Juruketik.com – Kabupaten Bogor mencatat jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tertinggi di Jawa Barat dengan angka mencapai 7.321 orang.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengungkap alasan tingginya angka tersebut, salah satunya berkaitan dengan jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang mencapai lebih dari 6 juta jiwa.
Berdasarkan data yang dihimpun, Kabupaten Sukabumi berada di posisi kedua dengan jumlah ODGJ sebanyak 3.930 orang.
Baca Juga: Tinggal Sendiri dan Kerap Mengamuk, ODGJ di Cibungbulang Dievakuasi Petugas
Sementara itu, Kota Bogor yang menjadi wilayah tetangga Kabupaten Bogor tercatat berada di posisi kedelapan dengan 2.194 orang.
Dikatakan Rudy Susmanto, bahwa banyaknya penduduk di Kabupaten Bogor yang mencapai 6,1 juta jiwa akan selalu menjadikan wilayahnya berada di posisi teratas dalam segala hal.
Sehingga, kata dia, jika harus dibandingkan dengan wilayah lain dengan jumlah penduduk yang jauh dibanding Kabupaten Bogor, maka itu tidak tercatat sebagai sebuah perbandingan yang harus dibesarkan.
“Jadi logika berpikir sederhananya, Kota Bogor jumlah penduduknya 1,2 juta jiwa, lalu Kabupaten Bogor jumlah penduduk berdasarkan Depdagri 6.190.000. Mau dipersentasekan dari klasifikasi baik ODGJ dan hal lain sebagainya, pasti Kabupaten Bogor angkanya pasti akan paling tinggi,” kata Rudy kepada wartawan, Kamis 25 Juni 2026.
Kendati demikian, Rudy menegaskan, bahwa persoalan sosial masyarakat ini menjadi salah satu konsentrasi Pemkab Bogor.
Khusus masalah ODGJ, kata dia, Pemkab Bogor menjalin sinergi dengan Pemerintah Kota Bogor yang memiliki fasilitas khusus atau rumah sakit jiwa (RSJ).
Kolaborasi ini penting dilakukan untuk saling mengisi dan menyelesaikan persoalan masing-masing wilayah melalui kerja sama.
“Jadi fasilitas kesehatan apa yang Pemerintah Kabupaten Bogor miliki, lalu apa yang tidak dimiliki oleh wilayah lain, kita sama-sama saling mengisi dan tentunya tujuan kita pemerintah kita adalah pelayan masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Bogor kita ingin layani sebaik-baiknya,” tuturnya.
“Jadi apapun itu, Pemkab Bogor dengan beban tugas dan tanggung jawab yang diberikan, kita tetap akan tindaklanjuti satu per satu,” tegas Rudy. (Kha)






























