Juruketik.com – Bernard Dwiputra Chandra resmi menjadi calon tunggal Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bogor periode 2026-2029 dalam Musyawarah Cabang (Muscab) V HIPMI Kabupaten Bogor yang digelar di Hotel Lorin, Sentul, Sabtu, 18 Juli 2026.
Muscab V HIPMI Kabupaten Bogor mengagendakan penyampaian program kerja organisasi sekaligus pemilihan ketua umum untuk periode 2026-2029.
Dengan status sebagai calon tunggal, Bernard berpeluang besar melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi menggantikan Akhmad Hidayat.
Baca Juga: Arif Rochmawan jadi Calon Tunggal Ketua KONI Kabupaten Bogor, Kantongi Dukungan 55 Cabor
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika, Ketua BPD HIPMI Jawa Barat Radityo Egi Pratama, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Said Aqil, Ketua KORMI Kabupaten Bogor Rieke Iskandar, serta sejumlah Ketua BPC HIPMI dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Barat, Radityo Egi Pratama mengapresiasi pelaksanaan muscab ini.
Ia menyebut, Muscab HIPMI Kabupaten Bogor, ini merupakan yang terbaik di Jawa Barat, karena mampu menjaga kondusifitas.
Baca Juga: Hasil Muscab, 7 Calon Berebut jadi Ketua PKB Kota Bogor
“Caketum (calon ketua umum) hanya satu, mungkin seluruh pengurus sudah bermusyawarah atau bermufakat,” kata Radityo.
Pengusaha muda, yang juga menjabat sebagai Bupati Lampung Selatan ini juga menekankan agar HIPMI bisa mengeluarkan ide-ide dan inovasinya dalam pengembangan organisasi.
Menurut Radityo, sebagai pengusaha muda, khususnya mereka yang tergabung dalam HIPMI harus bisa mengasah kemampuan, dan melakukan olah-olah yang sifatnya positif.
“Pengusaha itu harus bisa mengolah, olah bahan mentah menjadi bahan jadi,” ujar Radityo.
Pada kesempatan itu juga, Radityo mengatakan bahwa sebagai pengusaha muda yang ada di Kabupaten Bogor harus mampu secara cerdik dan cerdas membaca visi misi kepala daerah.
“Pengusaha muda harus bisa menterjemahkan visi dan misi kepala daerah secara utuh, kemana akan melaju,” kata Radityo.
Radityo juga berpesan agar seluruh pengurus HIPMI Kabupaten Bogor, harus membuat program yang selaras, konstruktif dan adaptif.
Ia juga mendorong agar seluruh pengusaha muda tidak selalu berorientasi pada uang atau profit, tetapi bagaimana mendapatkannya secara value, yaitu kedekatan.
“Saya berharap ketua HIPMI Kabupaten Bogor yang baru mampu melanjutka program kerja dari pengurus lama secara estafet,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menyampaikan seputar pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, salah satunya infrastruktur jalan, jalan Malasari, dan Bomang.
Menurut Ajat, Bupati Bogor saat ini tengah fokus dalam pembenahan wilayah, baik di selatan, barat, utara maupun timur. Namun, kata dia, hal itu tidak bisa dilakukan dengan hanya mengandalkan APBD saja.
“Harus ada gotong royong, dan kolaborasi dengan semua pihak, termasuk para pengusaha muda. Saya berharap HIPMI bisa ikut berperan,” terang Ajat.
Ia juga menekankan bahwa kepala daerah bisa menjalin kolaborasi dengan HIPMI. “pak bupati ingin HIPMI bukan menjadi seperti pemancing, tetapi pemburu. Bagaimana membuat strategi agar visi dan misi Kabupaten Bogor bisa tercapai,” imbuh Ajat.
Sementara itu, Ketua HIPMI Kabupaten Bogor periode 2023-2026, Akhmad Hidayat menyampaikan bahwa muscab kali ini selain untuk memilih ketua baru, juga untuk meningkatkan sinergitas para pengusaha muda, stakeholder dan pemerintah daerah.
“Bagaimanapun, seperti yang disampaikan pak bupati melalui pak sekda, Kabupaten Bogor tidak bisa berdiri sendiri, dan membutuhkan kolaborasi serta sinergitas dengan berbagai pihak, termasuk HIPMI,” kata pria yang akrab disapa Daday ini.
Daday juga menambahkan, bahwa Bupati Bogor selalu memberikan ruang kepada HIPMI untuk selalu berkontribusi untuk pembangunan di Kabupaten Bogor. (*)











