Juruketik.com – Kabupaten Bogor menargetkan kembali meraih gelar juara umum seperti pada 2018 dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV 2026.
Untuk mewujudkan target tersebut, kontingen Kabupaten Bogor menyiapkan 954 atlet yang akan berlaga di 67 cabang olahraga (cabor).
Persiapan menuju ajang olahraga tingkat Jawa Barat itu dimatangkan melalui rapat koordinasi (rakor) finalisasi yang digelar di Ruang Serbaguna I, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor, Senin (12/10/2026).
Baca Juga: PSSI Kabupaten Bogor Bidik Sejarah di Porprov Jabar 2026, Target Bawa Pulang Medali Emas
Rakor tersebut dihadiri Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara, Sekretaris Daerah Ajat Rochmat Jatnika, serta sejumlah pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Ketua KONI Kabupaten Bogor, Arif Rochmawan mengatakan, bahwa rakor ini merupakan finalisasi persiapan untuk menghadapi Porprov XV Jabar 2026, yang akan berlangsung di beberapa daerah.
Dalam rakor ini, Arif menuturkan, bahwa pimpinan kontingen, termasuk para bidang melaporkan apa saja yang telah dipersiapkan.
Baca Juga: Srikandi Bogor Istimewa Bidik Emas di Porprov Jabar 2026, Dua Pemain Liga 1 dan 2 jadi Harapan
“Kontingen melaporkan kesiapannya sebelum turun di Porprov Jabar. Ini sangat penting, karena selama ini forkopimda sudah memberikan dukungan penuh,” kata pria yang akrab disapa Kang Atep ini.
Ia juga menekankan, finalisasi persiapan juga harus sudah dimatangkan. Sebab, pada 26 Oktober mendatang ada beberapa cabang olahraga (cabor) yang akan terlebih dahulu bertanding, di antaranya futsal dan bola basket.
“Jangan sampai pemerintah daerah yang sudah mendukung dari segi anggaran, tapi kita (kontingen) belum siap,” tegas anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Gerindra ini.
Dalam rakor finalisasi ini, Ketua Harian Kontingen Kabupaten Bogor, Sugiarto melaporkan kesiapan yang sudah dilakukan, mulai dari atlet, akomodasi hingga tim kesehatan.
Menurut Sugiarto, dalam Porprov XV Jabar 2026, Kabupaten Bogor, akan menurunkan 954 atlet dari 1.508 orang, termasuk ofisial.
Pada proprov yang akan berlangsung pada awal November 2026 ini, Kontingen Kabupaten Bogor akan mengikuti 67 cabor dari 72 cabor yang dipertandingkan.
“Tim kontingen sudah menjalankan beberapa program, seperti pembentukan kontingen, desentralisasi atlet, tes parameter serta tes kesehatan,” kata dia.
“Kontingen juga sudah menyelesaikan kebutuhan perlengkapan, baik untuk atlet maupun pengcab yang akan bertanding,” terang Sugiarto.
Pria yang akrab disapa Otray ini juga menyampaikan, pihaknya akan menjalani tryout dan tryin serta trainning camp, untuk memantapkan persiapan tanding sekaligis membangun kekompakan.
“Kontingen juga telah membentuk tim pendamping atlet, baik putri dan maupun laki-laki yang terbagi dalam empat wilayah, yakni Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi dan Kota Bandung Raya,” ujar Otray.
Ditempat sama, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara yang hadir dalam rakor tersebut mengatakan, bahwa lembaga yang dipimpinnya mendukung penuh kontingen Bumi Tegar Beriman bisa kembali meraih juara umum, yang sempat diraih pada 2018.
Menurut Sastra, untuk bisa meraih juara umum semua pihak harus kompak dan mau jalan bersama untuk mencapai apa yang telah ditargetkan oleh Kontingen Kabupaten Bogor.
“Semangat juara umum harus kita ulang, walaupun agak terlambat semangat itu harus dibangkitkan, dan kita harus kompak,” kata Sastra.
Sastra juga menegaskan, dirinya dan forkopimda akan memantau dan melihat langsung para atlet yang akan bertanding.
Sementara itu, Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi mengapresiasi semangat kontingen, atlet dan official yang akan bertanding di Porprov XV Jabar 2026.
Jaro Ade sapaan akrabnya, juga menekankan agar semua yang terlibat dalam porprov bisa membangun kekompakan dan tetap solid demi meraih juara umum.
“Kalau berbicara menang itu sudah umum, tapi yang perlu ditekankan adalah semangat untuk merebut juara umum. Apalagi, pada Porprov 2018 kita pernah meraih juara umum,” tegas Jaro Ade.
Dalam rakor ini juga, politisi Golkar ini menyinggung soal pembinaan atlet lokal. Menurut dia, KONI harus bisa meminculkan potensi atlet asli Kabupaten Bogor.
Sebab, dalam pemaparan yang disampaikan beberapa bidang, masih ada persoalan terkait mutasi atlet yang hingga saat ini masih ada beberapa yang belum diselesaikan.
“Putra daerah harus ditonjolkan, bukan hanya melihat berapa medali yang akan didapat. Ini adalah bagian dari regenerasi, kalau tidak ada yang muncul maka ini kegagalan pembinaan,” tandas Jaro Ade. (*)











