Juruketik.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana menghidupkan kembali pelaksanaan Car Free Day (CFD) sebagai ruang publik yang tidak hanya mendukung gaya hidup sehat, tetapi juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM dan penataan pedagang kaki lima (PKL).

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan CFD memiliki banyak manfaat bagi masyarakat. Selain menjadi lokasi berolahraga, CFD juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang berkumpul keluarga sekaligus mendorong perputaran ekonomi melalui aktivitas UMKM.
”Car Free Day menjadi sarana multifungsi. Selain menyediakan tempat bagi UMKM, juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas olahraga maupun berkumpul bersama keluarga menikmati suasana pagi tanpa kendaraan dan bebas emisi,” ujarnya kepada wartawan, Selasa 28 Juli 2028.
Menurutnya, keberadaan CFD juga mendapat perhatian positif dari Kementerian Kesehatan. Bahkan, pelaksanaan CFD secara rutin menjadi salah satu indikator yang dinilai baik dalam upaya menciptakan lingkungan sehat di daerah.
”Ada pernyataan dari Kementerian Kesehatan bahwa Car Free Day menjadi nilai tambah bagi setiap daerah ketika diselenggarakan secara rutin. Karena itu saya sudah menyampaikan kepada Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bahwa Kota Bogor harus kembali memiliki Car Free Day, baik di lokasi lama maupun di titik baru,” katanya.
Salah satu lokasi yang tengah dikaji sebagai alternatif penyelenggaraan CFD adalah kawasan Jalan Regional Ring Road (R3). Meski demikian, Pemkot Bogor masih melakukan pembahasan agar lokasi yang dipilih tidak mengganggu aktivitas maupun fasilitas publik lainnya.
Jenal menegaskan, pemerintah memiliki semangat besar untuk menghadirkan kembali CFD di Kota Bogor. Selain memberikan ruang bagi masyarakat untuk berolahraga dan menikmati udara yang lebih bersih, keberadaan CFD juga diharapkan menjadi solusi penataan PKL.
Menurutnya, para pedagang yang selama ini berjualan di kawasan terlarang seperti Alun-Alun Kota Bogor maupun Lapangan Heulang pada akhir pekan nantinya dapat diarahkan untuk berjualan di area CFD.
”Ke depan bisa diarahkan agar tidak lagi berjualan di kawasan yang dilarang. Sebagai penggantinya, mereka bisa berjualan di area Car Free Day sehingga lebih tertata,” jelasnya.
Ia menambahkan, dampak positif CFD tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan masyarakat, tetapi juga meningkatkan kualitas ruang publik dan aktivitas ekonomi warga.
”Masyarakat bisa beraktivitas bersama keluarga, menikmati udara sejuk tanpa polusi. Saya rasa itu sangat positif,” ucap Jenal.
Pemkot Bogor pun menargetkan pembahasan mengenai rencana tersebut dapat dilakukan dalam waktu dekat dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menentukan lokasi terbaik.
”Insyaallah secepatnya akan kami bahas bersama beberapa OPD guna mencari titik alternatif yang tepat dan tidak mengganggu fungsi fasilitas lainnya,” pungkasnya.(Ery)











