Juruketik.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto mendorong penambahan kantor Kepolisian Sektor (Polsek) beserta personelnya di Kabupaten Bogor.
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat pelayanan keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah luasnya wilayah serta besarnya jumlah penduduk.
Bersama Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi, Rudy berharap pengembangan organisasi kepolisian dapat menjangkau seluruh 40 kecamatan di Kabupaten Bogor, sehingga pelayanan keamanan kepada masyarakat semakin optimal.
Baca Juga: Sambut Kapolda Jabar di Bogor, Rudy Susmanto Tegaskan Komitmen Jaga Keamanan
Rudy Susmanto menyebut, penambahan Polsek bisa meningkatkan pelayanan keamanan dan ketertiban masyarakat di 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor.
“Ini tentu harapan kami, karena memang personel yang dimiliki oleh Polres Bogor maupun Kodim Bogor belum bisa menyentuh ke 40 kecamatan yang ada, dikarenakan kendala tipologi Polres dan Kodim Bogor,” kata Rudy.
Hal tersebut juga telah disamapikannya saat menghadiri pisah sambut Kapolres Bogor dari AKBP Wika Ardilestanto kepada AKBP Arfan Zulkan Sipayung di Mapolres Bogor, Cibinong, Kamis (22/10) malam.
Baca Juga: Kapolda Jabar Minta Polres Bogor Persempit Ruang Kejahatan, Sasar Pembinaan Anak Muda
Rudy mengatakan, luasnya wilayah Kabupaten Bogor menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pelayanan keamanan, terutama karena keterbatasan personel serta tipologi organisasi kepolisian yang ada saat ini.
Ia menjelaskan, Kabupaten Bogor memiliki 40 kecamatan yang terdiri atas 416 desa dan 19 kelurahan. Kondisi tersebut membutuhkan dukungan aparat keamanan yang tersebar secara merata untuk menjaga ketertiban masyarakat.
Sementara, saat ini Kabupaten Bogor memiliki 34 Polsek, terdiri atas 32 Polsek di bawah Polres Bogor dan dua Polsek di bawah Polres Metro Depok.
Rudy berharap pengembangan organisasi kepolisian ke depan dapat memungkinkan setiap kecamatan memiliki Polsek sendiri, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
“Mudah-mudahan kalaupun ada pengembangan organisasi di Kabupaten Bogor, supaya di seluruh kecamatan bisa terbangun Polsek, di seluruh kecamatan bisa terbangun Koramil,” tuturnya.
Meski demikian, Rudy memahami bahwa pengembangan organisasi kepolisian maupun TNI merupakan kewenangan masing-masing institusi, sehingga pemerintah daerah hanya dapat menyampaikan kebutuhan wilayah.
Hal yang sama disampaikan Wakil Bupati Bogor. Pria yang akrab disapa Jaro Ade berharap Polres Bogor di bawah kepemimpinan yang baru daapt mengusulkan penambahan personel kepada Polda Jawa Barat karena besarnya jumlah penduduk dan luas wilayah Kabupaten Bogor.
“Kita berharap Pak Kapolres bisa mengusulkan kepada Polda untuk penambahan personel di Polres Bogor,” kata dia.
Ia menilai keterbatasan personel di tengah luasnya wilayah dan besarnya jumlah penduduk perlu menjadi perhatian pimpinan kepolisian, mulai dari tingkat Polda hingga Mabes Polri.
“Dengan keterbatasan, dengan luas wilayah, masih kurangnya personel, ya kita berharap Pak Kapolda, tentu Pak Kapolri memperhatikan,” ujarnya.
Jaro Ade berharap penambahan personel dapat memperkuat kinerja Polres Bogor dalam menjangkau masyarakat, sekaligus mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.
“Begitu banyaknya masyarakat yang harus dilayani, 6,1 juta, sehingga kita berharap penambahan personel yang diberikan kepada Polres Bogor,” tuturnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keputusan terkait kebutuhan dan penambahan personel merupakan kewenangan institusi kepolisian.
“Ya, itu semuanya kewenangan ada di kepolisian,” pungkasnya. (Kha)











