Writy.
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
No Result
View All Result
Writy.
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
No Result
View All Result
Writy.
No Result
View All Result
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK

Waspada! Kurang dari Dua Bulan, 1.300 Kasus Campak Ditemukan di Kota Bogor

1 April 2026
in BERITA TERKINI, BERITA UTAMA, BOGOR
5 0
0
Waspada! Kurang dari Dua Bulan, 1.300 Kasus Campak Ditemukan di Kota Bogor

Ilustrasi kasus campak di Kota Bogor.

Share on FacebookShare on WhatsappShare on TelegramShare on LineShare on Email

Juruketik.com – Lebih dari 1.300 kasus suspek campak ditemukan di Kota Bogor dalam kurun waktu kurang dari dua bulan. Kondisi ini menunjukkan bahwa penularan penyakit tersebut masih aktif terjadi di tengah masyarakat.

Hal itu seperti diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Dr. Erna Nuraena pada Selasa 31 Maret 2026.

Ia menjelaskan, Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular dan menyebar melalui droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Gejalanya ditandai dengan demam, munculnya bercak merah yang biasanya diawali dari belakang telinga lalu menyebar ke seluruh tubuh, serta disertai batuk, pilek, dan mata merah atau berair.

Baca Juga: Semrawut! Dedie Rachim Potong Kabel Internet di Sepanjang Jalan Sudirman Bogor

Penyakit ini berpotensi menimbulkan komplikasi berat seperti pneumonia, diare, gizi buruk, hingga kematian, khususnya pada balita dan individu yang belum mendapatkan imunisasi.

Secara nasional, hingga minggu ke-11 tahun 2026, tercatat 58 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi. Jumlah kasus sempat mencapai 2.740 pada awal tahun dan menurun menjadi 177 kasus pada minggu ke-11, seiring pelaksanaan berbagai intervensi seperti Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch-Up Campaign (CUC) campak/MR.

Kelompok usia paling terdampak adalah anak usia 1–4 tahun dengan proporsi 43 persen, disusul usia 5–9 tahun sebesar 26 persen. Hal ini menunjukkan bahwa balita dan anak usia sekolah dasar masih menjadi kelompok paling rentan terhadap penularan campak.

Di tingkat Provinsi Jawa Barat, tren peningkatan juga terlihat dalam beberapa tahun terakhir, dengan 3.414 kasus suspek pada 2024 dan meningkat menjadi 7.684 kasus pada 2025. Hingga minggu ke-11 tahun 2026, tercatat sekitar 3.442 kasus suspek campak.

Baca Juga: 2 Direktur Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Dilantik, 1 Kursi Masih Kosong

Sementara itu, di Kota Bogor, dalam periode 26 Januari hingga 22 Maret 2026, tercatat 1.318 kasus suspek campak dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Sebanyak 75 persen laporan berasal dari rumah sakit dan 25 persen dari puskesmas.

Dari total tersebut, 61 persen merupakan warga Kota Bogor, sementara sisanya berasal dari Kabupaten Bogor dan luar wilayah.

Secara wilayah, kasus tertinggi terkonsentrasi di Kecamatan Bogor Barat dengan 293 kasus, diikuti Tanah Sareal (167 kasus) dan Bogor Selatan (141 kasus). Adapun wilayah Bogor Utara, Bogor Timur, dan Bogor Tengah mencatat jumlah kasus lebih rendah namun tetap menjadi perhatian.

Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan memperkuat sistem surveilans dan deteksi dini di seluruh puskesmas dan rumah sakit, termasuk pelaporan cepat, penyelidikan epidemiologi, serta pelacakan kasus di lapangan.

Selain itu, pelaksanaan Catch-Up Campaign (CUC) campak/MR terus digencarkan dengan hasil capaian melampaui target. Lebih dari 2.300 anak telah mendapatkan imunisasi dari target awal sekitar 2.251 anak, melalui layanan di puskesmas, posyandu, hingga kegiatan sweeping dari rumah ke rumah.

Di fasilitas rujukan, rumah sakit juga memperketat triase dini, menyiapkan ruang isolasi sesuai standar, serta memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan. Pengawasan juga diperkuat melalui tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dan unit keselamatan pasien.

Erna menegaskan bahwa campak bukan penyakit ringan dan dapat menyerang semua kelompok umur, termasuk remaja dan orang dewasa yang belum memiliki kekebalan. Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan.

“Imunisasi adalah kunci utama pencegahan. Dengan imunisasi lengkap, kita tidak hanya melindungi anak, tetapi juga lingkungan sekitar dari penularan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa 31 Maret 2026.

Masyarakat diimbau untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi campak/MR sesuai jadwal, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam dan ruam merah.
Dalam kondisi darurat, warga diminta segera menghubungi layanan 119 untuk mendapatkan penanganan cepat.

Dengan upaya imunisasi yang masif, deteksi dini, dan akses layanan kesehatan yang cepat, Pemerintah Kota Bogor optimistis dapat menekan risiko komplikasi dan kematian akibat campak. (3RY)

Tags: CampakDinkes Kota BogorErna Nuraena

BERITA LAINYA

Cegah Aksi Main Hakim Sendiri, Satpol PP Kota Bogor Siapkan Kampung Trantibum

Cegah Aksi Main Hakim Sendiri, Satpol PP Kota Bogor Siapkan Kampung Trantibum

by admin juruketik
14 Agustus 2026
0

Juruketik.com — Pemerintah Kota Bogor melalui Satpol PP memperkuat langkah pencegahan guna menjaga ketertiban dan ketenteraman umum atau trantibum. Selain...

Misteri ASN Bogor Hilang di Jembatan Cipaku-Pamoyanan, Motor dan Barang Miliknya Ditemukan

Misteri ASN Bogor Hilang di Jembatan Cipaku-Pamoyanan, Motor dan Barang Miliknya Ditemukan

by admin juruketik
14 Agustus 2026
0

Juruketik.com - Misteri hilangnya Bayu (36), seorang ASN Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, di jembatan penghubung Cipaku-Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, mulai...

Terungkap Penyebab Kebakaran Lapak Rongsokan di Ciomas Bogor, 1 Orang Alami Luka Bakar

Terungkap Penyebab Kebakaran Lapak Rongsokan di Ciomas Bogor, 1 Orang Alami Luka Bakar

by admin juruketik
14 Agustus 2026
0

Juruketik.com - Kebakaran yang melanda lapak rongsokan di Kampung Jawa, Desa Kota Batu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, pada Kamis (13/8/2026)...

Terancam Digusur, Belasan Pedagang Tanaman Hias di Jalan Semeru Datangi Gedung DPRD Kota Bogor

Terancam Digusur, Belasan Pedagang Tanaman Hias di Jalan Semeru Datangi Gedung DPRD Kota Bogor

by admin juruketik
14 Agustus 2026
0

Juruketik.com - Nasib 15 pedagang tanaman hias di Jalan DR Semeru, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor kini berada di ujung...

Next Post
Kepala UPT PPOPM Pensiun, Sampaikan Pesan Heroik Ini ke Para Atlet Bogor

Kepala UPT PPOPM Pensiun, Sampaikan Pesan Heroik Ini ke Para Atlet Bogor

Pemkot Bogor Berlakukan WFH ASN Mulai Pekan Depan, Kepala Dinas hingga Camat Tetap Ngantor

Pemkot Bogor Berlakukan WFH ASN Mulai Pekan Depan, Kepala Dinas hingga Camat Tetap Ngantor

Kabupaten Bogor Target Dikunjungi 16 Juta Wisatawan Tahun Ini

Kabupaten Bogor Target Dikunjungi 16 Juta Wisatawan Tahun Ini

5 Orang di Bogor Tersengat Listrik saat Pasang Wifi, Korban Alami Luka Bakar

5 Orang di Bogor Tersengat Listrik saat Pasang Wifi, Korban Alami Luka Bakar

Pemkab Bentuk Satgas Khusus Cegah Peredaran Narkotika hingga Obat Terlarang di Bogor, Libatkan Forkopimda Plus hingga Tingkat Desa

Pemkab Bentuk Satgas Khusus Cegah Peredaran Narkotika hingga Obat Terlarang di Bogor, Libatkan Forkopimda Plus hingga Tingkat Desa

BERITA POPULER

  • Pemkot Bogor Siapkan Promo HUT ke-81 RI, Tarif Biskita Bisa Lebih Murah

    Pemkot Bogor Siapkan Promo HUT ke-81 RI, Tarif Biskita Bisa Lebih Murah

    10 shares
    Share 4 Tweet 3
  • Punya Rumah Subsidi Pertama? Ini Perintilan yang Sering Dilupakan Pasutri Baru

    203 shares
    Share 81 Tweet 51
  • Sah jadi Ketua Demokrat Kota Bogor! Anita Primasari Mongan Bakal Serahkan Kepengurusan Baru ke KPU Besok

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • 4 Pelajar SMA Swasta di Kota Bogor Diduga jadi Korban Perundungan Kakak Kelas, Dipaksa jadi Anggota Geng

    225 shares
    Share 35 Tweet 22
  • Rekomendasi 10 Tempat Wisata di Bogor Cocok Buat Liburan Bareng Anak, Lengkap dengan Harga Tiket Masuk

    133 shares
    Share 64 Tweet 40

Rekomendasi

HUT Satpol PP dan Satlinmas, Dedie Rachim Berikan Arahan

HUT Satpol PP dan Satlinmas, Dedie Rachim Berikan Arahan

14 Maret 2023
Ini Kata KPU Kota Bogor soal Pelantikan Kepala Daerah Non Sengketa Diundur

Ini Kata KPU Kota Bogor soal Pelantikan Kepala Daerah Non Sengketa Diundur

1 Februari 2025
Menanti DOB Dicabut! Bupati Bogor Siapkan Pusat Ekonomi Baru di Wilayah Timur dan Barat, Transyogi jadi Andalan

Menanti DOB Dicabut! Bupati Bogor Siapkan Pusat Ekonomi Baru di Wilayah Timur dan Barat, Transyogi jadi Andalan

26 Mei 2026
Sejalan dengan Dedi Mulyadi, Dedie A Rachim Prioritaskan Dana Pajak Kendaraan Bermotor untuk Subsidi Biskita Transpakuan

Sejalan dengan Dedi Mulyadi, Dedie A Rachim Prioritaskan Dana Pajak Kendaraan Bermotor untuk Subsidi Biskita Transpakuan

29 Januari 2025
Begini Solusi Dokter Rayendra Memanusiakan Pedagang saat Nguriling di Pasar Anyar Bogor

Begini Solusi Dokter Rayendra Memanusiakan Pedagang saat Nguriling di Pasar Anyar Bogor

1 Oktober 2024
Waduh! Dedie A Rachim Ditunjuk jadi Plh Wali Kota Bogor

Pemekaran Wilayah Dua Kecamatan Baru di Kota Bogor Belum Prioritas

6 Juli 2022
JURU KETIK

Selamat Datang di Juruketik.com
Portal Berita yang dikelola oleh PT JURUKETIK MEDIA DIGITAL - SK Kemenkumham : AHU-044948.AH.01.30.Tahun 2022

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • GALERI

© 2022 <a href="https://juruketik.com/" All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist