut.
Baca Juga: Pemkot Bogor Siapkan Kebangkitan Car Free Day, PKL Bakal Dialihkan ke Area CFD
“Saya berbincang langsung, mereka senang dan merasa nyaman, tidak kepanasan saat menggunakannya,” terang Ajat.
Ajat menilai, suasana pasar UMKM yang dipadukan dengan nuansa budaya Sunda dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
“Kalau para pedagang tampil dengan pakaian adat, tentu akan menjadi keunikan tersendiri. Harapannya masyarakat semakin tertarik datang dan berbelanja di CFD,” jelasnya.
Ke depan, Pemkab Bogor berencana menjadikan penggunaan pakaian adat sebagai kebiasaan rutin dalam pelaksanaan CFD. Namun, penerapannya dilakukan secara bertahap dengan pendekatan persuasif.
Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membantu penyediaan pakaian adat bagi pedagang agar penerapannya tidak menjadi beban.
“Kami ingin ini menjadi budaya yang baik. Tidak memaksa, tetapi akan kami fasilitasi agar ke depan para pedagang bisa tampil seragam dengan pakaian adat Sunda,” tandas Ajat. (Kha)















