Writy.
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
No Result
View All Result
Writy.
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
No Result
View All Result
Writy.
No Result
View All Result
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK

Mengapa Bogor Kini Terasa Lebih Panas? Dosen IPB Ungkap Penyebab Utamanya

3 Juli 2026
in BERITA TERKINI, BERITA UTAMA, BOGOR
5 0
0
Mengapa Bogor Kini Terasa Lebih Panas? Dosen IPB Ungkap Penyebab Utamanya

Ilustrasi kondisi cuaca panas. (Dok magnific)

Share on FacebookShare on WhatsappShare on TelegramShare on LineShare on Email

Juruketik.com – Warga Bogor belakangan ini mulai merasakan perubahan cuaca yang cukup mencolok.

Kota yang selama ini dikenal berhawa sejuk kini terasa lebih panas pada siang hari, dengan suhu yang bahkan mencapai 32-34 derajat Celsius dan curah hujan yang semakin jarang.

Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Givo Alsepan menjelaskan bahwa kondisi tersebut bukan disebabkan oleh satu faktor saja.

Baca Juga: Ancaman ‘Godzilla El Nino’ Mengintai Kabupaten Bogor, BPBD Sebut Hampir Seluruh Wilayah Berpotensi Terdampak Kekeringan

Menurutnya, meningkatnya suhu udara di Bogor merupakan hasil kombinasi fenomena El Nino, perubahan iklim global, pemanasan global, hingga berkurangnya ruang terbuka hijau akibat pesatnya urbanisasi.

“Secara klimatologis, suhu udara rata-rata di wilayah Bogor berkisar antara 25,5 hingga 27 derajat Celsius. Namun, dalam periode tertentu kondisi tersebut dapat berubah akibat pengaruh fenomena iklim global, terutama El Nino-Southern Oscillation (ENSO),” jelas Givo dalam keterangannya, Kamis (2/6/2026).

ENSO merupakan fenomena interaksi laut dan atmosfer di Samudra Pasifik tropis yang terdiri atas dua fase, yakni El Nino dan La Nina.

Baca Juga: La Nina Godzilla Mengancam, Pemkot Bogor Bentuk Kecamatan Tangguh Bencana

Ketika El Nino terjadi, kata Givo, suhu permukaan laut di Pasifik bagian tengah dan timur menjadi lebih hangat sehingga pusat pembentukan awan bergeser ke arah timur Pasifik. Dampaknya, pasokan uap air ke Indonesia berkurang dan curah hujan cenderung menurun.

“Saat ini El Nino sedang berkembang di Samudra Pasifik tropis dan diprediksi berlangsung hingga akhir tahun 2026. Pergeseran awan dari wilayah Indonesia menuju Pasifik menyebabkan tutupan awan berkurang sehingga radiasi matahari lebih banyak mencapai permukaan bumi,” ucap dia.

“Kondisi inilah yang menjadi salah satu penyebab masyarakat Bogor merasakan cuaca lebih panas dibanding biasanya,” sambungnya.

Namun, Givo menegaskan bahwa El Nino hanya menjadi pemicu dalam jangka pendek. Di balik itu, terdapat persoalan yang lebih besar, yakni perubahan iklim global yang menyebabkan tren suhu terus meningkat dari tahun ke tahun.

Ia mengungkapkan bahwa data klimatologi menunjukkan suhu rata-rata tahunan di wilayah Bogor mengalami tren peningkatan secara konsisten sejak sekitar tahun 1990 hingga saat ini. Pola tersebut sejalan dengan kenaikan suhu rata-rata bumi akibat pemanasan global.

“Perubahan iklim dapat dikatakan menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya suhu udara di Bogor. Jika tidak ada upaya mitigasi yang serius, tren pemanasan ini akan terus berlanjut,” katanya.

Selain dipengaruhi faktor global, perubahan bentang alam di Bogor juga memperparah kondisi tersebut.

Berkurangnya ruang terbuka hijau dan semakin luasnya kawasan terbangun menyebabkan suhu permukaan meningkat sehingga memicu fenomena urban heat island atau pulau panas perkotaan.

Mengutip penelitian Nurwanda dan Honjo (2018), Givo menjelaskan bahwa ekspansi kawasan perkotaan di Bogor berlangsung sangat cepat, terutama pada periode 1997-2007.

Perbedaan suhu antara kawasan urban dan suburban bahkan meningkat dari sekitar 1,36 derajat Celsius pada 1990 menjadi hampir 2,26 derajat Celsius pada 2017.

Ia menilai, kondisi ini menunjukkan bahwa pembangunan perkotaan yang tidak diimbangi dengan perlindungan ruang hijau akan semakin memperkuat dampak perubahan iklim di tingkat lokal.

Karena itu, menjaga tutupan vegetasi harus menjadi bagian dari strategi pembangunan kota.

“Masyarakat dapat berkontribusi melalui penghijauan lingkungan dan penerapan bangunan yang lebih adaptif terhadap panas. Sementara pemerintah perlu memperkuat tata ruang berbasis iklim dan memperluas ruang terbuka hijau,” kata dia.

“Pohon merupakan solusi alami yang efektif untuk menurunkan suhu udara, mengurangi efek urban heat island, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan,” pungkasnya. (Kha)

Tags: Bogor PanasCuaca BogorDosenEl NinoGivo AlsepanIPB UniversityPemanasan GlobalPerubahan Iklim

BERITA LAINYA

Respon Bupati Rudy Susmanto soal KPK Geledah 3 Kantor Dinas hingga Badan di Pemkab Bogor

Seleksi Dibuka Bulan Ini! Rudy Susmanto Ungkap Kriteria Calon Direksi Perumda Tirta Kahuripan

by admin juruketik
1 Oktober 2026
0

Juruketik.com - Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengungkap kriteria calon direksi Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor. Sementara, peoses seleksi...

10 Bangunan Mewah di Lapas Cibinong Dibongkar Pakai Alat Berat, Ternyata Berdiri di Atas DAS

10 Bangunan Mewah di Lapas Cibinong Dibongkar, Bupati Bogor Ungkap Status Lahannya

by admin juruketik
1 Oktober 2026
0

Juruketik.com - Sebanyak 10 bangunan berfasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, dibongkar setelah diketahui melanggar aturan sempadan...

Rudy Susmanto Lantik 5 Pejabat Eselon II Kabupaten Bogor, Satu Jabatan Strategis Masih Kosong

Rudy Susmanto Lantik 5 Pejabat Eselon II Kabupaten Bogor, Satu Jabatan Strategis Masih Kosong

by admin juruketik
1 Oktober 2026
0

Juruketik.com - Bupati Bogor, Rudy Susmanto melantik lima pejabat eselon II atau setara kepala dinas dan badan dalam agenda rotasi-mutasi...

Mengenal Sosok Ahmad Ridwan Priagoh, Pemuda Bogor yang Tembus Top 8 BSSN Cuma Modal HP Android

Mengenal Sosok Ahmad Ridwan Priagoh, Pemuda Bogor yang Tembus Top 8 BSSN Cuma Modal HP Android

by admin juruketik
1 Oktober 2026
0

Juruketik.com - Memori ponsel yang cepat penuh, koneksi internet yang terkadang tidak stabil, hingga keterbatasan perangkat tidak menghentikan langkah Ahmad...

Next Post
PPATK Catat 103.092 Pemain Judi Online di Kabupaten Bogor, Bupati Rudy Susmanto Ambil Langkah Ini

PPATK Catat 103.092 Pemain Judi Online di Kabupaten Bogor, Bupati Rudy Susmanto Ambil Langkah Ini

Membanggakan! Atlet Sepeda Kota Bogor Raih Juara Nasional dan Internasional, Dapat Apresiasi Khusus dari Polresta Bogor Kota

Membanggakan! Atlet Sepeda Kota Bogor Raih Juara Nasional dan Internasional, Dapat Apresiasi Khusus dari Polresta Bogor Kota

Pemkab Bogor Tunggu Restu Pusat Bangun Jalur KRL Tenjo-Jasinga, Nilai Proyek Capai Rp5 Triliun

Pemkab Bogor Tunggu Restu Pusat Bangun Jalur KRL Tenjo-Jasinga, Nilai Proyek Capai Rp5 Triliun

Nagapasa Kembali Juara Umum Kejurkot PBSI Kota Bogor 2026, Borong 5 Medali Emas

Nagapasa Kembali Juara Umum Kejurkot PBSI Kota Bogor 2026, Borong 5 Medali Emas

Keren! Atlet Disabilitas Kabupaten Bogor Lolos Pembinaan Nasional SKODI Kemenpora

Keren! Atlet Disabilitas Kabupaten Bogor Lolos Pembinaan Nasional SKODI Kemenpora

BERITA POPULER

  • Jabatan 3 Direksi Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Tak Diperpanjang, Pemkab Bogor Segera Tunjuk Plt

    Jabatan 3 Direksi Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Tak Diperpanjang, Pemkab Bogor Segera Tunjuk Plt

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Tampil Gemilang! Futsal Citeureup School Borong 3 Gelar Juara di Liga AAFI Regional Bogor Pusat

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Mengenal Sosok Ahmad Ridwan Priagoh, Pemuda Bogor yang Tembus Top 8 BSSN Cuma Modal HP Android

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Piutang Tembus Rp600 Miliar, Jurusita Pajak Bapenda Kota Bogor Segera Dilantik, Bakal Turun hingga Lakukan Penyitaan

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Rekomendasi 10 Tempat Wisata di Bogor Cocok Buat Liburan Bareng Anak, Lengkap dengan Harga Tiket Masuk

    133 shares
    Share 88 Tweet 55

Rekomendasi

Kebon Pedes Bogor Punya Banyak Potensi, dari Sapi Perah hingga Kerajinan Sandal Hotel Tembus Luar Jawa

Kebon Pedes Bogor Punya Banyak Potensi, dari Sapi Perah hingga Kerajinan Sandal Hotel Tembus Luar Jawa

20 Agustus 2026 - Updated on 21 Agustus 2026
DPRD Setujui Perubahan KUA-PPAS 2023 Dengan Berbagai Catatan

DPRD Setujui Perubahan KUA-PPAS 2023 Dengan Berbagai Catatan

13 September 2023
Jadi Wali Kota, Dokter Rayendra Siap Naikkan BOP Kader Posyandu

Jadi Wali Kota, Dokter Rayendra Siap Naikkan BOP Kader Posyandu

9 Oktober 2024
Cekcok Mulut Berujung Penembakan, Pria Bertato Tewas Ditangan Pembunuh Bayaran di Bogor

Cekcok Mulut Berujung Penembakan, Pria Bertato Tewas Ditangan Pembunuh Bayaran di Bogor

4 Februari 2025
NPCI Kabupaten Bogor Matangkan Persiapan Jelang Peparda Jabar 2026

NPCI Kabupaten Bogor Matangkan Persiapan Jelang Peparda Jabar 2026

14 April 2026
Perdana, GMKI Kota Bogor Bakal Gelar PKD

Perdana, GMKI Kota Bogor Bakal Gelar PKD

24 Agustus 2023
JURU KETIK

Selamat Datang di Juruketik.com
Portal Berita yang dikelola oleh PT JURUKETIK MEDIA DIGITAL - SK Kemenkumham : AHU-044948.AH.01.30.Tahun 2022

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • GALERI

© 2022 <a href="https://juruketik.com/" All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist