Juruketik.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto memperkuat pengawasan terhadap titik-titik pembuangan air limbah di sepanjang Sungai Cileungsi guna mencegah terjadinya kontaminasi secara berulang.
Pengawasan dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor dan kelompok pegiat lingkungan, termasuk Komunitas Peduli Sungai Cileungsi (KP2C).
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, pengawasan dilakukan dengan menempatkan satuan tugas (Satgas) di sejumlah titik keluaran pembuangan udara yang dinilai perlu mendapatkan pemantauan secara berkelanjutan.
“Dinas Lingkungan Hidup bersama beberapa kelompok pegiat lingkungan yang ada, salah satunya KP2C, kami menempatkan beberapa satgas yang standby di beberapa titik keluaran pembuangan air tersebut,” ujar Rudy saat melakukan susur Sungai Cileungsi, Sabtu (19/9).
Menurutnya, langkah tersebut memastikan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah saluran pembuangan air limbah tidak kembali digunakan untuk membuang limbah yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Rudy menjelaskan, pengawasan juga didukung dengan pengambilan sampel udara di sejumlah titik. Proses pengambilan sampel tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang karena harus dilakukan oleh petugas yang memiliki sertifikasi.
“Pengambilan sampel air itu tidak bisa oleh sembarang orang. Orang-orangnya harus memiliki sertifikasi,” jelasnya.
Dalam kegiatan susur sungai tersebut, Rudy juga mengungkapkan adanya temuan di sejumlah titik yang sebelumnya telah mendapatkan tindakan persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, masih ditemukan dugaan aktivitas pembuangan limbah pada beberapa titik tersebut.
“Ada beberapa keluaran buangan udara yang sudah disegel oleh Kementerian Lingkungan Hidup, tapi beberapa hari ke belakang kita lihat masih melakukan pembuangan limbah. Itu pun laporan secara resmi akan kami sampaikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup,” ungkapnya.
Rudy menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah pusat dalam menangani permasalahan pencemaran Sungai Cileungsi.
Selain pengawasan, Pemkab Bogor juga mendorong perusahaan untuk melakukan pembenahan terhadap tata kelola instalasi pengolahan air limbah. Pemerintah daerah, melalui DLH, menyiapkan pendampingan agar dunia usaha dapat memenuhi ketentuan lingkungan hidup sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi.
“Kita ingin ekonomi tetap bergerak dan tidak ada masyarakat satupun yang dirugikan. Yang paling utama adalah ayo kita benahi bersama-sama agar Sungai Cileungsi kembali bersih,” tandas Rudy.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap Sungai Cileungsi penting dilakukan secara berkelanjutan karena sungai tersebut memiliki manfaat bagi sejumlah masyarakat, termasuk sebagai salah satu sumber air untuk kebutuhan wilayah Bogor dan Bekasi.
“Ini masa depan bukan hanya untuk Bogor, tapi untuk beberapa kabupaten dan kota lainnya,” tutupnya. (*)














