Juruketik.com – Misteri hilangnya Bayu (36), seorang ASN Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, di jembatan penghubung Cipaku-Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, mulai terungkap setelah petugas menemukan sepeda motor dan sejumlah barang miliknya di lokasi.
Bayu, warga Kampung Gg. Amil, Kelurahan Pamoyanan, diduga terjatuh dari jembatan tersebut pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB saat dalam perjalanan pulang kerja. Hingga Jumat (14/8/2026), tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban.
Bayu diketahui bekerja sebagai pegawai perpustakaan di lingkungan Pemerintah Kota Bogor. Jembatan Cipaku-Pamoyanan merupakan jalur yang biasa dilaluinya saat berangkat maupun pulang kerja.
Baca Juga: Hilang 3 Hari di Hutan Lindung Puncak Bogor, Pria 63 Tahun Ditemukan Selamat dalam Kondisi Linglung
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko mengatakan, peristiwa tersebut diketahui setelah korban melintas di jembatan sepulang kerja selepas Magrib.
”Setelah Magrib yang bersangkutan pulang kerja dan melintas. Memang biasanya beliau pulang-pergi melewati jembatan penghubung tersebut,” katanya kepada wartawan.
Menurutnya, tidak ada saksi mata yang melihat secara langsung saat korban diduga terjatuh. Namun, petugas menemukan sepeda motor milik korban masih dalam kondisi menyala di atas jembatan.
Baca Juga: Sempat Menghilang, Mantan ASN Terduga Pelaku Pelecehan Anak di Rancabungur Ditangkap
”Dugaannya ketika turunan di ujung jembatan. Tidak ada saksi mata yang melihat secara langsung dan ditemukan motornya masih menyala di jembatan,” ujarnya.
Dugaan korban terjatuh ke aliran air di bawah jembatan semakin menguat setelah petugas menemukan sejumlah barang milik korban berupa helm dan tas.
Dimas menyebut, dari titik yang diduga menjadi lokasi korban terjatuh hingga permukaan air, jaraknya diperkirakan sekitar 100 meter.
”Dugaan sementara yang bersangkutan terjatuh ke aliran di bawah jembatan karena diperkuat dengan ditemukannya helm dan tas,” jelasnya.
Meski demikian, BPBD belum dapat memastikan penyebab korban sampai terjatuh. Petugas masih melakukan pencarian untuk menemukan keberadaan korban.
“Untuk penyebabnya belum diketahui. Yang pasti kendaraannya ada di atas jembatan,” katanya.
Dimas juga belum dapat memastikan apakah kondisi jembatan yang memiliki bagian menurun menjadi faktor penyebab kejadian. Menurutnya, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi di lokasi secara menyeluruh.
“Kalau dibilang jembatan itu curam atau tidak, mungkin kemiringannya berdasarkan perhitungan. Cuma kita tidak tahu kondisi lainnya, jadi tidak bisa memprediksi,” tuturnya.
Memasuki hari kedua pencarian pada Jumat (14/8/2026), petugas gabungan masih menyisir area sekitar aliran air di bawah jembatan untuk mencari keberadaan korban.
“Saat ini petugas masih melakukan pencarian. Semalam dan saat ini mulai pukul 09.00, mudah mudahan korban ada hasil dari pencarian ini,” pungkasnya. (3RY)











