Juruketik.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Bogor menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) VII di IPB International Convention Center (IICC), Botani Square, Kota Bogor, Rabu (29/7/2026). Forum organisasi tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi kepengurusan sebelumnya sekaligus memilih ketua baru periode 2026–2030.

Muscab dibuka secara resmi oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, didampingi Ketua DPD III Hiswana Migas, Heddy S. Hedian. Dalam kesempatan itu, Dedie mengapresiasi kepengurusan DPC Hiswana Migas Bogor periode 2022–2026 yang dinilai mampu menjaga koordinasi dengan pemerintah daerah maupun Pertamina.
Menurut Dedie, peran Hiswana Migas sangat strategis karena wilayah Kota dan Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah dengan distribusi LPG bersubsidi yang besar. Oleh sebab itu, kelancaran komunikasi antar pemangku kepentingan harus terus dipertahankan agar pasokan energi bagi masyarakat tetap aman.
Ia juga mengingatkan seluruh anggota Hiswana Migas untuk menjalankan usaha secara jujur dan menaati aturan yang berlaku. Dedie menegaskan agar tidak ada praktik penyalahgunaan distribusi maupun pengoplosan BBM atau LPG yang dapat merugikan masyarakat.
“Integritas harus menjadi pegangan seluruh anggota. Jangan sampai ada penyelewengan yang justru menyulitkan masyarakat dan berujung pada persoalan hukum,” tegas Dedie.
Sementara itu, Ketua DPD III Hiswana Migas, Heddy S. Hedian, menilai tantangan sektor energi ke depan akan semakin kompleks seiring perkembangan situasi global. Meski demikian, ia optimistis organisasi mampu menjaga ketahanan distribusi energi apabila seluruh anggotanya tetap solid.
Menurut Heddy, Muscab bukan semata-mata ajang kompetisi memilih ketua baru, melainkan forum untuk memperkuat kebersamaan dan menentukan sosok pemimpin yang mampu mengoordinasikan seluruh anggota.
“Kita harus menjaga kekompakan karena seluruh pelaku usaha di Hiswana Migas memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjaga keberlangsungan usaha,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan yang terpilih nantinya dapat melanjutkan program-program yang sudah berjalan sekaligus melakukan berbagai pembenahan agar organisasi semakin kuat dan berperan dalam menjaga ketahanan energi di Bogor.
Selain penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2022–2026, Muscab VII juga mengagendakan pemilihan Ketua DPC Hiswana Migas Bogor periode 2026–2030.
Dua nama dipastikan bersaing memperebutkan kursi ketua, yakni petahana Cecep Fajar yang kembali mencalonkan diri serta Karjito sebagai penantang. Persaingan keduanya diperkirakan menjadi perhatian para anggota Hiswana Migas yang memiliki hak suara dalam forum tersebut.(Ery)











