Juruketik.com – Kabupaten Bogor mencatatkan sejarah sebagai daerah pertama di Indonesia yang memiliki Sentra Olahraga Disabilitas (SOD), sebuah pusat pembinaan atlet difabel yang dihadirkan berkat dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto.
Melalui SOD, para atlet penyandang disabilitas mendapatkan pembinaan secara terstruktur, mulai dari pendidikan, latihan, hingga pendampingan untuk mencetak prestasi di tingkat regional, nasional, dan internasional.
Kehadiran SOD menjadi salah satu wujud komitmen Rudy Susmanto dalam membuka kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas, sekaligus memperkuat pembinaan olahraga prestasi di Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Keren! Atlet Disabilitas Kabupaten Bogor Lolos Pembinaan Nasional SKODI Kemenpora
Program ini bahkan digadang-gadang menjadi model pembinaan atlet disabilitas pertama di Indonesia.
Ketua NPCI Kabupaten Bogor, Muhammad Misbah menjelaskan, kehadiran SOD menjadi bukti nyata keberpihakan Bupati Bogor terhadap pengembangan olahraga disabilitas.
“Alhamdulillah, Kabupaten Bogor memiliki Sentra Olahraga Disabilitas (SOD) yang menjadi pelopor pertama di Indonesia. Di SOD seluruh aktivitas atlet telah diprogramkan secara terstruktur, mulai dari bangun tidur hingga kembali beristirahat,” katanya.
“Atlet yang masih bersekolah tetap mengikuti pendidikan di sekolah umum, kemudian menjalani latihan sesuai program yang telah disusun oleh masing-masing pelatih,” sambung Misbah.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bogor, Rudy Susmanto yang dinilai memberikan perhatian besar terhadap perkembangan atlet disabilitas.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang telah memberikan perhatian yang sangat besar kepada atlet-atlet disabilitas di Kabupaten Bogor,” ucap dia.
“Dukungan tersebut terlihat dari sisi anggaran, perhatian, pembinaan, hingga kebijakan yang sangat membantu pengembangan olahraga disabilitas,” ungkapnya.
Menurut Misbah, dukungan Pemkab Bogor juga diwujudkan melalui penyediaan berbagai fasilitas olahraga di kawasan Pakansari yang dapat dimanfaatkan NPCI Kabupaten Bogor tanpa dipungut biaya untuk kegiatan latihan.
Bahkan, pembangunan Wisma Istimewa yang direncanakan pada tahun depan diharapkan semakin memperkuat sistem pembinaan atlet disabilitas.
Saat ini, NPCI Kabupaten Bogor tengah mempersiapkan atlet menghadapi Peparda VII Jawa Barat 2026 yang akan berlangsung di Kota Bandung pada November mendatang.
Persiapan dilakukan melalui program latihan intensif yang akan dilanjutkan dengan Training Center (TC) selama kurang lebih tiga bulan.
“Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah yang selalu diperhitungkan di Peparda. Dengan dukungan seluruh pihak, kami berharap dapat mewujudkan harapan Bupati Bogor untuk membawa Kabupaten Bogor menjadi Juara Umum Peparda VII Jawa Barat,” katanya.
Sementara itu, Pelatih Kepala Cabang Olahraga Tenis Meja Sentra Olahraga Disabilitas Kabupaten Bogor, Budi Wahyono mengakui besarnya dukungan Pemkab Bogor terhadap pembinaan atlet difabel.
“Dukungan Bupati Bogor sangat luar biasa. Pembentukan Sentra Olahraga Disabilitas mendapat dukungan langsung dari Bupati Bogor,” kata dia.
“Insya Allah tahun depan akan dibangun Wisma Istimewa yang nantinya menjadi asrama sekaligus tempat latihan bagi atlet-atlet disabilitas,” ujarnya.
Menurut Budi, pembinaan yang dilakukan telah melahirkan banyak prestasi membanggakan. Pada Peparda Bekasi 2022, cabang olahraga tenis meja berhasil meraih enam medali emas, tujuh medali perak, dan delapan medali perunggu.
Sementara pada Peparnas 2024, atlet Kabupaten Bogor menyumbangkan dua medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu bagi kontingen Jawa Barat.
Prestasi tersebut berlanjut pada Peparpeda 2025 dengan raihan tiga medali emas, satu medali perak, dan tiga medali perunggu sehingga keluar sebagai juara umum.
Di ajang Peparpenas 2025, atlet Kabupaten Bogor kembali menyumbangkan dua medali emas dan satu medali perak untuk Jawa Barat.
Bahkan, atlet asal Kabupaten Bogor, Hamida, berhasil mengharumkan nama Indonesia pada ajang Asian Para Games dengan mempersembahkan dua medali emas dari nomor tunggal putri kelas 8 dan mixed doubles kelas 17. (*)











