Juruketik.com – Belasan rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 4,1 yang mengguncang Kabupaten Bogor, Kamis (15/10/2026) sore.
Selain menyebabkan tiga orang mengalami luka ringan, gempa tersebut juga membuat 51 warga dari Kecamatan Leuwiliang dan Pamijahan mengungsi karena khawatir terjadi gempa susulan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 17 rumah terdampak gempa tersebut. Hingga Jumat (16/10/2026), pendataan terhadap tingkat kerusakan sejumlah rumah masih berlangsung.
Baca Juga: Kebakaran di Kawasan Padat Penduduk Bondongan Bogor: Enam Rumah Rusak, 8 Orang Alami Sesak Nafas
“Total ada 17 unit rumah yang terdampak kerusakan yang di antaranya dua rusak ringan, satu rusak sedang, dan 14 lainnya masih dalam proses pendataan,” ujar Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Andi Sumardi kepada wartawan, Jumat 16 Oktober 2026.
Rinciannya, kata Andi, 14 unit rumah rusak terjadi di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang. Sedangkan, tiga unit rumah rusak terjadi di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan.
Sementara untuk tiga orang luka berada di wilayah Kecamatan Pamijahan mengalami luka ringan usai terdampak kejadian gempa tersebut.
Baca Juga: Beroperasi 4 Bulan, Tempat Pembakaran Bungkus Permen dan Obat di Rumpin Bogor Ditutup Polisi
“Tiga orang mengalami luka-luka dan saat ini telah ditangani oleh puskesmas setempat,” ucapnya.
Selain itu, lanjut Andi, sebanyak 17 kepala keluarga (KK) atau 51 orang dari dua kecamatan tersebut mengungsi karena khawatir gempa susulan kembali terjadi.
“15 KK atau 45 orang di Kecamatan Leuwiliang mengungsi, dan dua KK atau enam orang di Kecamatan Pamijahan mengungsi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Andi mengimbau kepada warga yang mengungsi untuk selalu waspada dan memperhatikan barang berharga yang ada di rumah masing-masing.
“Saya mengimbau untuk melakukan jadwal siskamling, dan juga mempersiapkan atau menyimpan surat serta barang berharga dalam satu tas,” pungkasnya. (Kha)











