Juruketik.com – Sungai Cileungsi kembali tercemar dengan kondisi air di sejumlah titik terlihat hitam pekat, berbusa, dan mengeluarkan bau menyengat.
Kondisi tersebut mendorong Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperketat pengawasan terhadap aktivitas pembuangan limbah perusahaan di sepanjang aliran sungai.
Permintaan tersebut disampaikan Sastra saat mendampingi Bupati Bogor Rudy Susmanto melakukan penelusuran Sungai Cileungsi belum lama ini.
Sastra menegaskan, agenda terselubung tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial.
Menurutnya, penelusuran sepanjang aliran Sungai Cileungsi harus diikuti dengan pengawasan dan langkah konkret untuk mengembalikan fungsi ekologis sungai.
“Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial penelusuran air, melainkan bentuk pengawasan ketat sekaligus seruan moral untuk mengembalikan fungsi ekologis Sungai Cileungsi yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan warga Bogor dan sekitarnya,” ujarnya.
Baca Juga: DLH Kabupaten Bogor: 5 Perusahaan Diduga jadi Penyebab Pencemaran Lingkungan di Sungai Cileungsi
Menurut Sastra, peninjauan langsung ke Sungai Cileungsi itu harus menjadi langkah penting untuk melihat kondisi pencemaran sekaligus memastikan upaya pemerintah dalam menangani persoalan tersebut berjalan konkret.
“Ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menyelamatkan ekosistem perairan,” tuturnya.
Sekadar informasi, Sungai Cileungsi kembali menjadi sorotan setelah air di sejumlah titik terlihat hitam pekat, berbusa, dan mengeluarkan bau menyengat. Kondisi tersebut dilaporkan membentang sekitar 26 kilometer hingga titik pertemuan Sungai Cileungsi dengan Sungai Cikeas.
Pemkab Bogor telah melakukan investigasi terhadap sekitar 176 perusahaan di kawasan sekitar aliran sungai. Dari hasil investigasi, sebanyak 23 perusahaan terindikasi melakukan pembuangan air limbah yang tidak sesuai ketentuan.
Tim investigasi juga mengumpulkan dokumentasi serta mengambil sampel air dari sejumlah saluran pembuangan yang mengarah ke Sungai Cileungsi.
Pencemaran tersebut tidak hanya berdampak terhadap ekosistem di wilayah Kabupaten Bogor. Aliran Sungai Cileungsi kemudian bertemu dengan Sungai Cikeas dan menjadi bagian dari Kali Bekasi, sehingga kualitas airnya turut berdampak terhadap wilayah hilir.
Atas temuan tersebut, Pemkab Bogor melakukan langkah pengendalian terhadap sejumlah saluran pembuangan yang diduga berpotensi mencemari Sungai Cileungsi.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan langkah tersebut bukan untuk menghentikan aktivitas produksi perusahaan.
Menurutnya, pemerintah daerah tetap mendukung dunia usaha dan pergerakan ekonomi, namun aktivitas industri harus tetap memenuhi ketentuan perlindungan dan pengelolaan lingkungan.
“Yang kami lakukan bukan menghentikan produksi. Yang kita hentikan adalah pencemarannya. Kami mendukung dunia usaha dan ingin ekonomi tetap bergerak, tetapi pengelolaan lingkungan juga harus kita jaga bersama,” tegas Rudy.
Pemkab Bogor memberikan waktu 10 hari kepada perusahaan yang telah menerima surat untuk melakukan pembenahan.
Sementara itu, DLH Kabupaten Bogor menyiapkan pendampingan tanpa biaya bagi perusahaan yang membutuhkan bantuan untuk memperbaiki instalasi pengolahan air limbah sesuai ketentuan.
“Kami datang sebagai sahabat, sebagai saudara, sebagai keluarga, dan sebagai penyelenggara Pemerintahan Kabupaten Bogor. Kita berikan waktu untuk berbenah bersama,” tandas Rudy. (*)













