Juruketik.com – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor terus mendorong lahirnya wirausaha muda yang kreatif dan berdaya saing melalui Pelatihan Creativepreneur Kepemudaan Tahun 2026.
Pelatihan yang berlangsung selama empat hari di Hotel Bayak & Resort, Cisarua, itu diikuti para pemuda dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas, keterampilan, dan kemandirian generasi muda dalam berwirausaha.
Kepala Dispora Kabupaten Bogor, Asnan mengatakan, pelatihan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Kapasitas Daya Saing Kepemudaan yang bertujuan membekali generasi muda dengan pengetahuan, keterampilan, serta inovasi dalam bidang kewirausahaan.
Baca Juga: Dua Atlet Disabilitas Kabupaten Bogor Ikut Seleksi SKODI, Kadispora Optimis Lolos Pelatnas
Menurutnya, pengembangan kepemudaan merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak.
Melalui pelatihan ini, pemerintah ingin melahirkan pemuda yang tidak hanya memiliki kreativitas, tetapi juga mampu membangun usaha secara mandiri.
“Pelatihan Creativepreneur Kepemudaan Tahun 2026 ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, inovasi, serta kemandirian pemuda dalam berwirausaha sehingga memiliki daya saing yang lebih baik,” ujar Asnan saat membuka kegiatan.
Ia menjelaskan, seorang creativepreneur bukan hanya mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga mampu menggabungkan kreativitas, nilai seni, budaya, hingga memberikan dampak sosial melalui produk maupun jasa yang dihasilkan.
Karena itu, para peserta diminta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan setelah kembali ke daerah masing-masing.
“Kami berharap peserta mampu menciptakan kemandirian berwirausaha, mengembangkan usaha sesuai bidangnya, berkolaborasi dengan sesama pelaku usaha muda, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, pada penutupan kegiatan, Sekdispora Riza Juangsah Rahmat menyampaikan bahwa tantangan terbesar justru dimulai setelah pelatihan selesai.
Menurutnya, ilmu dan pengalaman yang diperoleh harus diwujudkan menjadi aksi nyata melalui lahirnya usaha-usaha baru yang kreatif dan inovatif.
“Pemuda tidak cukup hanya menjadi pencari peluang, tetapi harus mampu menjadi pencipta peluang. Mulailah dari kemampuan yang dimiliki, terus belajar, dan jangan takut memulai usaha,” ujar Riza.
Ia juga mengajak para peserta membangun jejaring dan kolaborasi sebagai bagian dari ekosistem kewirausahaan yang saling mendukung. Menurutnya, keberhasilan di era saat ini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga melalui kerja sama yang kuat.
Riza menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dispora akan terus mendorong peningkatan kualitas pemuda agar menjadi generasi yang kreatif, produktif, mandiri, dan memiliki daya saing.
“Semoga pelatihan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar melahirkan ide, usaha, dan wirausaha muda yang mampu memberikan kontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan Kabupaten Bogor,” tuturnya.
Di akhir acara, Dispora Kabupaten Bogor menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, instruktur, moderator, tenaga kesehatan, panitia pelaksana, dan peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Pelatihan Creativepreneur Kepemudaan Tahun 2026 pun resmi ditutup dengan harapan para peserta mampu menjadi motor penggerak lahirnya wirausaha muda yang inovatif di Kabupaten Bogor. (*)










