Writy.
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
No Result
View All Result
Writy.
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
No Result
View All Result
Writy.
No Result
View All Result
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK

Fakta Dibalik Kasus Jasad Bayi Dalam Tas di Bogor: Pelaku Sempat Berniat Menguburkan, Namun Rencana Itu Gagal Gegara Ini

30 Juli 2026
in BERITA UTAMA, PERISTIWA
7 0
0
Fakta Dibalik Kasus Jasad Bayi Dalam Tas di Bogor: Pelaku Sempat Berniat Menguburkan, Namun Rencana Itu Gagal Gegara Ini

Polresta Bogor Kota merelase kasus penemuan jasad bayi di dalam tas.

Share on FacebookShare on WhatsappShare on TelegramShare on LineShare on Email

Juruketik.com – Fakta baru terungkap dalam kasus penemuan jasad bayi perempuan di dalam tas di Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Polisi mengungkap, mahasiswi berinisial SSA (21) yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka mengaku sempat berniat menguburkan jasad bayinya.

Hal ini sendiri terungkap saat Polresta Bogor Kota menggelar press release pengungkapan kasus ini.

Baca Juga: Warga Parung Geger, Bayi Perempuan Baru Lahir Ditemukan Hidup di Semak-semak Pinggir Sungai

‎Wakapolresta Bogor Kota, AKBP Pol Ari Trestiawan mengatakan, pengungkapan perkara ini bermula dari laporan masyarakat yang menemukan jasad bayi di Jalan Tanah Sewa pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.

Setelah menerima laporan, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Unit Identifikasi, dan Tim Operasional Satreskrim segera melakukan serangkaian penyelidikan.
‎
‎Hasil penyelidikan mengarah kepada SSA yang kemudian diamankan dan diperiksa. Dari pemeriksaan tersebut, yang bersangkutan mengakui seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi.

Baca Juga: Marak Sindikat Penjualan Bayi! Pakar IPB University Sebut Ini Dampak Psikologis dan Sosialnya
‎
‎”Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan, penyidik mengarah kepada seorang perempuan berinisial SSA yang akhirnya mengakui seluruh kronologi kejadian tersebut,” ujar AKBP Ari Trestiawan, Senin (27/7/2026).
‎
‎Kepada penyidik, SSA mengaku hamil setelah menjalin hubungan dengan kekasihnya sejak Oktober 2025.

Ia baru mengetahui kehamilannya pada April 2026, namun memilih menyembunyikan kondisi tersebut dari keluarga karena merasa takut dan malu.
‎
‎Menurut hasil pemeriksaan, pada Minggu (19/7/2026) malam SSA mulai mengalami kontraksi di rumahnya.

Meski demikian, keesokan harinya sekitar pukul 07.00 WIB ia tetap berangkat ke Jakarta menggunakan sepeda motor.
‎
‎Sesampainya di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sekitar pukul 15.00 WIB, kontraksi kembali dirasakan hingga akhirnya ia melahirkan seorang bayi perempuan seorang diri di toilet umum tanpa bantuan tenaga medis.
‎
‎SSA mengaku panik karena mengira bayinya telah meninggal lantaran tidak menangis setelah dilahirkan. Bayi beserta plasentanya kemudian dimasukkan ke dalam tas ransel hitam dan dibawa pulang ke Bogor menggunakan sepeda motor.

Setibanya di rumah sekitar pukul 20.00 WIB, tas tersebut disimpan di dalam lemari pakaian selama dua hari.
‎
‎Pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, tersangka memindahkan tas itu ke rumah pamannya dan meletakkannya di atas tumpukan kardus barang pindahan.

Berdasarkan pengakuannya, ia sempat berniat menguburkan jasad bayi tersebut pada sore hari, namun rencana itu urung dilakukan karena harus mengurus sepeda motornya yang hilang.
‎
‎Kasus ini akhirnya terungkap pada malam harinya sekitar pukul 19.30 WIB ketika penghuni rumah mencium aroma tidak sedap dari tas tersebut.

Setelah diperiksa, keluarga menemukan jasad bayi di dalam tas dan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian.
‎
‎Polisi menyebut motif tersangka diduga karena ingin menutupi kehamilannya akibat rasa takut dan malu diketahui keluarga.
‎
‎Atas perbuatannya, SSA dijerat dengan Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara dan/atau denda hingga Rp3 miliar.
‎
‎Selain itu, penyidik juga menerapkan Pasal 460 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai pembunuhan anak oleh ibu kandung saat atau tidak lama setelah persalinan karena takut diketahui orang lain, dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun.
‎
‎Saat ini SSA telah ditahan di Rumah Tahanan Polresta Bogor Kota sejak 25 Juli 2026 untuk menjalani proses hukum lebih lanjut hingga pelimpahan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Kota Bogor.
‎
‎Polresta Bogor Kota juga mengimbau para orang tua agar membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan anak-anak, khususnya remaja, serta memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan risiko pergaulan agar persoalan serupa dapat dicegah.
‎
‎”Kami mengajak setiap keluarga untuk memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi, bahaya pergaulan berisiko, serta pentingnya membangun hubungan yang terbuka agar anak merasa aman menyampaikan persoalan hidupnya,” pungkasnya. (3RY)
‎

Tags: Ari TrestiawanBayi Dalam TasBogor UtaraCiparigiJasad BayiKriminalMahasiswiPolresta Bogor Kota

BERITA LAINYA

Polisi Ungkap Identitas Pelaku Pembacokan Bobotoh hingga Tewas di Bogor, Ternyata Bukan Suporter

Polisi Ungkap Identitas Pelaku Pembacokan Bobotoh hingga Tewas di Bogor, Ternyata Bukan Suporter

by admin juruketik
28 Oktober 2026
0

Juruketik.com - Polisi mengungkap fakta baru terkait kasus pembacokan yang menewaskan seorang Bobotoh berinisial ARK (16) seusai pertandingan Persib Bandung...

Mangkir dari Panggilan KPK, Jaro Ade Akhirnya Buka Suara

Mangkir dari Panggilan KPK, Jaro Ade Akhirnya Buka Suara

by admin juruketik
28 Oktober 2026
0

Juruketik.com - Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi alias Jaro Ade, akhirnya buka suara setelah tidak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi...

Hasil Lengkap Invitasi Ortrad Jabar 2026, Ini Daftar Juara dari 5 Cabang Olahraga

Hasil Lengkap Invitasi Ortrad Jabar 2026, Ini Daftar Juara dari 5 Cabang Olahraga

by admin juruketik
28 Oktober 2026
0

Juruketik.com - Perhelatan Invitasi Olahraga Tradisional (Ortrad) antarsiswa Sekolah Dasar (SD) tingkat Jawa Barat 2026 telah rampung digelar di Gelora...

Liga Grassroot Indonesia 2026 Resmi Bergulir di Stadion Pakansari Bogor, Diikuti 2.500 Pesepak Bola Cilik dari 30 Provinsi

Liga Grassroot Indonesia 2026 Resmi Bergulir di Stadion Pakansari Bogor, Diikuti 2.500 Pesepak Bola Cilik dari 30 Provinsi

by admin juruketik
28 Oktober 2026
0

Juruketik.com - Liga Grassroot Indonesia 2026 resmi bergulir di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 27–30 Oktober 2026. Kompetisi...

Next Post
Bogor Home Tournament 2026 Sukses Digelar, 54 Kelas Dipertandingkan untuk Atlet Usia 6-18 Tahun

Bogor Home Tournament 2026 Sukses Digelar, 54 Kelas Dipertandingkan untuk Atlet Usia 6-18 Tahun

Kota Bogor Siap Sukseskan Porprov Jabar 2026, 28 Cabor Digelar di 7 Venue

Kota Bogor Siap Sukseskan Porprov Jabar 2026, 28 Cabor Digelar di 7 Venue

KONI dan Dispora Kabupaten Bogor Puji Kesiapan Kota Bogor jadi Tuan Rumah Porprov Jabar 2026

KONI dan Dispora Kabupaten Bogor Puji Kesiapan Kota Bogor jadi Tuan Rumah Porprov Jabar 2026

Rusli Prihatevy jadi Calon Tunggal Ketua Golkar Kota Bogor

Rusli Prihatevy jadi Calon Tunggal Ketua Golkar Kota Bogor

Profil Denny Achmad, Kajari Kabupaten Bogor yang Dipromosikan jadi Asintel Kejati DKI Jakarta

Profil Denny Achmad, Kajari Kabupaten Bogor yang Dipromosikan jadi Asintel Kejati DKI Jakarta

BERITA POPULER

  • Liga Grassroot Indonesia 2026 Resmi Bergulir di Stadion Pakansari Bogor, Diikuti 2.500 Pesepak Bola Cilik dari 30 Provinsi

    Liga Grassroot Indonesia 2026 Resmi Bergulir di Stadion Pakansari Bogor, Diikuti 2.500 Pesepak Bola Cilik dari 30 Provinsi

    11 shares
    Share 4 Tweet 3
  • Bumbu Kacang Diduga jadi Pemicu Keracunan MBG di Dramaga Bogor, Operasional SPPG Dramaga 4 Distop Sementara

    8 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Polisi Ungkap Identitas Pelaku Pembacokan Bobotoh hingga Tewas di Bogor, Ternyata Bukan Suporter

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Wajah Transportasi Kota Bogor Bakal Berubah, Parkir Liar hingga Angkot jadi Sasaran Penataan

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Rekomendasi 10 Tempat Wisata di Bogor Cocok Buat Liburan Bareng Anak, Lengkap dengan Harga Tiket Masuk

    133 shares
    Share 103 Tweet 65

Rekomendasi

Lebih Dekat Dengan KLA Cimahpar

Lebih Dekat Dengan KLA Cimahpar

30 Januari 2023 - Updated on 3 Februari 2023
Aksi Nyata Diapresiasi Warga Kabupaten Bogor, Tommy Kurniawan: Alhamdulillah Warga Merasakan Dampak Positifnya

Aksi Nyata Diapresiasi Warga Kabupaten Bogor, Tommy Kurniawan: Alhamdulillah Warga Merasakan Dampak Positifnya

11 Februari 2024
Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan ASN Pemkab Bogor Naik Penyidikan, Polisi Temukan Unsur Pidana

Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan ASN di Pemkab Bogor Masuk Babak Baru, Polda Jabar Turun Tangan

4 September 2026
Kabupaten Bogor Bakal Tambah 4 SMA-SMK Negeri Baru, Ini Lokasi yang Diusulkan

Kabupaten Bogor Bakal Tambah 4 SMA-SMK Negeri Baru, Ini Lokasi yang Diusulkan

3 Juni 2026
Dokter Rayendra-Eka Maulana Lakukan Penandatanganan Pernyataan komitmen Bersama BNN 

Dokter Rayendra-Eka Maulana Lakukan Penandatanganan Pernyataan komitmen Bersama BNN 

26 September 2024
Tingkatkan Keamanan dan Kenyamanan, Pemkot Bentuk Satgas Pemberantasan Premanisme

Tingkatkan Keamanan dan Kenyamanan, Pemkot Bentuk Satgas Pemberantasan Premanisme

25 April 2025
JURU KETIK

Selamat Datang di Juruketik.com
Portal Berita yang dikelola oleh PT JURUKETIK MEDIA DIGITAL - SK Kemenkumham : AHU-044948.AH.01.30.Tahun 2022

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • GALERI

© 2022 <a href="https://juruketik.com/" All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist