Juruketik.com – Pemerintah Kota atau Pemkot Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) resmi melakukan serah terima dokumen lapangan pekerjaan pembangunan Jalan Batutulis kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Proyek tersebut menjadi bagian dari pembangunan trase baru pengganti Jalan Saleh Danasasmita yang terdampak bencana beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih mengatakan, pembangunan trase baru itu tidak hanya berfokus pada konstruksi jalan, tetapi juga mencakup penataan kawasan secara terintegrasi.
Baca Juga: Jalan Sementara Batutulis Kembali Ditutup! Jalur Alternatif Dipadati Motor, Pengendara Dipaksa Antre
“Alhamdulillah hari ini kita sama-sama hadir di lokasi trase baru yang nanti insyaallah akan dibangun jalan trase baru pengganti Jalan Saleh Danasasmita. Kemarin sudah dilakukan PKS oleh PT dan hari ini kita semua bersyukur bahwa persiapan pembangunan trase ini sudah berjalan,” ujar Esti di lokasi, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, kawasan tersebut nantinya akan dilengkapi dengan pedestrian, taman, hingga penataan kawasan Leweung Batutulis yang diharapkan menjadi destinasi wisata baru di Kota Bogor.
“Pekerjaan di kawasan ini tidak saja konstruksi jalan, tetapi ada pedestrian, taman di areal trase baru, dan juga ada Leweung Batutulis. Jadi pembangunan ini menjadi satu kawasan yang terintegrasi. Mudah-mudahan menjadi salah satu destinasi wisata baru, khususnya di kawasan heritage Batutulis,” jelasnya.
Baca Juga: Resmi Dibuka! Jalan Sementara Batutulis Bogor Bisa Dilalui Dua Jalur
Ia menyebutkan, panjang jalan trase baru tersebut sekitar 300 meter dengan sejumlah pekerjaan penunjang lainnya seperti taman dan pedestrian.
Terkait kondisi underpass yang dilalui trase baru, Esti mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan terkait kondisi tebing yang dinilai mengkhawatirkan.
“Kami sudah berkomunikasi dengan Pak Dirjen Perkeretaapian terkait pembangunan Jalan Batutulis yang dimulai bulan Mei dan ditargetkan selesai Oktober. Kami meminta dilakukan treatment terhadap underpass agar tidak menimbulkan masalah ketika trase baru selesai dibangun,” katanya.
Selain komunikasi melalui pesan singkat, Pemkot Bogor juga telah mengirimkan surat resmi yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Bogor kepada Dirjen Perkeretaapian.
“Segala kekhawatiran kami terkait kondisi underpass sudah dituangkan dalam surat tersebut. Mudah-mudahan PT KAI dan Balai Perkeretaapian Jawa Barat bisa segera merealisasikan treatment yang diperlukan,” tambahnya.
Esti memastikan pekerjaan pembangunan jalan dan penanganan underpass dapat dilakukan secara bersamaan karena berada di titik lokasi berbeda.
Ia juga memastikan keberadaan bunker bersejarah di kawasan tersebut tidak akan terdampak pembangunan trase baru.
“Bunkernya tidak tergusur, posisinya bersebelahan. Nanti secara teknis konstruksi akan dibuat aman, mungkin menggunakan sheet pile atau metode lainnya agar bunker tetap terlindungi,” ucapnya.
Esti berharap pembangunan trase baru Jalan Batutulis dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target sehingga bisa mulai digunakan masyarakat pada November 2026.
“Mohon doa dari seluruh masyarakat Bogor Selatan dan Kota Bogor agar pembangunan ini diberikan kemudahan dan kelancaran sehingga target Oktober selesai dan November bisa dipergunakan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Wilayah Pelayanan I Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat, Andi Nugroho mengatakan, proyek pembangunan trase baru Batutulis telah memasuki tahap kontrak dengan penyedia jasa.
“Pekerjaan ini ditargetkan selesai pada Oktober. Pekerjaannya meliputi pembangunan jalan, taman di Leweung Batutulis dan Sumur 7, serta pedestrian,” kata Andi.
Ia berharap pembangunan kawasan tersebut dapat memperkuat kawasan heritage Batutulis sekaligus menjadi destinasi baru bagi masyarakat Kota Bogor. (3RY)








