Juruketik.com – Progres pembangunan jalan akses menuju kawasan pusat pemerintahan baru Kota Bogor di Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, telah mencapai 48 persen.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menargetkan pembangunan jalan yang menghubungkan kawasan Bogor Raya City dengan akses Tol Bogor Selatan tersebut rampung pada November 2026.
Hal itu diketahui saat Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meninjau langsung lokasi pembangunan pada Senin (12/10/2026).
Baca Juga: Akses Baru Tol Jagorawi-Bogor Raya Mulai Dibangun, Ditarget Terhubung Akhir 2026
Dalam keterangannya, Dedie Rachim mengatakan, peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan pekerjaan sekaligus melihat kesiapan lahan yang akan dikembangkan menjadi kawasan perkantoran pemerintahan.
Selain itu, pembersihan lahan menjadi langkah awal sebelum pembangunan berbagai fasilitas dimulai. Musababnya, di atas lahan seluas enam hektare itu, Pemkot Bogor berencana membangun kantor pemerintahan, masjid, serta fasilitas olahraga yang juga bisa dimanfaatkan masyarakat.
Sebanyak 21 organisasi perangkat daerah (OPD) direncanakan menempati kawasan tersebut. Dengan pemusatan kantor pemerintahan, masyarakat diharapkan lebih mudah mengakses pelayanan publik tanpa harus mendatangi sejumlah lokasi berbeda.
Baca Juga: DPRD Kota Bogor Tinjau Trase Baru Jalan Batutulis, Progres Pembangunan Capai 84 Persen
“Sehingga masyarakat nanti tidak terpencar-pencar kalau mengurus izin dan kebutuhan layanan lainnya. Nanti ada di sini semua,” ujar Dedie.
Selain menyiapkan lahan perkantoran, Pemkot Bogor juga mengerjakan jalan tembus yang menghubungkan kawasan Bogor Raya City dengan akses Tol Bogor Selatan dan area perkantoran pemerintahan. Jalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas serta mempermudah mobilitas masyarakat di wilayah Bogor Timur.
Dedie menyebutkan, progres pembangunan jalan telah mencapai 48 persen dengan deviasi positif sebesar 10 persen. Pekerjaan ditargetkan selesai pada November 2026, dilanjutkan dengan uji coba dan penyempurnaan fasilitas pendukung, seperti marka jalan dan penerangan.
“November selesai, tetapi nanti ada uji coba, melengkapi marka dan lain sebagainya. Lampu juga harus ada,” katanya.
Jalan tersebut ditargetkan mulai dimanfaatkan masyarakat pada akhir 2026 hingga Januari 2027. Kehadirannya diharapkan memudahkan akses warga, terutama yang berada di sekitar Bogor Raya City, menuju kawasan Summarecon maupun wilayah sekitarnya.
Dalam kesempatan itu, Dedie turut memeriksa tiga sumber mata air yang berada di area pembangunan. Dua sumber berada di sisi kiri kawasan, sedangkan satu lainnya terletak di bagian tengah dengan debit air yang relatif lebih kecil.
Menurutnya, sumber mata air tersebut selama ini dimanfaatkan masyarakat Pangulaan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Pemkot Bogor tetap memberikan ruang bagi pemanfaatan air oleh masyarakat melalui pemasangan pipa sambungan.
“Dari Pemerintah Kota Bogor mengizinkan untuk dibuatkan pipa sambungan. Jadi, air di sini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Bogor Timur,” ungkapnya.
“Potensi sumber mata air itu juga akan dikaji untuk mendukung kebutuhan pembibitan tanaman. Dedie menegaskan, pengembangan kawasan Katulampa merupakan salah satu upaya Pemkot Bogor untuk mendorong pemerataan pembangunan dan memperluas akses pelayanan bagi masyarakat di berbagai wilayah,” pungkasnya. (3RY)












