Juruketik.com – Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya II di Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, ditargetkan memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Desember 2026.
Selain memenuhi kebutuhan pengolahan sampah Kota Bogor, fasilitas tersebut berpotensi melayani sampah dari Kabupaten Bogor hingga Kota Depok.
Hal itu terungkap saat Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meninjau langsung lokasi proyek pada Kamis (15/10/2026).
Baca Juga: PSEL Bogor Raya Ditarget Beroperasi 2028, Dedie Rachim Minta Warga Ubah Kebiasaan Kelola Sampah
Sejumlah pekerjaan persiapan mulai dilakukan, meliputi pembukaan akses jalan, penyiapan lahan, serta pekerjaan teknis lainnya untuk mendukung pembangunan PSEL Bogor Raya II.
Dalam peninjauan itu, ia melihat progres pekerjaan yang meliputi pembangunan tebing penahan tanah (TPT), cut and fill, land clearing, serta pembangunan akses jalan menuju area proyek.
Dedie Rachim mengatakan, secara teknis persiapan pembangunan PSEL Bogor Raya II telah melalui sejumlah tahapan, termasuk perizinan, penetapan aset, perencanaan, pemisahan lahan, dan pemetaan akses jalan.
Baca Juga: PSEL Bogor Raya 1 Resmi Dibangun, 1.500 Ton Sampah Perhari Disiapkan jadi Energi Listrik
Saat ini, pekerjaan difokuskan pada penyediaan jalan yang memadai untuk menunjang aktivitas kendaraan proyek.
Menurutnya, akses jalan menjadi salah satu aspek penting untuk memastikan mobilitas kendaraan menuju kawasan PSEL berjalan lancar.
Lebar jalan yang dibutuhkan berkisar 4 hingga 5,5 meter, dengan kebutuhan lahan secara keseluruhan sekitar 8 meter agar kendaraan dapat melintas dari dua arah.
“Jadi, keperluan itu untuk memastikan nanti crossing kendaraan, terutama kendaraan-kendaraan yang akan masuk ke area proyek IPAL maupun proyek PSEL,” katanya.
“Secara teknis, ini tidak ada kendala yang terlalu berat, kecuali mungkin nanti cut and fill yang menyesuaikan dengan elevasi di bagian belakang. Di belakang itu lebih menurun sedikit,” sambung dia.
Apabila seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, pembangunan PSEL Bogor Raya II ditargetkan memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Desember 2026.
Selain untuk memenuhi kebutuhan pengolahan sampah Kota Bogor, proyek tersebut juga membuka peluang kerja sama dengan daerah lain.
Pemkot Bogor tengah membahas kemungkinan keterlibatan Kabupaten Bogor, Kota Depok, hingga sebagian wilayah DKI Jakarta dalam pemanfaatan fasilitas tersebut.
Dedie menjelaskan, kerja sama itu masih memerlukan pembahasan lebih lanjut. Meski demikian, kebutuhan pengolahan sampah masyarakat Kota Bogor tetap menjadi prioritas utama dalam pengembangan PSEL di Kayumanis.
“Secara teknis, tentu kebutuhan utamanya adalah untuk warga Kota Bogor. Sebenarnya, kalau kita sendiri, kita cukup karena memiliki dua PSEL dengan kapasitas pengolahan masing-masing 1.500 ton, sehingga totalnya 3.000 ton,” ungkap dia.
“Artinya, sesuai dengan konsep PSEL aglomerasi, seperti Bogor Raya I. Lokasi Bogor Raya I berada di Kabupaten Bogor, tetapi Kota Bogor juga mengirimkan sampah ke sana,” lanjutnya.
Tak hanya mengolah sampah menjadi energi listrik, kawasan PSEL Bogor Raya II juga direncanakan dilengkapi fasilitas pengolahan fly ash and bottom ash (FABA).
Fasilitas ini akan mengolah sisa pembakaran untuk dimanfaatkan sebagai material konstruksi, khususnya bahan lapisan dasar jalan atau “road base”.
Material tersebut juga berpotensi digunakan sebagai bahan campuran untuk pembuatan jalan, paving block, kanstin, dan produk konstruksi lainnya sesuai dengan persyaratan teknis yang berlaku.
“Jadi, memang nanti turunannya banyak. Selain itu, mungkin juga akan ada pengolahan air, baik air limbah maupun air bersih. Jadi nanti bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang berada di wilayah Kayumanis, Tanah Sareal,” tandasnya. (3RY)










