Juruketik.com – Pembangunan Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Bogor Barat di Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, mencatat progres 15 persen pada tahap pertama.
Hal itu diketahui saat Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meninjau langsung pembangunan tersebut pada Jumat (16/10/2026).
Adapun, capaian tersebut melampaui target pengerjaan sebesar 12 persen, sementara lapangan sepak bola di kawasan itu ditargetkan sudah bisa digunakan masyarakat pada tahun ini.
Baca Juga: Keseruan Camat Cup Bogor Utara, Ketua RT dan RW Adu Skill di Lapangan Sepak Bola
Pada tahap pertama, pembangunan difokuskan pada persiapan dan pematangan lahan melalui pekerjaan land clearing serta cut and fill.
Selain itu, pengerjaan mencakup pembangunan lapangan sepak bola, jalan akses, saluran drainase, dan tembok penahan tanah.
Dedie Rachim mengatakan, pemerintah menargetkan lapangan sepak bola di kawasan GOM Bogor Barat sudah dapat digunakan masyarakat pada tahun ini, meskipun sejumlah pekerjaan infrastruktur pendukung masih berlanjut.
Baca Juga: 20 Tim Ramaikan Forkopimcam Cup Bogor Selatan, Ada Cerita Menarik di Balik Hadiahnya
“Awal ini akan lebih banyak ke pematangan lahan termasuk cut and fill. Jadi insyaallah target di tahun ini tercapai, lapangan olahraga, sepak bola, untuk anak-anak wilayah Bogor Barat sudah bisa dimanfaatkan sambil proses pembangunan jalan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan lapangan sepak bola tersebut diharapkan dapat menjadi ruang aktivitas positif bagi anak-anak dan masyarakat sekitar, sekaligus menambah fasilitas olahraga yang dapat diakses warga Bogor Barat.
Selain fasilitas olahraga, proyek ini juga mencakup pembangunan kolam retensi untuk menampung air. Langkah tersebut menjadi perhatian karena di area pembangunan terdapat mata air yang perlu dipertahankan keberadaannya.
Dedie menegaskan, pembangunan kawasan GOM harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Mata air yang ada di lokasi tersebut tidak boleh terganggu dan perlu dijaga agar tetap bersih serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Di sini ada mata air yang tidak boleh diganggu-gugat lah ya, harus kita pelihara, kita jaga, bahkan kita hijaukan kembali,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar lahan milik TNI yang berbatasan langsung dengan kawasan GOM Bogor Barat dapat dikembangkan menjadi hutan kota pada masa mendatang.
Dengan demikian, kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan olahraga, tetapi juga berpotensi menjadi ruang terbuka hijau.
Pembangunan GOM Bogor Barat direncanakan berlangsung dalam dua tahap. Setelah pengerjaan tahap pertama pada 2026, pemerintah akan melanjutkan pembangunan tahap kedua pada 2027 dengan anggaran yang lebih besar.
Untuk tahap pertama, Pemkot Bogor mengalokasikan anggaran sebesar Rp6 miliar. Sementara itu, anggaran yang disiapkan untuk melanjutkan pembangunan pada tahap kedua tahun depan mencapai Rp11 miliar.
“Total anggaran tahun ini tahap pertama sebesar Rp6 miliar, untuk tahun depan tahap kedua kita alokasikan Rp11 miliar,” pungkasnya. (3RY)















